Monday, September 25, 2017

Cica Matahari, Si Burung Ocehan Endemik Yang Dilindungi

 Jenis burung ocehan yang hidup di alam liar tidak semuanya bebas untuk diperdagangkan maupun dipelihara. Hal ini dikarenakan banyak di antara jenis burung ocehan tersebut sudah semakin langka di temukan di alam liar. Selain itu, luas lahan yang menjadi habitat hidupnya terus tergerus dengan maraknya pembalakan liar ataupun kebakaran hutan. Jenis burung ocehan yang populasinya kian langka tersebut ada di antaranya yang merupakan burung endemik dengan persebaran hanya terbatas di wilayah hutan kita. Dan pada artikel ini coba mengulik salah satu jenis burung ocehan endemik yang populasinya kian terancam dan dilindungi undang-undang. Adapun nama burung ocehan tersebut adalah burung Cica Matahari.

Burung Cica Matahari merupakan burung endemik yang persebarannya hanya terbatas di wilayah Provinsi Jawa Barat saja. Di habitat aslinya burung ini biasanya hanya menampati area dataran tinggi yang ada di Jawa Barat sepertu Gunung Papandayan dan Gunung Ciremai. Selain itu, burung Cica Matahari tergolong cukup pemalu dengan suka menyembunyikan dirinya dibalik lebatnya dedaunan pohon dan lebih sering mengeluarkan bunyi kicauannya dibanding harus menampakkan dirinya. Hal ini mengingat bahwa area pegunungan masih jarang dihuni manusia dan ditambah banyak pohon yang ada di hutan sehingga burung lebih suka berinteraksi dengan sesama jenisnya.

Ciri fisik burung yang bernama latin Crocias albonotatus ini memiliki ukuran tubuh yang tergolong sedang dengan panjang dapat mencapai 20 cm. Tubuhnya tampak diselimuti oleh beragam warna yang terlihat agak gelap tapi tidak kusam. Variasi warna yang ada di tubuh burung Cica Matahari cukup beragam yang di antaranya adalah hitam, merah kecokelatan, dan putih. Warna hitam tampak dibagian atas kepala, sisi pinggir sayap, ekor, dan paruhnya. Warna merah kecokelatan terlihat dibagian atas tubuhnya yang meliputi area punggung, sisi bawah sayap, dan dekat pangkal ekornya. Warna putih tampak dibagian atas dan bawah tubuhnya yang meliputi area punggung berupa bintik-bintik mirip sisik, sisi pinggir sayap, tenggorokan, dan perutnya.
Gambar: Ilustrasi Burung Cica Matahari
Tubuh burung Cica Matahari tampak sedikit gemuk dengan kepala yang berukuran agak besar dengan paruh pendek dan tebal. Burung ini memiliki ekor yang cukup panjang yang terdiri dari beberapa helai bulu. Pupil matanya terlihat berwarna hitam dengan area sekitar pupil berwarna merah saga. Bila sekilas melihat tampilan burung Cica Matahari tentu terdapat kemiripan dengan burung Cendet atau Bentet. Kemiripan tersebut tampak dari corak warna yang ada dibagian atas kepala dan area punggungnya yang cenderung mirip.

Di alam liar, burung Cica Matahari biasanya bergerak secara sendirian ataupun terkadang bergabung dalam satu kelompok. Saat mencari makanan seringnya burung ini menyantap aneka jenis serangga dan buah-buahan yang banyak terdapat di hutan pegunungan. Selain itu, bila waktu musim berbiak tiba tepatnya pada saat bulan Desember hingga Maret biasanya sang indukan mampu mengerami telur hingga sebanyak dua butir. Terbatasnya wilayah persebaran burung Cica Matahari membuatnya rentan mengelami kepunahan dan agar kelestariannya tetap terjaga maka pemerintah pun melindunginya dari perburuan, perdagangan, dan pemeliharaan.

Adapun ciri kicauan burung Cica Matahari sebenarnya tidak terlalu merdu dan bervariasi seperti burung Cendet. Tapi volume kicauannya tergolong cukup tinggi dan keras sehingga terdengar agak melengking di telinga. Selain itu, kicauannya cenderung monoton dengan sering melakukan pengulangan nada secara terus menerus. Bunyi nada kicauannya yang terdengar keras dan serak ini mirip seperti “briioww... briioww... briioww” dengan durasi waktu hingga mencapai 30 detik.

Yup, itulah ulasan tentang burung Cica Matahari yang merupakan burung endemik di Jawa Barat yang populasinya kian terancam. Untuk itu pemerintah pun memasukkan burung Cica Matahari sebagai salah satu jenis satwa liar yang keberadaannya dilindungi undang-undang sehingga tidak boleh ada yang menangkap maupun memperdagangkannya termasuk juga memeliharanya. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro

Sumber Tulisan:
  1. http://www.kutilang.or.id/2014/04/03/cica-matahari/
  2. https://omkicau.com/2013/04/05/cica-matahari-karena-mirip-cendet-dijuluki-cendet-kembang-atau-cendet-matahari/
Sumber Gambar:
https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Crocias_albonotatus_1838.jpg

0 komentar:

Post a Comment