Tuesday, January 16, 2018

Mengenal Kehidupan Burung Cucak Rawa Di Alam Liar

Jenis burung Cucak Rawa termasuk salah satu dari sederet jenis burung ocehan yang mempunyai kicauan lumayan merdu dan nyaring. Kemerduan suara burung Cucak Rawa terkadang juga dimanfaatkan untuk memaster atau memancing burung lain agar rajin berkicau. Selain itu, orang-orang yang mengenal jenis burung cucak-cucakan ini bukan hanya karena banyak yang memelihara atau sering tampil di arena lomba. Tapi nama burung Cucak Rawa sering disebut dalam sebuah lagu yang berbahasa jawa. Untuk itu pada tulisan ini coba menguliknya lebih jauh lagi terkait kehidupan di alam liar.

Burung Cucak Rawa merupakan jenis burung cucak-cucakan yang berasal dari keluarga Pycnonotidae. Keberadaannya hanya terdapat di dua negara saja yakni Indonesia dan Malaysia dengan daerah persebaran lebih banyak berada di wilayah hutan kita. Daerah yang menjadi habitat burung Cucak Rawa tersebar di kawasan sunda besar mulai dari Pulau Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Kehadirannya di alam liar pun tersebar merata di area dataran rendah sampai perbukitan yang ketinggiannya sekitar 800 meter di atas permukaan laut.
Burung Cucak Rawa
Sewaktu berada di alam liar biasanya burung Cucak Rawa mendiami area hutan yang jauh dari pemukiman masyarakat. Area lahan yang menjadi rumahnya cukup beragam seperti hutan sekunder, area pinggiran hutan, hutan dekat sungai, dan rawa-rawa. Karakternya pun dikenal cukup pemalu dengan lebih suka bersembunyi dibalik rimbunnya dedaunan sambil mengeluarkan bunyi kicauannya. Jenis makanan yang setiap hari disantapnya pun tergolong beragam mulai dari serangga berukuran kecil, keong air, dan buah-buahan yang bertekstur lunak.
Baca juga:
Adapun ciri fisik burung Cucak Rawa memiliki ukuran tubuh tergolong lumayan besar dengan panjang sekitar sekitar 28 cm. Selain itu, penjelasan terkait ciri fisiknya dapat dibaca uraiannya di bawah ini:
  1. Berwarna jingga-jerami yang terlihat menutupi area mahkota kepala, sisi pipi, dan tunggirnya.
  2. Berwarna cokelat-zaitun yang tampak dibagian tengkuk, punggung, sayap, dan ekornya.
  3. Berwarna putih yang dapat dilihat pada bagian punggung berupa garis-garis halus, dibagian tenggorokan, dada, dan perut yang bercampur dengan garis cokelat. 
  4. Memiliki paruh yang berwarna hitam dengan ukuran lumayan panjang dan tipis.
  5. Ekornya berukuran agak panjang yang terdiri dari beberapa helai bulu yang cukup lebar tapi jarang terlihat dikembangkannya.
  6. Kakinya berwarna hitam kecokelatan yang berukuran sedang, dan;
  7. Matanya berwarna hitam dibagian pupil yang dilingkari dengan warna kemerahan tua.
Nah, suara kicauan burung yang bernama latin Pycnonotus Zeylanicus ini  terdengar lumayan nyaring dan agak melengking. Volume kicauannya dikeluarkan dengan nada cukup tinggi dan bertempo agak rapat. Kicauannya berupa siulan yang dimulai dengan nada rendah dan kemudian dinaikkan lalu diturunkan kembali sehingga terdengar cukup merdu di telinga. Selain itu, burung Cucak Rawa saat berkicau sering kali dilakukan secara bersama-sama dengan pasangan kelompoknya yang terdiri dari dua sampai tiga ekor. Dan juga, burung Cucak Rawa termasuk jenis burung ocehan yang rajin berkicau dengan durasi kicauannya berkisar di atas satu menitan lamanya.

Walaupun demikian, burung yang dipanggil dengan nama Cucak Rowo ini terus diburu keberadaannya di alam liar sehingga statusnya berubah menjadi rentan. Selain itu, dibeberapa tempat keberadaan burung Cucak Rawa sudah sangat sulit ditemukan dikarenakan maraknya perburuan. Untuk itu, ada baiknya memang kita tidak perlu memelihara nya ataupun bisa dibeli langsung dari tempat penangkarannya. Tujuannya guna menjaga kelestariannya agar status keberadaannya di alam liar lekas membaik.

Referensi Tulisan:
http://www.kutilang.or.id/2011/12/29/cucak-rawa/
https://id.wikipedia.org/wiki/Cucak_rawa

Referensi Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Straw-headed_Bulbul_(Pycnonotus_zeylanicus)_(7936876438).jpg

0 komentar:

Post a Comment