Showing posts with label sosial. Show all posts
Showing posts with label sosial. Show all posts

Thursday, August 6, 2015

Menyoal Angkot yang “Mampet” di Jalan

Menyoal Angkot yang “Mampet” di Jalan

Istilah kata “mampet” sudah sangat familiar sekali mampir terdengar di telinga kita. Saat selokan dipenuhi oleh sampah dan tak bisa dilalui air sering disebut dengan “mampet” atau ketika WC di rumah sedang tersumbat juga dikatakan sedang “mampet”. Tapi kata “mampet” dalam artikel ini bukanlah untuk membahas mengenai selokan ataupun WC melainkan untuk dibahas pada angkot. Ada apa dengan angkot sehingga harus dikaitkan dengan kata “mampet”?. Dan apa pula hubungannya antara keduanya?.

Tentu semuanya tahu mengenai angkot yang keberadaannya di kota-kota besar jumlahnya ada banyak sekali yang penumpangnya notebene hampir berada dari semua kalangan baik dari kantoran, mahasiswa, siswa, ibu-ibu, hingga buruh. Dan juga harga yang ditawarkan kepada para penumpangnya cukup murah dibanding harus memakai kendaraan pribadi dimana saat ini harga minyak kendaraan tidak lagi murah atau disubsidi. Sehingga angkot tetap menjadi primadona yang dianggap dapat untuk menjadi transportasi umum yang berbiaya murah.

Tapi di samping dianggap sebagai transportasi umum berongkos murah tetap saja angkot meninggalkan masalah di lingkungan masyarakat. Bukan masalah itu soal polusi yang dikeluarkannya dari lubang kenalpotnya. Akan tetapi menyangkut tentang kemacetan yang ditimbulkannya bila angkot “mampet” di jalanan. Dampaknya cukup berpengaruh negatif yang dihasilkan oleh angkot yang mampet atau berhenti disembarang tempat di jalanan yakni tentunya adalah bikin macet. Fenomena akan kemacetan sudah seperti makanan rutin bagi sebagian besar masyarakat kita yang banyak menghabiskan waktunya di jalanan.

Perlu diketahui bahwa macetnya jalanan tidak hanya diakibatkan dari banyaknya para pedagang kaki lima yang numpang jualan di pinggir jalan. Tetapi juga para supir yang memberhentikan angkotnya disembarang tempat di areal jalan telah mengundang macet. Ini saya alami sendiri sewaktu pergi menuju kampus dan begitu juga dengan pulangnya. Dimana jalan depan kampus tempat saya menimba ilmu yang cukup lebar dan disekitar situ juga terdapat perguruan tinggi lainnya serta sekolah menengah pertama sering kali mengalami kemacetan. Kemacetan jalan tersebut adalah buah dari banyaknya angkot-angkot yang diparkirkan sembarangan dekat pinggir jalan dan ada pula yang memberhantikan angkotnya tepat di sisi badan hingga masuk kehampir separuh badan jalan. Apalagi melihat membludaknya jumlah angkot untuk kota Medan sampai dengan April 2015 sudah sebanyak 6.357 unit (medanbisnisdaily.com/9/04/2015). Sehingga hasilnya tentunya sudah tahu akan jadi apa, ya jadi macet.

Mampetnya angkot-angkot itu yang sudah seperti cuci mata bagi para pengguna jalan di area kampus saya adalah sesuatu hal yang biasa terjadi. Sehingga kemacetan yang disebabkan oleh angkot yang mampet di jalan sering kali sulit dihilangkan karena minimnya ketegasan yang diberikan untuknya. Padahal dampaknya yang saya ketahui karena macet yang disebabkan oleh angkot-angkot yang mampet adalah habisnya waktu di jalan karena harus menunggu angkot yang paling depan bergerak, sulitnya kendaraan yang beraktivitas di kampus menjadi terhambat karena tidak adanya lagi ruang untuk keluar masuknya kendaraan dari kampus.

Alasan yang ditawarkan bagi angkot-angkot yang suka mampet dijalanan ialah karena belum adanya penumpang yang naik ke angkotnya. Menjadikan alasan tersebut membuat para supir angkot dengan senang hati memarkirkan angkotnya di pinggir jalan hingga mengambil badan jalan.  Dan menyebabkan kendaraan seperti sepeda motor, mobil, hingga truk yang melintas menjadi tersendat karena jalanan telah “mampet” oleh angkot.

Apa yang terjadi di area jalan dekat kampus saya bahwa angkot sering mampet sembarangan di jalanan dan menyebabkan macet. Adalah salah satu contoh nyata dari banyak contoh lainnya yang terjadi di kota Medan. Dan tentunya perilaku angkot yang suka berhenti di sembarang jalan perlu mendapatkan perhatian dari berbagai pihak terutama kepolisian dan dinas perhubungan untuk melakukan penertiban. Penerbitan sangat perlu sekali diberikan pada angkot-angkot yang suka berhenti sembarangan baik untuk menurunkan atau menunggu penumpang naik ke angkotnya. Dan kemacetan yang dikarenakan angkot suka berhenti semaunya tidak hanya terjadi di kota Medan saja melainkan juga merambat di hampir seluruh kota lainnya di Indonesia. Seperti dalam pemberitaan detik.com yang menuliskan bahwa di terminal Kampung Melayu-Jakarta  hampir setiap sorenya terjadi kemacetan karena banyaknya angkot yang berhenti di pinggir jalan untuk menarik sewa (4/11/2014).

Sedari itu angkot yang seringnya “mampet” di jalanan sering kali menyasar tempat-tempat keramaian seperti daerah sekolah atau perguruan tinggi, pasar tradisional, terminal, stasiun, dan tempat yang ramai lainnya. Alhasil untuk mengurainya memang diperlukan andil dari pihak terkait seperti polisi dan dinas perhubungan serta pihak-pihak pengaman seperti satpam atau security sekolah dan kampus agar dapat melakukan upaya untuk menertibkan angkot yang suka berhenti sembarangan di jalan.

Dan akhirnya jalan-jalan tidak lagi ada yang mampet karena sudah tidak adanya lagi angkot-angkot yang sembarangan berhenti di pinggir jalan. Serta para pengguna jalan dapat leluasa untuk melintas di jalan raya tanpa harus terperangkap oleh macet. Sebab bila jalanan sudah mampet oleh angkot tidak hanya membuat para pengendara sulit untuk lewat tapi jalanan tersebut benar-benar akan tumpat.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Penulis adalah Penerima Beasiswa Bank Indonesia tahun 2014 dari UIN-SU, dan tergabung dalam Komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI) Sumut).

Wednesday, July 22, 2015

Mengembalikan Fungsi Trotoar Kepada Pejalan Kaki

Mengembalikan Fungsi Trotoar Kepada Pejalan Kaki

Risih bila merasakan jika kita para pejalan kaki yang terbiasa melintasi jalanan trotoar untuk berpergian dirampas oleh berbagai pihak seperti para pengendara dan para penjual dengan dalih arus lalu lintas macet atau tidak ada lagi tempat berjualan. Risih yang dirasakan ialah adanya rasa was-was terhadap tersambar atau tertabrak kendaraan yang melintas di jalan raya karena para pejalan kaki harus melintas di bibir badan jalan raya. Kerisauan lainnya adalah akan rentannya terjadi pencopetan di jalan sebab para pejalan kaki tidak lagi berjalan di terotoar yang letaknya ada pembatas terhadap jalan kendaraan sehingga mampu untuk memberikan ruang lebar agar terhindar dari pencopetan.

Dalam UU Republik Indonesia No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menyatakan bahwa trotoar merupakan bagian dari tempat para pejalan kaki untuk berlalu lintas dengan maksud untuk menjaga keselamatan dan keamanan. Hal tersebut dijelaskan pada Pasal 131 dalam UU No 22 tahun 2009 tersebut. Betapa diperhatikannya hak pejalan kaki untuk melintas di jalan raya dengan dibuatkannya jalan trotoar merupakan bukti bahwa hak untuk melintasi jalan tidak hanya milik para pengendara semata melainkan para pejalan kaki pun ia.

Penyimpangan terhadap jalan trotoar banyak sudah saya saksikan pada jalan-jalan ibu kota Sumatera Utara yakni Kota Medan, dimana para pejalan kaki kesulitan melintas di jalan trotoar yang dibangun pemerintah sebab sudah mampet oleh berbagai atribut yang menghiasinya seperti papan reklame yang ukurannya sangat besar, para pedagang kaki lima, parkir kendaraan, dan yang terparah diisi oleh kendaraan yang ingin menyalip jalanan yang macet. Fenomena tersebut tidak hanya dilihat namun sudah dirasakan oleh saya sendiri. Dimana saat saya sedang berdiri di trotoar jalan untuk menunggu kedatangan angkot yang saat itu juga terjadi kemacetan disebabkan lampu traffic light sedang berwarna merah. Datanglah beberapa kendaraan melewati jalan trotoar dimana tempat saya berdiri, alhasil ketimbang saya yang tertabrak atau tersenggol oleh kendaraan tersebut maka saya yang menyingkir dari trotoar tersebut.

Betapa pentingnya trotoar
Sedikit di atas telah dikatakan bahwa trotoar dibangun oleh pemerintah sesuai dengan UU No. 22 tahun 2009 yang fungsinya ialah untuk para pejalan kaki yang melintas di pinggir jalan raya. Gunanya ada trotoar dibangun tak lain untuk menjaga keselamatan para pejalan kaki dari kecelakan yang disebabkan oleh kencangnya laju kendaraan di pinggiran jalan dan juga trotoar dapat berfungsi untuk mencegah tindak kejahatan pencopetan di jalanan karena trotoar yang dibangun mempunyai ruang cukup lebar dan lebih di tinggi letaknya dibanding jalan untuk kendaraan.

Adapun dengan mengatahui fungsi dari trotoar tersebut adalah jelas bagi semuanya untuk mematuhinya sehingga tidak lagi ada dijumpai jalan-jalan trotoar yang tidak bisa dipakai oleh para pejalan kaki. Disamping itu juga dengan adanya trotoar yang digunakan untuk para pejalan kaki maka keselamatan dari semua orang yang menggunakan jalan raya atau trotoar dapat terjamin. Dengan tidak saling melanggar aturan yang ada dimana, para pejalan kaki seharusnya berjalan dibadan jalan trotoar bukan dipinggir jalan raya. Dan begitu juga untuk para pengendara agar tidak lagi memaksakan kendaraannya melintasi trotoar dengan alasan apapun. Serta tidak juga ada lagi yang parkir di badan jalan trotoar serta berjualan di atasnya. Sebab semua itu esensinya telah melanggaran aturan tata cara tertib berlalu lintas di jalan.

Dan juga, dengan adanya keseriusan dari pemerintah untuk bersedia meluangkan waktunya mengatur ruas-ruas trotoar yang ada di kota agar dapat menetralkan kembali trotoar yang disalahfungsikan untuk bisa lagi dinikmati oleh para pejalan kaki yang terampas haknya. Sebab seperti Kota Medan yang merupakan ibu kota bagi Sumatera Utara merupakan salah satu kota tujuan untuk berwisata bagi para turis asing. Yang notabene para turis tersebut lebih sering berjalan kaki dibanding naik kendaraan umum atau pribadi. Oleh karena itu, bila jalan-jalan trotoar masih disesaki oleh ketidak siplinan maka para turis asing tersebut akan sangat sulit untuk menikmati keindahaan kota Medan.

Pejalan kaki butuh trotoar
Melihat juga bahwa masalah trotoar yang beralih fungsi bukan untuk para pejalan kaki lagi tidak hanya menimpa beberapa kota saja di Indonesia melainkan juga hampir di semua kota masalah trotoar selalu sama yakni belum berpihak pada pejalan kaki. Sehingga menyoal problema fungsi trotoar tidak lagi masalah satu dua kota saja melainkan sudah jadi masalah nasional.

Kondisi jalan trotoar bila kita rajin melihat-lihat lingkungan perkotaan sudah sangat memperhatinkan sekali. Dimana jalan trotoar banyak yang sudah rusak dengan kondisi ada yang sudah hancur sehingga cuma tanah yang terlihat. Ada juga trotoar yang bolong-bolong akibat dari penggalian gorong-gorong yang lupa diperbaiki kembali. Dan ada juga kondisi trotoar yang masih dipenuhi oleh papan reklame yang memiliki ukuran cukup besar.

Tentunya semuanya telah mengetahui bahwa para pejalan kaki juga membutuhkan kenyamanan dan keamanan saat melintas di jalanan perkotaan. Dan bagaimana mengkoordinir keamanan untuk para pejalan kaki tersebut yang salah satunya ialah menyediakan jalan trotoar yang layak untuk dilintasi. Sehingga para pejalan kaki yang melintas di jalan trotoar tidak lagi was-was atau khawatir tersambar kendaraan yang melintas di jalan raya. Sebab trotoar yang dibangun tidak menyatu dengan jalan dan berada lebih tinggi dari badan jalan untuk kendaraan.

Sedari itulah diharapkan adanya pembenahan dan perbaikan terhadap kondisi trotoar kita yang sudah tidaklagi bisa dinikmati oleh para pejalan kaki disebabkan adanya prilaku egois dari para pengendara, pedagang, dan pemasang reklame yang memakai trotoar. Sehingga hal tersebut mengganggu kenyamanan para pejalan kaki untuk melintas di jalan.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Penulis adalah Anggota KSEI UIE UIN SU, dan Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN SU).

Wednesday, January 28, 2015

Pengaruh Mendengarkan Musik Bagi Pikiran Manusia

Pengaruh Mendengarkan Musik Bagi Pikiran Manusia

Secara umum seluruh manusia di seluruh penjuru bumi pasti sudah pernah mendengar apa yang disebut dengan musik. Sarana atau media mendengarkan musik bisa berasal dari handpone, komputer, ipot, radio, ataupun orang yang bernyanyi. Dan tujuan dalam mendengarkan musikpun cukup beragam, ada yang bermaksud untuk menenangkan pikiran, ada yang hanya ingin mengetahui lirik lagu atau genre musiknya, dan bermacam-macam tujuan lainnya. Tapi yang menjadi poinnya ialah diketahui bahwa musik mempunyai pengaruh yang cukup besar dalam mempengaruhi pikiran manusia dalam bertindak dan mengatur prilakunya di kehidupan.

Adapun dalam artikel ini akan diulas mengenai pengaruh pikiran manusia yang mendengarkan musik. Sehingga dengan membaca artikel ini sampai tuntas maka kita semua mengetahui berbagai dampak/pengaruh yang dihasilkan oleh musik bagi pikiran manusia.  

Meningkatkan kemampuan memori dan kreativitas
Mendengar musik pengaruhnya bagi pikiran manusia ialah untuk meningkatkan kemampuan memori dan kreativitas pada manusia itu sendiri. Manusia yang mendengarkan musik maka daya ingatnya akan meningkat karena lirik-lirik lagu dari musik yang didengarkan dapat terekam oleh otak dan selanjutnya akan mampu diucapkan kembali tanpa mendengarkan lagu. Hal ini paling sering untuk metode belajar bahasa asing seperti bahasa inggris, mandarin, jerman, dan lain-lain. Yang tujuannya agar kosa kata yang terdapat lagu dapat terekam oleh otak dengan mudah sehingga dapat dilafalkan kembali tanpa mendengarkan lagu. Dan bagi kreativitas manusia juga ikut terlatih untuk mampu menimbulkan ide-ide yang terinspirasi dari lagu/musik yang didengarkan. 

Mengurangi stres
Manusia yang dipenuhi dengan sejuta aktivitas yang membebani pikirannya maka bisa menimbulkan stres sehingga mengganggu kesehatan dan pekerjaannya. Sedari itu untuk menterapi hal tersebut tak salah dengan mendengarkan musik-musik yang berlirik motivasi atau yang mempunyai filosofi untuk bisa berubah dan bangkit kearah yang lebih baik. Dan juga dalam dunia kesehatan telah dikembangkan mengenai musik yang digunakan sebagai terapi untuk menenangkan orang-orang yang dilanda stres dan kecemasan sehingga dengan mendengarkan musik yang disukainya maka tingkat stres dapat berkurang.

Mampu mensinergikan pikiran dengan tindakan
Manusia yang suka mendengarkan musik maka pikirannya dapat disinergikan dengan tindakan manusia tersebut. Contohnya ialah sewaktu berolahraga atau melakukan senam. Orang yang melakukan senam pagi baik secara berkelompok atau seorang diri seringkali sewaktu senam akan dimulai maka akan diputarkan musik. Musik yang diputar tersebut untuk menselaraskan antara gerakan senam dengan nada dari musik tersebut. Sehingga timbul rasa senang dan tidak membosankan oleh orang-orang yang senam dengan musik. Dan begitu juga dengan orang yang berolahraga seperti lari pagi atu sore juga memutar musik yang saat berolahraga. Tujuannya ialah untuk mensinergikan gerakan olahraga dengan musik yang didengarkan sehingga rasa jenuh dan lelah bisa hilang serta waktu berolahraga akan jauh lebih lama. 

Merileksasikan pikiran manusia
Manusia yang mendengarkan musik biasanya untuk tujuan tertentu dan salah satunya ialah untuk merileksasikan pikiran yang terlalu tegang. Manusia yang susah tidur atau sulit beristirahat biasanya akan memutar musik yang bernada lembut dan lirik yang mendayu-dayu untuk diperdengarkan hingga sampai tidur atau pun lebih nyaman untuk beristirahat. Sehingga metode ini cukup sering dilakukan untuk merileksasikan pikiran agar lebih mudah beristirahat dibandingkan dengan metode membaca buku yang tebal sampai mata lelah sendiri dan mengantuk.

Yups, inilah penjelasan mengenai pengaruh yang diterima oleh pikiran manusia yang mendengarkan musik. Tapi walaupun demikian sebaiknya dalam mendengarkan musik diharapkan tidak memutarnya dengan volume yang terlalu keras karena bisa berkontraksi terhadap telinga sehingga bisa menimbulkan efek buruk bagi pendengaran. Dan semoga artikel ini dapat memberikan manfaat bagi yang membacanya. Terimakasih.

Oleh: Satria Dwi Saputro

Sumber:
Berbagai Sumber

Tuesday, May 27, 2014

Anak Jalanan dan Nasib Pendidikannya

Anak Jalanan dan Nasib Pendidikannya

Indonesia adalah negara yang kaya dengan melimpah ruahnya berbagai jenis kekayaan alam, satwa, dan sumber daya lainnya untuk dimanfaatkan bagi kemakmuran penduduknya. Tapi melihat realita yang terjadi di sekitar kita banyak keganjilan-keganjilan dari pemanfaatan sumber daya tersebut yang tidak seluruhnya dirasakan oleh masyarakat di Indonesia. Salah satunya ialah anak-anak jalanan yang tidak mendapatkan pendidikan.

Sebagaimana dituliskan oleh okezone.com bahwa total anak jalanan di Indonesia mencapai 4,5 juta jiwa atau sekitar 1,8 % dari total penduduk Indonesia (18/1). Dan hampir dari keseluruhan total anak jalanan tersebut seringkali berkeliaran di perempatan lampu merah di jalanan ibu kota. Kegiatan-kegiatan yang sering dilakukan anak jalan di perempatan jalan tersebut adalah mengamen dan mengemin dengan meminta belas kasihan kepada warga yang berhenti di perempatan lampu lalu lintas. Dan ini dilakoni mereka mulai dari pagi menyingsing sampai sore hari. Bahkan saat malam pun tiba mereka yang anak jalanan sering tampak terlihat di pusat-pusat keramaian yang biasanya diadakan di lapangan ibu kota.

Miris dikatakan bahwa kegiliat pesatnya majunya metode pendidikan yang dirancang oleh pemerintah dengan anggaran yang dikeluarkan yang tidak sedikit tetap jalanan Indonesia di hiasi oleh wajah-wajah mungil anak-anak jalanan. Mendiskusikan mengenai nasib pendidikan anak-anak jalanan sering kali membuat kita harus bertanya-tanya tentang keseriusan berbagai pihak untuk mengentaskan kemiskinan dan mengayomi pendidikan untuk semua warga negara termasuk anak-anak jalanan. Hampir sebagian dari anak-anak jalanan yang menghuni jalanan ibu kota bekerja mencari uang mulai dari pagi sampai malam dan sangat tidak mungkin mereka sempat sekolah atau mendapatkan pendidikan dari lembaga formal atau non-formal. Sehingga tahun-tahun yang mereka lalui hanya dihabiskan di jalanan saja jika tidak mendapatkan perhatian dari berbagai pihak terutama pemerintah yang serius menangani membludaknya total anak-anak jalanan.

Bermunculannya anak-anak jalanan yang sering terlihat di perempatan lampu lalu lintas sebabnya dari berbagai faktor tapi utamanya adalah kemiskinan yang melanda keluarga dan minimnya pendidikan yang diterima oleh keluarga. Para keluarga yang didera kemiskinan membuat mereka sulit untuk menyekolahkan anak-anaknya yang terkadang jumlahnya lebih satu sehingga anak-anak yang seharusnya letaknya di sekolah untuk menimba ilmu harus menghentikan mimpinya dengan ikut mencari nafkah di jalanan ibu kota. Pemandangan ini tentu bukan sesuatu yang baru bagi kita lagi dimana jumlah yang terus bertambah setiap tahunnya menunjukkan akan kerapuhan dari dunia pendidikan yang dibangun untuk mensejahterahkan rakyat.

Tempatkan anak-anak di sekolah
Idealnya usia 6 sampai 19 tahun adalah masa-masa sekolah yang wajib diterima oleh semua anak di Indonesia yakni mulai dari masa SD, SMP, dan SMA. Dimana total anggaran yang dikeluarkan oleh pemerintah yang dikutip dari website setkab.co.id mengeluarkan informasi bahwa pada tahun 2013 anggaran yang dikucurkan untuk dunia pendidikan adalah Rp. 345,335 trilliun. Sedangkan pada tahun 2014 ini pemerintah kembali mengganggarkan dana untuk mempercepat laju pendidikan sekitar Rp 368 trilliun. Besarnya anggaran dana yang dikucurkan pemerintah setiap tahunnya yang sekitar 20 persen dari total APBN Indonesia seharusnya dapat mengikis jumlah anak-anak yang berkeluyuran di jalanan untuk mencari makan.

Anak-anak jalanan yang hidup di jalanan sejatinya bukanlah itu yang mereka inginkan tapi kemiskinan yang melanda kehidupan keluarga menjadikan hidup dijalanan sebagai pengamen, pengemis, dan pengasong adalah pilihan terakhir yang bisa ditempuh. Sehingga dengan melihat kegigihan mereka yang harus beradu cepat dengan lampu-lampu merah untuk meraup uang terbukti bahwa mereka mempunyai cita-cita yang tinggi yang harus dilihat oleh pemerintah.

Mengupayakan total anggaran yang jumlahnya mencapai Rp. 368 trilliun tersebut digunakan sepenuhnya untuk mensukseskan pendidikan bagi anak-anak yang putus atau tak sempat bersekolah akan menjadikan dikemudian hari total anak-anak bangsa yang berperstasi jumlah akan kian meningkat. Dan dengan menempatkan kembali mereka ke sekolah dengan diberikan subsidi berupa beasiswa pendidikan penuh maka total anak-anak jalanan yang hidup mencari nafkah di jalanan akan berkurang dari waktu ke waktu.

Padahal jika diberikan pendidikan kepada mereka anak-anak jalanan dengan mampu mengolah dan mengarahkan serta membina mereka maka cita-cita yang diimpikan akan tercapat dan menambah kualitas SDM Indonesia yang berkompeten dan profesional. Sebab sebaik apapun metode yang ditawarkan pemerintah bagi semua rakyat Indonesia tetapi gagal dalam menyelamatkan anak-anak jalanan maka semua itu bisa menjadi sia-sia. Karena SDM-SDM yang tumbuh nantinya sulit bersaing dalam mencari kerja dan mendirikan bisnis sebab anak-anak jalanan yang tumbuh tanpa diberikan pendidikan sulit untuk menemukan potensinya sendiri.

Semuanya Berhak Sekolah
Dalam UUD 1945 pada pasal 31 ayat 1 tertulis bahwa ‘setiap warga negara berhak mendapat pendidikan’. Yang artinya semua rakyat baik yang kaya ataupun miskin harus mendapatkan pendidikan yang ditanggung oleh negara. Sehingga bermunculannya anak-anak jalanan yang tumbuh berkembang jumlahnya di jalanan ibu kota sudah menjadi tugas negara secara bersama-sama mengupayakan anak-anak jalanan tersebut untuk diberikan pendidikan dan jangan melupakannnya.

Berdirinya banyak rumah singgah yang bisa ditemui di sudut-sudut ibu kota menunjukkan arti kepedulian oleh berbagai pihak yang ingin memberikan pendidikan yang layak kepada anak-anak jalanan yang putus sekolah. Tujuan mulia ini tidak pernah sekalipun memungut biaya kepada anak-anak jalanan yang singgah untuk belajar ke rumah singgah. Dengan terciptanya rumah singga menjadi sebuah jembatan bagi anak-anak jalanan yang putus sekolah untuk mudah mendapatkan pendidikan dari lembaga non-formal secara gratis.

Dengan berdirinya berbagai rumah singgah yang mempercepat proses pendidikan agar bisa dirasakan oleh semua anak-anak sejatinya menjadi pelajaran bagi pemerintah agar lebih serius dalam pembenahan dunia pendidikan yang timpang tindih dalam mekanisme penjalanannya. Terutama maraknya geliat korupsi di dunia pendidikan yang diindikasikan total kerugian negara mencapai Rp. 619 miliar sehingga menjadi pemicu macetnya penyaluran dana untuk dunia pendidikan bagi para seluruh rakyat Indonesia. Korupsi yang sering terjadi di dunia pendidikan lambat laun jika tidak diberantas maka dampaknya akan menambah parah jumlah anak-anak yang putus sekolah dan memutuskan harapan bagi anak-anak yang ingin memasuki dunia pendidikan sebab alasannya mahalnya biaya sekolah untuk membeli pakaian seragam, buku sekolah dan lain-lain.

Sedari itu lah menimbulkan kesadaran pada kita bahwa siapapun berhak untuk mendapatkan pendidikan. Dan tidak ada alasan yang boleh menghalangi siapapun untuk menempuh pendidikan. Oleh karena itu, penulis berdoa semoga Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Mei akan meningkatkan mutu pendidikan kita terutama menjangkau anak-anak jalanan yang butuh akan dunia pendidikan agar diperhatikan oleh negara.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Ekonomi Islam Semester IV, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, IAIN-SU)

Monday, May 12, 2014

Pentingkah Pendidikan?

Pentingkah Pendidikan?

“Pentingkah Pendidikan?” sebuah judul yang diajukan penulis dalam artikel ini untuk menimbulkan pertanyaan dalam retorika pendidikan yang sudah menjadi kebutuhan primer bagi setiap manusia. Mengingat dari pada itu adalah penting untuk mengatahui tokoh bapak pendidikan Indonesia ialah Ki Hadjar Dewantara yang lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889. Mengingat usaha, kerja keras, membangkitkan semangat pembangungan pendidikan yang ditutup oleh orang-orang kolonial bagi beberapa strata kasta masyarakat Indonesia. Dalam hal ini perkembangan pendidikan yang begitu maju seperti sekarang menjadikan kesatuan visi bagi semua pihak memahami pendidikan yang fungsinnya untuk apa pula.

Indonesia menuliskan kemerdekaannya dicatatan sejarah cukuplah panjang sudah sejak tahun 1945 sampai kepada sekarang yang menghasilkan banyak sudah kebaikan dan keburukan dari kepemimpinan pemimpin untuk mewujudkan cita-cita bangsa dalam pendidikan yang merdeka dinikmati setiap masyarakat Indonesia. Menilik keluar sedikit dari Indonesia yakni luar negeri telah terpapar gambaran kemajuan dari berbagai aspek yang dienyam masyarakatnya apalagi kalau bukan pendidikan. Kemajuan yang dicapai demikian hebatnya melahirkan banyak generasi muda yang berkopeten menata kehidupan negara yang semakin menghasilkan eksistensi di mata dunia luar. Dan dari pada itu tercapainya dari cita-cita pendidikan menyuguhkan kesegeran kreativitas masyarakat untuk memecahkan problema di kehidupan sehari-hari. Dan negara hadir untuk mereka dikebanyakan di negara luar seperi Singapura, Malaysia, AS, Jerman, Inggris dan banyak lagi.

Dinukilkan juga bahwa agama Islam menyuruh setiap ummatnya untuk mengenyam pendidikan dari dalam kandungan sampai akhir hayatnya yang itu termaktub dalam sabda Nabi Muhammad Saw. Agama yang menjadi pembimbing setiap ummat manusia dalam melakukan tindakan semasa hidupnya telah menata tingkah pola manusia untuk bisa belajar dan belajar dalam menghabiskan hidup untuk pendidikan sebagai penyalur antara pemikiran dengan tindakan untuk tindakan yang benar menurut agama dan menjadi penyeimbang antara dunia dan akhirat.

Pendidikan...
Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa bapak pendidikan Indonesia yakni  Ki Hajar Dewantara yang menjabat sebagai menteri pendidikan telah berjuang untuk membangun Indonesia dari segi SDM dengan menata pendidikan menjadi lebih baik dari pada sebelumnya diera kolonial yang terjadi pengekangan untuk dapat pendidikan hingga banyak melahirkan generasi muda yang siap menghimpun semangat atas negara dengan masyarakat yang cerdas. Dicari tokoh lain juga yakni R.A. Kartini yang berjuang bagi pendidikan bagi kaum wanita yang ketika dijamannya sangatlah memprihatinkan nasib perempuan yang terbelenggu dengan adat istiadat yang membelenggu setiap perempuan untuk bisa menikmati pendidikan, perjuangan beliau dengan bukunya yang Habis Gelap Terbitlah Terang menghadirkan era baru bagi wanita untuk bebas terhadap langkah emansipasi pendidikan yang setara dengan kaum adam dengan mendidik langsung dan akhirnya dapat berkembang.

Tercantum pengertian pendidikan yang dikutip penulis dari website sarjanaku.com yang juga mengutip dari Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional menyatakan pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tatalaku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan, proses, cara, perbuatan mendidik. Sehingga dari pengertian itu dipahami bahwa hadirnya pendidikan bagi masyarakat dapat seharusnya mengarahkan menjadi suatu kedewasaan atas perubahan dari sebelumnya ketika belum menerima pendidikan.

Termaktub di dalam UUD 1945 pada pasal 31 ayat 1 dijelaskan bahwa ‘setiap warga negera berhak mendapatkan pendidikan’. Dilanjutkan juga di ayat 2 pada pasal yang sama ditandaskan juga bahwa ‘Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya’. Bahwa dari dua ayat tersebut pada pasal 31 di berikan asumsi untuk diketahui bersama mengenai pendidikan yang begitu pentingnya untuk di dapatkan setiap warga negara dan menjadi peran negara untuk mewujudkan tercapainya itu semua.

Alangkah sedih bila dipandang sekarang dari kemajuan IPTEK yang sudah menembus batas negara sehingga jalur informasi yang seharusnya di asumsi masyarakat itu luas untuk menambah ilmu pengetahuan dalam kemashlahatan, tetapi melihat banyaknya anak-anak yang putus sekolah yang semestinya  masih duduk di bangku sekolah. Dan perhatian serius melihat jumlah masyarakt miskin di Indonesia pada tahun 2012 tercatat mencapai 29,13 juta yang menjadi salah satu terhambatnya roda penyelenggaraan pendidikan yang seyogyinya menjadi asupan semua rakyat Indonesia baik kaya ataupun miskin.

Seperti diatas yang penulis merujuk dari contoh kemajuan yang telah dicapai negara menjadikan kesejahteraan masyarakat terangkat dari ketertindasan. Seperti kembali dilihat di negeri sendiri, maraknya anak-anak yang putus sekolah bahkan tidak pernah menerima pendidikan secara formal yang salah disebabkan kemiskin adalah mengharuskan mereka lebih berjemur di tengah terik matahari di jalanan lampu merah baik dengan melakoni pekerjaan yang halal maupun melakukan tindakan yang melanggar hukum untuk sebuah selembaran rupiah bagi perut yang menunggu.

Dan bahwa pendidikan yang diterima seharusnya menjadikan sikap dan prilaku yang diperbuat manusia adalah bermartabat dengan menjunjung nilai-nilai agama, nilai integritas bangsa, dan ikut serta menyemarakkan pendidikan bagi setiap warga negara Indonesi yang lain untuk dapat tercapainya cita-cita bangsa ketika didengungkannya proklamasi kemerdekaan.

Dewasa ini cukup banyak pembangunan yang sebagian telah tercapai di banyak daerah dengan hadirnya sekolah-sekolah negeri yang menjamur, dipasangi dengan infrastruktur penunjang belajar mengajar, dan lahirnya banyak guru yang sedia untuk pembangunan bangsa dari segi penanaman pendidikan bagi murid-muridnya. Tetapi hal tersebut juga ternyata tidak serasi dengan kenyataan yang sering dipertontonkan di televisi. Jembatan yang rubuh di daerah pedalaman seperti tertutup mata aparatur pemerintahan setempat dan pusat mengharuskan banyak anak-anak sekolah menyeberanginya dengan nyawa yang sudah digantungkan dijembatan tersebut. Alangkah sedihnya demikian jika tidak lekas diperbaiki untuk memperlancar jalur transportasi yang dibutuhkan anak-anak sekolah dalam impian yang sudah dibangun besar. Media-media internasional menyorot hal  yang demikian sebagai bukti pemerintah membalikkan wajah terhadap dunia pendidikan yang semestinya pondasi negara dapat berdiri di alun-alun bumi.

Disambung dengan akhlak yang dimiliki pejabat publik baik di anggota dewan sampai menteri yang memberikan contoh negatif terhadap perkembangan informasi untuk didikan positif kepada masyaraktnya. Hadirnya korupsi hambalang, PON Riau, impor daging sapi, hilangnya uang pajak negara itu sebagian kecil dari akhlak pejabat publik terhadap ambruknya pendidikan untuk binaan keseriusan bahwa pendidikan yang bisa diwujudkan dpat memperbaiki pola pikir salah dari aparatur negara.

Jikalau tercapainya pendidikan sesuai isi dari pasal 31 UUD 1945 ayat 1 dan 2 mesti dipikirkan bersama bahwa hal yang bisa dicapai bersama adalah kesejahteraan ekonomi yang dinikmati masyarakat, teratasinya krisis ekonomi, pangan, listrik dan lainnya, adanya junjungan tinggi terhadap nilai-nilai agama yang tertulis di pancasila, maraknya pembangunan IPTEK dan terutama akhlak menjadi perbaikan serius yang tercapai nantinya. Harapan-harapan yang tinggi bagi setiap anak bangsa ketika mengetahui betapa pentingnya pendidikan itu dapat dilihat dari putra-putri bangsa yang memenangkan olimpiade science dalam berbagai bidang keilmuan dan ketika dulu bagaimana Indonesia sempat menorehkan tinta sejarah dimana berhasilnya melakukan peluncuran pesawat pertama buatan Indonesia yang digawangi langsung oleh BJ Habibie, adalah bukti torehan serius dari apiknya pendidikan untuk dienyam setiap warga negara.

Banyak tokoh-tokoh bangsa menjadi tiruan pasti bagi semua putra-putri bangsa di abad sekarang dan nanti diantaranya Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, Ki Hajar Dewantara, RA Kartini, BJ Habibie dan tokoh-tokoh lainnya bahwa keseriusan bukti pendidikan dijalankan langsung bagi pembangunan SDM (Sumber Daya Manusia) untuk Indonesia dapat jaya seperti negara-negara lain. Bahwa tidak dipertanyakan pendidikan itu penting atau tidak tetapi harus menjadi kewajiban setiap warga negara untuk mendapat pendidik dalam cita-cita bangsa yang termaktub di dalam UUD 1945 dan Pancasila.

Seperti penulis mengutip ucapan Ippho Santosa yang mengatakan : “untuk mendorong gerobak cukup hanya menggunakan tenaga tetapi untuk mengendarai helikopter harus dengan pendidikan”.

Oleh: Satria Dwi Saputro

Wednesday, May 7, 2014

Pemuda dan Kemerdekaan Indonesia

Pemuda dan Kemerdekaan Indonesia

“Beri aku sepuluh pemuda maka aku akan guncang dunia ini” Ir. Soekarno
Pemuda bagi bung Karno adalah manusia istimewa yang mempunyai pandangan yang maju dan visi yang bisa merubah Indonesia menjadi lebih baik lagi. Pemuda erat sekali kaitannya dengan kemerdekaan bangsa ini di waktu dulu bagaimana para pejuang kebanyakan adalah pemuda, bagaimana juga persatuan visi dari berbagai daerah dirancang oleh pemuda serta bagaimana pun juga bung Karno serta tokoh-tokoh pahlawan lainnya sewaktu muda sudah ikut berjuang dalam memerdekaan Indonesia yang dijajah Belanda lalu di jajah oleh Jepang.

Perjalan Indonesia meraih kemerdekaan sudah sampai diusia 68 tahun sejak 1945 hingga di tahun 2013 ini banyak sekali perubahan dan pembaharuan yang tak lain dimotori oleh pemuda. Begitu apiknya pemuda dengan harapan yang dielukan oleh Bung Karno bahwa pemuda dapat mengarahkan republik Indonesia menjadi negara makmur, tak lagi didapati orang kelaparan, tak jua dijumpai para koruptor dan tak pernah lagi Indonesia menumpuk hutangnya kepada luar negeri. Harapan bung Karno bukan tanpa alasan bahwa pemuda menjadi kunci perubahan lebih baik bagi Indonesia karena jiwa para pemuda adalah jiwa-jiwa yang kritis terhadap persoalan yang krusial di masyarakat, bisa melahirkan prestasi-prestasi yang membawa nama Indonesia harum di kancah Internasional dan generasi para pemudalah sebagai generasi yang diharapkan mampu mengelola kekayaan alam Indonesia untuk kemakmuran bersama.

Bung Karno tidaklah salah menumpukan harapan kepada para pemuda untuk merawat kemerdekaan Indonesia agar tidak lagi terjajah oleh negara asing. Sehingga dalam perjalanan bangsa ini sudahlah banyak para pemuda Indonesia yang berangkat keluar negeri untuk belajar lalu pulang membangun Indonesia maju seperti sekarang ini. Tidaklah kita mungkin lupa akan BJ. Habibi yang dulunya adalah seorang pemuda yang belajar ke jerman lalu pulang membangun perusahan pesawat terbang bagi negara Indonesia dan itu tidak hanya satu orang tetapi sudah lebih dari ribuan pemuda yang membuktikan ingin merawat kemerdekaan yang perjuangkan oleh pemuda di waktu dulu.

Jangan sampai menjadi generasi yang rusak.
Pemuda dan kemerdekaan begitu erat kaitannya dan tak bisa dilepaskan satu sama lainnya karena tanpa pemuda mungkin sulit Indonesia akan meraih kemerdekaannya sehingga tumpuan kepada para pemuda untuk menjaga kemerdekaan haruslah diteruskan. Kemerdekaan yang dimaksud bukan hanya sekedar kita terlepas dari invasi militer negara Belanda, Inggris maupun Jepang tetapi kemerdekaan disini adalah kemerdekaan yang bisa dinikmati oleh setiap rakyak Indonesia. Merdeka dari kebodohan, merdeka dari kemiskinan, merdeka dari narkoba, merdeka dari diskriminasi, merdeka dari hak-hak yang dirampas, merdeka dari para koruptor dan banyak yang lainnya harus dimerdekakan. Sehingga bila para pemuda telah menjadi generasi yang rusak maka kemerdekaan-kemerdekaan itu hanya menjadi sebuah angan-angan di waktu tidur.

Zaman globalisasi dengan berbagai alur budaya yang sudah tidak terbendung lagi telah dinikmati siapa saja terutama para pemuda. Alur globalisasi yang tak terbentengi lagi telah banyak mengikis nilai-nilai budi pekerti yang baik sehingga menyebabkan banyak dari pemuda berprilaku yang melanggar norma-norma kesopanan yang telah di ajarkan. Banyak sudah mengkonsumsi narkoba yang dilakukan oleh para pemuda sehingga merusak masa depan mereka dan juga bangsa ini nantinya, banyak juga para pemuda ikut meramaikan korupsi masal atas uang rakyat sehingga menyebabkan ribuan rakyat menjadi miskin dan sulit bersekolah. Ini sesuatu yang patut direnungkan oleh para pemuda sebagai generasi penerus dari para leluhur yang berjuang meraih kemerdekaan Indonesia.

Rusaknya para generasi muda yakni pemuda akan mencederai arti kemerdekaan yang sudah berumur lebih dari setengah abad yang bisa diprediksi di masa depan nanti mungkin akan dijajah lagi oleh negara asing karena pemuda-pemudinya tidak peduli lagi untuk merawat dan menjaga kemerdekaan Indonesia. Rusaknya para pemuda akibat memakai narkoba, melakukan korupsi, sibuk dengan pergaulan bebas dan malas meraih cita-citanya secara langsung akan menghanyutkan Indonesia keambang kehancuran nantinya. Dari itu penyelamatan akan rusaknya para muda marak dilakukan sekarang ini.

Rutin setiap tahunnya di berbagai daerah memperingati hari kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus tidaklah hanya sekedar seremony biasanya yang rutin dilakukan tetapi perlu diambil makna yang terkandung dalam peringatan kemerdekaan itu yakni bahwa para pemuda mempunyai peran menentukan Indonesia akan menjadi apa dikedepan nantinya. Sehingga perjuangan yang dilakukan para leluhur bangsa dengan rela mengorbankan harta dan jiwa menjadi sebuah motivasi bagi kita -para pemuda- ikut meneruskan perjuangan dengan tidak menyia-nyiakan waktu melakukan perbuatan yang merusak diri sendiri tetapi seharusnya melakukan perbuatan yang bermanfaat bagi semua.

Dan pesan untuk kita bersama -para pemuda- ialah bahwa bung Karno mengakui para pemuda sebagai pilar yang bisa menjaga kemerdekaan Indonesia sampai kapanpun dan jangan sampai kita -para pemuda- menjadi generasi yang merusak Indonesia untuk maju.

Oleh : Satria Dwi Saputro
(Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, IAIN-SU)

Monday, May 5, 2014

Prestasi Bangsa Bagai Kelapa Condong

Prestasi Bangsa Bagai Kelapa Condong

Seribu orang tua bisa bermimpi. Satu orang pemuda bisa merubah dunia (Bung Karno).

Kalimat motivasi di atas sengaja dituliskan penulis yang dikutip dari seorang presiden pertama Indonesia yang bernama Ir. Soekarno. Beranjak dari kata-kata itu memikirkan satu pemahaman dibenak penulis bahwa besarnya pengaruh pemuda untuk kemajuan bangsa. Tetapi melihat realita bangsa yang ternyata menutup mata untuk suatu kemajuan merujuk kepada kebangkrutan pemikiran untuk menabalkan torehan prestasi bagi pembangungan negeri menjadi negara mandiri.

Dalam cita-cita BJ Habibie sebagai presiden ketiga indonesia yang berkeinginan menjadikan Indonesia sebagai negara mandiri adalah suatu torehan prestasi dengan dicurahkannya semuanya bagi pembangunan Indonesia untuk dapat memproduksi sendiri pesawat terbang dalam memenuhi jalur penerbangan yang cukup luas. Keseriusan ini dilakukan dengan tindakan serius dari negara waktu dengan memberikan beasiswa kepada banyak pemuda untuk mendapatkan gelas S1, S2 dan S3 dan dibawa pulang kembali untuk menyiapkan rencana pembangunan negeri. PT. IPTN (Industri Pesawat Terbang Indonesia) yang berdiri dengan dipimpin langsung oleh BJ Habibie adalah untuk pertama kalinya Indonesia secara matang menyiapkan rencanya memproduksi pesawat terbang atas komitmen menghadirkan angin segar atas pembangunan dari berbagai aspek yang hampir tercapat di titik klimaksnya.

Singkat kalimat dari perjuangan keras hadirnya IPTN yang menyiapkan pesawat terasa sukses tepat pada 10 Agustus 1995, pesawat pertama dengan jenis N-250 siap diluncurkan sebagai penerbangan perdana merupakan hadiah  bagi bangsa dan negara Indonesia. Klimaks perjuangan yang terbayar itu dilirik dasarnya adalah buah karya dari pemuda untuk menuliskan prestasi bangsa yang sangat bersejarah untuk diketahui semua pemuda bangsa Indonesia. Proses bangkrut terjadi akibat krisis moneter tahun 1997 ikut para elite politik melupakan PT. DI yang berganti nama dari IPTN dan ditambah dari maraknya KKN dan konglomerat hitam yang membawa lari uang negara keluar negeri. Imbas dari itu semua tinggallah PT. DI menjadi sebuah pabrik rongsokan yang sudah tidak dipedulikan lagi atas dasar pudarnya rasa kepedulian bagi pembangunan bangsa yang tinggal selangkah lagi pada waktu itu.

Prestasi yang condong
Peran pemuda yang sudah dituliskan penulis dari ucapan Bung Karno adalah melihat keyakinan Bung Karno begitu yakin atas pemuda terhadap perubahan yang dihasilkan untuk bisa membangun bangsa. Melihat lahirnya banyak prestasi yang dipersembahkan bagi negeri adalah torehan para pemuda dalam membawa negeri kekancah internasional. Sebagai contoh torehan prestasi yang dihasilkan pemuda ialah mengikuti olimpiade ke luar negeri dari berbagai cabang ilmu pengetahuan dan banyak pulang dengan membawa medali emas dan perak. Disamping itu dalam gerakan kemerdekaan sejak dulunya sudah dituliskan dibuku-buku sejarah oleh sejarawan bahwa pemuda mempunyai gerakan pasti terhadap pencapaian Indonesia mengibarkan bendera Merah Putih di bumi pertiwi.

Malang juga patut dikatakan, di abad 21 sekarang ini, prestasi yang diharapkan kembali mekar lagi serasa sulit diwujudkan lapisan masyarakat bangsa. Dihantui politik yang salah dalam mengatur negara dengan menjamurnya korupsi dihampir semua partai politik. Akibat seperi ini membuat muaknya banyak pemuda untuk dapat betah di bumi pertiwi dengan lebih memilih menetap diluar negeri. Langkah yang banyak diambil seperti ini menjadikan republik yang mendapat prestasi yang salah dalam bidang korupsi dengan mendapat urutan ke lima adalah catatan hitam dari condongnya prestasi bangsa.

Ditambahkan juga dari kemiskinan yang menghuni jiwa-jiwa penduduk negeri sangatlah memprihatinkan. Ini dapat dilihat dari seringnya masyarakat berebut sembako hingga tak jarang menimbulkan korban jiwa, tidak hanya itu carut-marutnya ekonomi menghantarkan kita tidak lagi mampu menjadi negara bebas impor sembako tetapi mengharuskan negeri mengirim banyak tenaga kerja keluar negeri untuk memenuhi pertumbuhan ekonomi yang sudah tidak sanggup di negeri yang katanya “kaya”. Betapa tidak menurut data yang dikutip penulis dari detik.com menuliskan data dari BPS menyatakan : “Jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2012 mencapai 29,13 juta orang (11,96 persen), berkurang 0,89 juta orang (0,53 persen) dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2011 yang sebesar 30,02 juta orang (12,49 persen),"

Angka yang dilangsir BPS dalam detik.com adalah angka yang tidak sedikit melihat besarnya jumlah masyarakat miskin mencapai bilangan 29 juta merupakan dari lumpuhnya aspek pembangunan dalam prestasi yang mandul untuk dapat meningkatkan kesejahteraan untuk mengurangi jumlah masyarakat miskin mencapai 29 juta.

Adopsi banyak pemuda Indonesia oleh negara asing adalah bukti dari kepasrahan pemerintahan untuk perbaikan prestasi bangsa dalam menimbulkan perbaikan dari berbagai bidang laiknya ekonomi, pendidikan, infrastruktur dan banyak lainnya. Mengakibatkan minimnya orang-orang berilmu untuk mewujudkan itu semua dalam mengarahkan Indonesia kelurusan prestasi yang tegak berdiri.

Dimana Identitas Bangsa?

1. KH. Hasyim Asyari adalah pendiri NU (Nahdatul Ulama) di Indonesia yang merupakan seorang ulama dan pejuang yang belajar jauh di Mekkah lalu pulang kembali ke negerinya –Indonesia- dan menyebarkan dakwah dalam perjuangan bangsa Indonesia.

2. KH. Ahmad Dahlan adalah pendiri Muhammadiyah di Indonesia yang merupakan seorang ulama dan pengusaha juga belajar jauh ke Makkah lalu pulang kembali ke negerinya –Indonesia- dengan menyebarkan dakwah Islam dalam perbaikan bangsa Indonesia.

3. BJ. Habibie adalah presiden ketiga Indonesia yang sengaja pulang kembali ke negerinya –Indonesia- untuk ikut membangun indonesia dalam pendirian IPTN dan pembangunan ekonomi bangsa.

Diatas penulis sengaja menuliskan beberapa orang yang memiliki identitas bangsa yang tinggi dalam menciptakan berbagai kemajuan yang bisa dicapai negera untuk memakmurkan bersama semua lapisan masyarakat. Bagaimana tidak ketiga orang di atas mempunyai catatan sejarah yang sangat tinggi dikarenakan memiliki identitas bangsa yang sudah tidak diragukan lagi. Mampu membawa Indonesia mempunyai nyawa tersendiri di jamannya dalam setiap tokoh di atas, membuat banyak tokoh-tokoh dunia mengapresiasi para tokoh-tokoh di atas yang mengabdikan diri untuk menanamkan identitas bangsa dari tindakan nyata mereka.

Identitas bangsa merupakan sebuah kepastian yang harus dimiliki oleh semua lapisan masyarakat untuk menciptakan kecintaan kepada negeri sendiri. Hadir dari pada itu sudah banyaknya hilang harga diri bangsa ini dapat di lihat dari hilangnya pulau yang diambil negera tetangga, diciplaknya budaya bangsa oleh negara tetangga dan penyiksaan TKI di luar negeri yang hanya bisa menyuguhkan kepasrahaan bagi pemerintah untuk menyelematkannya. Menghalau dari semua itu perlulah ditanamkannnya identitas bangsa bagi semua pemuda dan seluruh lapisan masyakarat untuk menghidupkan kembali prestasi-prestasi yang terkesan seperti kelapa condong terhadap semua yang dimiliki negeri tetapi bangsa luar yang menikmatinya.

Alangkah sedihnya bila itu tidak bisa diwujudkan dari kenyataaan langsung yang diterima dari banyaknya diantara masyarakat terutama pemuda ikut dalam tawuran pelajar, pengrusakan infrastruktur, bahkan penggunaan narkoba. Sangat disayangkan dari itu semua dikala negeri yang masih hidup dalam krisis prilaku baik menjadikan begitu mudah terkikisnya budaya ketimuran oleh budaya barat yang merusak prilaku bangsa, dan hausnya sudah indonesia akan prestasi-prestasi oleh para pemuda untuk menghidupkan suasana jaya kembali di bumi pertiwi yang sempat tertidur.

Adalah ucapan Bung Karno di awal tulisan ini memberikan bukti pasti bahwa pemuda-pemuda dapat mampu untuk merubah Indonesia sebagai penegakan kembali prestasi yang diraup bangsa pertiwi. Dan itu bukti dari kepercayaan dari seorang presiden bahwa Indonesia akan melahirkan prestasi yang tidak condong bagai kelapa.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, IAIN-SU).

Saturday, May 3, 2014

Hati-Hati Dari Dampak Negatif Jejaring Sosial

Di abad milenium ini perkembangan teknologi sudah tidak terbendung lagi dengan arus globalisasi dapat dinikmati siapa saja dan dimana saja seperti tanpa ada jarak yang menjadi pembatas. Ya, dari majunya teknologi yang sudah menjadi kebutuhan pokok bagi kehidupan bermasyarakat dilengkapi pulalah dengan hadirnya jenis-jenis jejaring sosial yang ikut meramaikan prilaku keseharian manusia.

Jejaring sosial bila ditilik dari dampak positifnya maka bisa disimpulkan bahwa orang-orang dapat berkomunikasi dengan orang lain secara mudah dan praktis dengan biaya murah tentunya. Layanan jejaring sosial seperti facebook dan twitter dapat dinikmati dengan akses yang mudah melalui mobile sehingga tak perlu capek melihatnya melalui komputer ataupun laptop. Namun digaris bawahi bahwa dari adanya jejaring sosial sedikit banyaknya telah memberikan dampak negatif yang tak bisa terelakkan oleh siapapun. Dan yang paling nyata menerima dampak negatif tersebut ialah kaum muda. Apabila di survei akun yang paling banyak bertebaran di jejaring sosial dari facebook dan twitter maka bisa ditebak ialah akunnya anak muda yang paling banyak ketimbang akun orang-orang yang sudah berumur di atas 30 tahunan. Inilah menjadi sesuatu kekhawatiran bagi para orang tua terhadap perkembangan otak anak yang bisa saja diracuni hal-hal yang tak patut di tonton dari jejaring sosial.

Gambar: Dampak Negatif Jejaring Sosial
Efek negatifnya
Efek negatif yang paling sederhana diterima oleh manusia dari jejaring sosial ialah putusnya komunikasi di masyarakat. Dengan asyiknya bermain di jejaring sosial membuat waktu terkuras habis hanya untuk sekedar menuliskan status atapun bermain game sehingga waktu yang dipergunakan untuk bersosialisasi di masyarakat tidak ada lagi. Hal ini sangat membahayakan karena bagaimapun manusia sejatinya ialah makhluk sosial, makhluk yang saling membutuhkan satu sama lain dalam berkehidupan sehingga apabila putusnya komunikasi di lingkungan masyarakat maka setiap orang tidak akan memiliki kepedulian lagi.

Apabila anda rajin melihat berita maka banyaknya bermunculan kasus kejahatan diakibatkan dari penggunaan jejaring sosial yang tanpa kontrol dari orang tua. Kasus-kasusnya ialah maraknya tindak kejahatan penculikan yang dialami kaum perempuan dikarenakan mudahnya percaya untuk diajak kenalan langsung tanpa didampingi oleh orang tua, saudara, ataupun teman.

Kasus lainnya ialah bermunculannya fitur-fitur yang sebenarnya tergolong terlarang untuk dilihat oleh siapapun terutama anak-anak sehingga dari itu akses penggunaan jejaring sosial harus mendapatkan perhatian serius dari orang tua. Hal ini berdampak terhadap pola pikir anak yang akan menyalahi norma-norma agama dan lingkungan sehingga mengganggu masa tumbuh kembang anak di masa kanak-kanak mereka.

Kasus-kasus tersebut tak lepas penyebabnya dari kecanduan yang sudah menggandrungi para manusia terhadap jejaring sosial dan sulit untuk menghentikannya walaupun sesaat. Yang inilah bagi kita untuk bijak menggunakan jejaring sosial seperlunya sehingga tak sampai kepada tingkat kecanduan atau berlebihan dalam menggunakan jejaring sosial. Karena dari kecanduan itulah dampak-dampak negatif itu bermunculan dan merusak sendi-sendi kehidupan bermasyarakat.

Jejaring sosial sejatinya mampu memberikan banyak dampak positif ketimbang dampak negatif jika kita bijak menggunakan ke arah yang positif dan tentunya tidak berlebihan. Dan hemat saya ialah perlunya kontrol orang tua terhadap para anak dalam mengakses internet sehingga keluarga kesayangan kita dapat terlindung dari dampak negatif yang bisa timbul dari jejaring sosial.

Oleh : Satria Dwi Saputro
Gambar:
1. http://akbidibrahimy.ac.id/artikel-149-dampak-facebook-dalam-dunia-kerja.html

Wednesday, April 23, 2014

Suksesnya Anak Karena Sosok Seorang Ibu

Suksesnya Anak Karena Sosok Seorang Ibu

“dan Kami telah perintahkan manusia untuk berbuat baik kepada kedua orang tuanya, Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukur kepada Ku dan kepada kedua orang tuamu, hanya kepadaKulah kembalimu” (QS. Luqman: 14)

Sosok ibu adalah seorang figur yang tersangkut paut dengan apa yang dirasakan oleh anak-anaknya. Ketika seorang anak sukses maka kesuksesannya tersebut bukan karena usahanya semata tapi atas restu ibu dan ayahnya yang turut mendoakan dan menyokong impian anaknya. Tapi terkadang jasa ibu dan ayah terkadang terlupa begitu saja bagi anak yang mengira suksesnya disebabkan atas kerja kerasnya yang tanpa dibantu oleh siapapun termasuk ibunya.

Dalam ayat suci Al-quran pada surat Luqman ayat 14 sebagaimana telah dituliskan di atas telah jelas bahwa Allah Swt, menyuruh kepada semua manusia agar berbakti kepada kedua orang tuanya, baik kepada Ibunya yang telah mengandung selama sembilan bulan dan membawa kandungan itu terus hingga melahirkan tanpa keluhan apapun serta kepada ayah yang juga menjaga dan merawat hingga dewasa. Sehingga menjadi renungan bagi para anak yang masih mempunyai kedua orang tua untuk betul-betul menyadari kesuksesan yang diraih adalah karena figur ibu dan ayah yang tanpa letih menangis mendoakan anak-anaknya agar sukses.

Dewasa ini kemajuan peradaban yang telah merubah berbagai nilai di tatanan masyarakat sedikit banyaknya telah berdampak serius akan prilaku seorang anak kepada ibu dan ayahnya. Seperti yang dipertontonkan film-film di televisi yang bersumber dari belahan dunia barat sana jelas perkataan seorang anak yang berkata kepada kedua orang tuanya dengan sebutan “you” dan bahkan menunjuk telunjuknya tepat di wajah kedua orang tuanya tanpa merasa bersalah. Tentunya hal tersebut adalah sebuah contoh yang menirukan prilaku yang tidak punya adab lagi kepada orang tua sehingga inilah yang ditakutkan akan ditiru oleh para anak di negara kita.

Bahwa dalam sejarah bahwa Nabi Muhammad Saw sudah menjadi yatim saat berada di dalam kandungan ibunya Siti Aminah dan hanya ibunya lah satu-satunya sosok orang tua yang berada disisi Muhammad ketika kecil. Tapi ibunda Siti Aminah tidak pernah mengeluh kepada ayahnya tentang dirinya yang mengasuh Muhammad tanpa mendapat asuhan dari ayahnya yang sudah meninggal. Dan Muhammad bin Abdullah pun sangat menyayangi ibunya sepenuh hati tanpa pernah menggerutu ataupun berkata “ah” terhadap semua yang dikatakan ibunya. Menakjubkan bagaimana Muhammad yang dalam asuhan ibunya Siti Aminah hanyalah selama enam tahun tapi selama enam tahun tersebut Muhammad yang diasuh oleh ibunya telah tumbuh kembang menjadi lelaki yang arif, adil, jujur, amanah, tanpa pernah sekalipun melakukan perbuatan dosa kepada orang-orang. Sehingga bisa disimpulkan bahwa Siti Aminah adalah sosok ibu yang berhasil mendidik anaknya menjadi anak yang berbudi luhur dan patut direnungkan oleh kita semua.

Orang-orang sukses
Adanya orang-orang sukses baik dari segi materil, karir ataupun kemapanan dalam hal lainnya sejatinya sebagian besar karena peran orang tua yang turut mensukseskannya. Hal ini jangan dipungkiri, bergumamnya Proklamasi oleh Bung Karno disebabkan beliau diasuh oleh Ida Ayu Nyoman Rai adalah sosok ibu yang mengajari Soekarno muda dengan pengajaran agama yang benar, akhlak yang santun, dan menanamkan di hati anaknya untuk selalu menghormati kedua orang tuanya. Sama dengan tokoh-tokoh besar lainnya seperti Hasyim Asyari pendiri NU, KH Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah, dan figur terkenal lainnya adalah besar atas cinta dari sosok seorang ibu yang tulus mendoakan mereka semua. Tentunya ini jelas bagi kita semua bahwa orang-orang besar dengan prestasi yang tak bisa dihitung dengan uang dibesarkan dari keridhoan para orang tua mereka.

Adalah di zaman ini melihat realita yang ada disekitar kita banyak sudah mengetahui dari prilaku seorang anak yang tega menyakiti hati dan raga ibunya karena tidak dituruti permintaannya, dan ada juga yang bahkan berani membunuh ibunya karena masalah sepele. Sehingga hal inilah menyumbat suksesnya seorang anak dalam menggapai cita-citanya karena tersakitinya hati ibunya yang seharusnya dilindungi, disayangi, dan dipatuhi. Padahal Rasulullah Saw bersabda: “keridhoan Allah tergantung kepada keridhoan kedua orang tua dan murka Allah pun tergantung pada murkanya kedua orang tua” (HR Al-Hakim).

Sepatutnya disadari bersama-sama jangan sampai dari mulut kita keluar kalimat-kalimat yang bisa menyinggung persaan hati ibu bapak kita karena bisa jadi murka Allah-lah yang akan kita dapatkan. Sehingga menyayangi, merawat, memberi nafkah, mempererat tali silaturrahmi untuk kepada ibu bapak kita. Dari itu, penulis mengajak semuanya untuk menyadari bahwa kesuksesan yang kita raih adalah berkat doa restu kedua orang tua kita. Dan semoga selalu menyadarkan kita untuk dapat selalu berbakti kepada ibu dan ayah sampai kapanpun tanpa mengenal waktu. Amiin.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Ekonomi Islam Semester III A, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, IAIN SU)

Tuesday, April 22, 2014

Semangat Pemuda Menjauhi Narkoba

Semangat Pemuda Menjauhi Narkoba

Pemuda dalam pandangan Presiden pertama Indonesia yakni Ir. Soekarno atau lebih akrab dengan nama Bung Karno sangatlah istimewa. Beliau menganggap pemuda bisa mencurahkan perjuangannya untuk merubah Indonesia ke arah yang lebih baik, mengatakan pemuda adalah tonggak bangsa yang tak boleh goyah apalagi sampai bercerai berai. Ya, seperti arti pemuda yang begitu sangat berarti di mata Bung Karno dan itu terbukti jelas sekali dengan lahirnya Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 yang diadakan oleh para pemuda dari seluruh Indonesia yang menyatukan semangat, bahasa, dan kebersamaan. Sehingga di waktu berikutnya setelah kemerdekaan Indonesia berhasil diraih banyak pemuda-pemuda yang disekolahkan jauh ke luar negeri dan ketika pulang ke Indonesia berhasil memberikan kontribusi yang sangat luar biasa terhadap pembangunan dari berbagai aspek bagi Ibu Pertiwi (Indonesia).

Laiknya paragraf pertama tersebut merupakan pengantar bagi kita para pemuda yang hidup di zaman yang serba nyaman, enak, dan tidak takut lagi akan penjajahan seperti tempo dulu untuk sama-sama memahami bahwa pemuda selalu memberikan prestasinya untuk mengharumkan nama bangsa Indonesia. Pastinya semua pemuda yang lahir di zaman ini juga ingin memberikan yang terbaik bagi pembangunan Indonesia ke arah yang lebih baik tetapi sebagian dari pemuda telah hidup melenceng menjadi pecandu Narkoba yang bisa merusak generasi para pemuda.

Istilah narkoba sudah tidak asing lagi terdengar oleh kita yang dimaknai sebagai barang yang bisa merusak saraf yang menimbulkan kecanduan yang sangat sulit untuk dihilangkan. Merebaknya kecanduan narkoba telah merambah kemana-mana dan telah menelan korban yang sangat banyak dan tak terhitung jumlahnya di negeri kita Indonesia. Genarasi yang paling banyak terkena sebagai pecandu narkoba itu ialah generasi para pemuda yang di waktu ini berada diperingkat nomor wahid sehingga melemahkan semangat untuk berjuang seperti para pendahulu kita dimasa memperjuangkan kemerdekaan dan mempertahankannya.

Sebagaimana yang dilangsir oleh website beritajakarta.com bahwa pemuda di Indonesia yang memakai barang haram narkoba telah mencapai 14 ribu jiwa sehingga hal ini sangat di khawatirkan akan dimasa mendatang nasib pemuda-pemuda akan tida mempunyai masa depan yang diharapkan sebelum memakai narkoba. Jumlah pemakai narkoba dari kalangan pemuda bila tidak ditangani secara serius dengan memberikan pengarahan melalui sosialisasi di sekolah-sekolah ataupun menyeminarkannya kepada para pemuda di tingkat perguruan tinggi dan memberikan aturan hukum yang sangat tegas maka jumlahnya akan terus bertambah dari waktu ke waktu tapi bila hal tersebut dilakukan oleh semua pihak terutama pemerintah maka dapat diprediksi bahwa jumlah pemakai narkoba dari kalangan pemuda dan yang lainnya akan terus berkurang karena memahami akan bahayanya dari memakai narkoba.

Pemuda dan Semangatnya
Mengkaji mengenai narkoba memang tidak ada habisnya karena pengedaran barang haram narkoba telah merambah kemana-mana, mulai dari tingkat orang dewasa sampai dengan kepada anak-anak yang masih menyandang baju sekolah. Memprihatinkan mengetahui tersebut tapi itulah nyatanya yang terjadi di tengah-tengah lingkungan kita.

Melihat apa yang dialami oleh banyak pemuda kita yang menjadi pemakai narkoba hal tersebut menghambat dalam proses menggapai cita-cita yang telah dituliskannya dalam mimpi-mimpinya sehingga menurunkan semangat untuk meraih semua cita-cita itu. Memahami bahwa dengan menjamurnya jumlah pemakai narkoba yang terus bertambah baik di perkotaan maupun di pedesaan sejatinya menunjukkan adanya bentuk penjajahan baru yang tidak lagi menggunakan senjata seperti sebelum kita merdeka dari penjajahan Belanda dan Jepang tetapi dengan melemahkan semangat para pemuda untuk bangkit berprestasi sehingga di masa mendatang tak ada yang bisa dilakukan oleh para pemuda untuk memperbaiki negeri ini yang telah rusak parah.

Dengan menyadari bahwa telah terjadinya bentuk penjajahan baru di masa ini yang disebabkan oleh narkoba yang telah banyak merenggut para pemuda sejatinya menunjukkan pada kita semua agar menjauhi yang namanya narkoba dan jenis-jenisnya sehingga kita tidak termasuk ke dalam orang-orang yang telah terjajah oleh narkoba. Sehingga kita mampu menunjukkan semangat berkontribusi untuk berprestasi dengan dapat membanggakan orang-orang kita sayangi dan juga negara ini dan di masa mendatang para pemuda yang diharapkan tumbuh berkembang jauh dari narkoba telah siap bersaing dengan orang-orang dari belahan negeri yang lain.

Padahal dengan hidup tanpa narkoba sebenarnya kita bisa seluas-seluasnya mengasah keterampilan kita dari berbagai bidang seperi melukis, menari, bidang sains, ekonomi, sosial, dan lain-lain sehingga besar kemungkinan dari jumlah remaja dan pemuda lebih dari 20 juta jiwa dapat menaruhkan prestasinya yang diharapkan bersama-sama. Tapi beda halnya bila sudah kecanduan narkoba maka semangat untuk mengembangkan kemampuan itu akan terhambat oleh narkoba yang mengakibatkan seperti terkurung dalam jeruji besi. Dari itu dengan merubah mindset untuk tidak mengkonsumsi narkoba dan mencoba melepaskan diri dari belenggu narkoba adalah keinginan yang besar sebagai pemuda yang masing berkeinginan berkontribusi menyalurkan semangat untuk menunjukkan prestasi kepada dunia.

Sehingga semangat para pemuda sejatinya tidak pernah mati apalagi kandas di tepian pantai karena seperti kata Bung Karno bahwa pemuda bisa merubah dunia, itu bukan omong kosong belaka dan itu bisa dibuktikan. Tetapi bila pemuda terjerumus ke dalam lembah narkoba maka untuk terlepas dari kecanduan narkoba akan sulit apalagi untuk merubah dunia. Dari pada itu memaknai Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober nanti memberikan pencerahan kepada kita bahwa pemuda terdahulu telah menunjukkan keseriusannya membawa Indonesia sampai merdeka sehingga itu menjadi semangat bagi kita untuk meneruskannya tanpa memakai narkoba.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Penulis adalah Pemuda dan Mahasiswa Jurusan Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, IAIN-SU)

Monday, April 21, 2014

Menampung Air Mata Ibu Pertiwi

Menampung Air Mata Ibu Pertiwi

Seorang anak tentunya tidak akan tega melihat ibunya menjatuhkan air mata yang mencecah tanah. Sang anak pasti akan langsung bertanya mengenai gerangan sang ibu bisa menangis dan menghapus air mata itu sambil tersenyum. Itulah mengapa sosok ibu sangat berarti bagi anaknya karena agamapun mengajarkan untuk menghormati, menyayangi, mematuhi ibu sudah mengandung dan membesarkan anaknya sampai dewasa. Kalimat sebelumnya adalah gambaran yang dapat disamakan dengan nasib Ibu Pertiwi kita di saat ini yang mendapatkan cobaan bertubi-tubi dari para manusia yang hidup dalam pelukannya.

Ibu pertiwi adalah negara yang dihiasi oleh hamparan tanah yang tak terpandang luasnya, lautan yang tak habis untuk direnangi, dan kekayaan alam lainnya untuk menghidupi semua rakyat yang berpijak di atas tanah Indonesia. Walaupun demikian, ibu pertiwi juga bisa menangis dari prilaku-prilaku buruk yang diperbuat manusia di atas tanahnya sehingga berbagai macam bencana pun turun memijak umat manusia yang berdosa ataupun tidak. Alam negara Indonesia yang dianugerahi Tuhan adalah bukti cinta kasih ibu pertiwi agar para manusia tidak sembrono dalam mengelola alam dan mengajarkan nilai untuk saling mengasihi dan membantu satu sama lain.

Sebagaimana dalam keluarga ada ayah dan ibu lalu ada kakak dan adik yang masing-masing saling membantu agar tidak tertimpa musibah. Tampak di saat ini yang jika diumpamakan Kakak dari anak tertua yang dilahirkan oleh ibu adalah orang-orang yang dipercayakan berdiri dipemerintahan. Sebagaimana seharusnya birokrasi yang dihuni oleh orang-orang yang diamanahkan berjuta janji sepatutnya bersikap mendahulukan kepentingan rakyat dari pada kepentingan pribadi. Tapi tampaknya itu berbeda yang sering dibaca, ditonton oleh rakyat yang ada di televisi dan media cetak adalah para pemimpin saling berebut kekayaan alam ibu pertiwi untuk memperkaya kantong masing-masing tanpa lagi peduli sama rakyat. Adanya korupsi, penyuapan, raja-raja kecil di tiap daerah, unsur monopoli yang menghimpit ekonomi rakyat marak bertaburan di mana-mana tanpa lagi melihat rasa persaudaraan antar manusia yang lahir dari satu kandungan Ibu sehingga membuat miris hati sang ibu.

Terbaca jelas dari paparan yang dijelaskan oleh berbagai media di nusantara bahwa jumlah kasus korupsi yang ditangani oleh KPK mencapai 578 kasus sehingga rakyat kekurangan subsidi dan semakin dihimpit oleh kemiskinan yang menyesakkan dada. Tindakan-tindakan kepala daerah yang juga sering merekrut sanak keluarga duduk dalam pemerintahaan tanpa melakukan seleksi terbuka untuk semua masyarakat. Sehingga menyimpulkan kasus monopoli birokrasi tampil dengan munculnya raja-raja kecil yang rakyatnya sebagai pelayan abadi. Menyayangkan seperti ini menjadikan tingkat pengangguranpun mencapai 7,39 juta yang dilangsir oleh tribunnews.com dan jumlah orang miskinpun sebanyak 28,07 juta jiwa yang berlipat-lipat jumlahnya dari angka pengangguran sehingga dapat dipahami kepedulian untuk merawat cinta ibu pertiwi telah terhapus dari hati para pemimpin yang diberikan amanat.

Bencana bertubi-tubi
Meningkatnya utang Indonesia hingga jumlah keseluruhan mencapai 2.273 triliun yang diekspos oleh semua warta media dan lonjakan nilai rupiah yang melemah terhadap dollar sampai angka Rp 12.000 telah menusuk perut rakyat yang hidup dalam peliknya mencukupi ekonomi. Harga berbagai bahan pokok pastinya akan naik terutama yang berasal dari impor luar negeri sehingga niat pemerintah ditahun berikutnya untuk menurunkan tingkat kemiskinan, penangguran, dan anak-anak yang tidak mendapat pendidikan bisa jadi tak kan terkabul karena masih banyak diantara mereka hidup dalam kemewahan dari uang-uang rakyat.

Utang yang mencapai ribuah tirilliun kepada luar negeri dan nilai rupiah yang menyentuh angka dua belas ribu menandakan ibu pertiwi telah menangis dan ingin menegur anak-anaknya yang lalai mengurus amanah jutaan rakyat. Disamping itu adanya bencana lain selain utang dan inflasi juga bertubi-tubi menjatuhi tanah Indonesia sebagaimana bencana terdahsyat turun di tanah sumatera bagian utara yakni Aceh berupa Tsunami dahsyat yang menelan korban sampai 230.000 orang, banjir yang menyerang kota-kota penting seperti Jakarta, Bandung, dan Medan yang sudah makanan tahunan, dan yang terbaru bencana erupsi gunung sinabung di Sumatera Utara.

Apa yang dipaparkan di atas menunjukkan pada kita bahwa tanah pertiwi sudah menjadi tempat alam bicara kasar dari menurunkan bencana yang bertubi-tubi yang merenggut banyak nyawa dan merugikan masyarakat serta negara. Tapi seyogianya bila disadari bersama-sama oleh kita semua bahwa ibu pertiwi telah jelas marah dan ingin lekas kita berubah menjadi manusia yang beradap dan menyayangi sesama sehingga kemakmuran tidak hanya dicium oleh orang yang kaya tetapi sampai kepada rakyat miskin.

Melihat juga kerusakan alam yang diakibatkan kerakusan manusia mengakibatkan lebih dari 60 % hutan Indonesia rusak parah sehingga pemerintah berkomitmen untuk melakukan mereboisasi kembali dan hasilnya baru dinikmati 25 tahun mendatang. Itu lah yang dihadapkan sama kita semua sehingga sisa kekayaan alam kias menipis setiap tahun dari sumber daya hutan, laut, tambang dan minyak. Dan parahnya kemandirian untuk mengolah kekayaan masih belum digalakkan sehingga sebagian besar kekayaan ibu pertiwi diadobsi oleh asing dan rakyat Indonesia hanya menikmati sedikit dari kekayaan tersebut.

Menengadahkan tangan
Menyadari diri kita adalah hidup dari kekayaan yang dipunyai oleh ibu pertiwi menjadikan kita sadar untuk bijak dalam mengelola kekayaan alam yang dipergunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat. Ibu pertiwi yang menangis disebabkan alam yang rusak, moral baik yang dipijak-pijak kezholiman dan sikap membangun rasa persaudaraan yang kian menipis. Inilah yang patutnya dapat direnungkan bersama-sama sehingga setelah detik pertama kita menyadari kesalahan dapat berbakti pada ibu pertiwi untuk menyayangi alam dengan baik dan memperkuat nilai-nilai keluhuran budi perkerti yang baik.

Jangan salah untuk kita pahami bahwa negara yang maju adalah negara yang berdiri hanya dari segi kecanggihan teknologi dan kemajuan ekonomi per kapita rakyatnya tapi menunjukkan sikap kepedulian dan mendahulukan kepentingan bersama adalah satu poin penting negara maju dapat diwujudkan di negara Indonesia. Di waktu ini negara Indonesia masih hidup dalam kebimbangan yang kurang memiliki wibawa di mata internasional. Dapat dibuktikan dari seringnya terjadi penyiksaan terhadap TKW yang bekerja di luar negeri tanpa kejelesan hukum yang bisa menyelamatkan mereka. Bayangkan dalam website detik.com menyebutkan bahwa di 142 negara di berbagai belahan dunia bekerja TKI asal Indonesia yang mencapai 6,5 juta jiwa. Jumlah tersebut sangatlah besar dan memberikan pandangan bagi rakyat yang masih berdiam di Indonesia: Sebegitu malangkah negeriku ini?

Disamping itu mirisnya pemerintah melalu kementrian kesehatan yang digerakkan langsung Menteri Kesehatan berencana akan membagikan kondom gratis kepada masyarakat untuk mempringati hari AIDS sedunia. Ini yang sangat disayangkan dari tindakan yang diambil oleh Menkes yang secara tersirat telah melegalkan tindakan prostitusi yang banyak lapaknya diberbagai daerah di Nusantara. Sehingga ini tidak akan mengurangi jumlah orang yang terjangkit virus HIV/AIDS tetapi malah meningkatkan dan menurut Ketua Komisi Anak Indonesia menyatakan bahwa membagikan kondom bukan tindakan strategis dan bisa disalah tafsirkan oleh pelajar dan mahasiswa yang menerima kondom tersebut.

Sehingga kita menyadari untuk menengadahkan tangan ke atas sembari berdoa kepada Tuhan agar tangisan ibu pertiwi dapat berhenti dan simponi kedamaian, kesejahteraan, dan akhlak mulia dapat dirasakan oleh semua rakyat Indonesia. Hingga akhirnya Hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember nanti mengajarkan kita semua untuk memahami penderitaan Ibu Pertiwi sudah sangat dalam sehingga mengurangi penderitaan tersebut adalah tanggung jawab bersama yang tidak boleh untuk dikesampingkan oleh semuanya.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Ekonomi Islam, IAIN-SU)

Sunday, April 20, 2014

Korupsi Benamkan Sikap Kepemudaan Para Pemuda

Korupsi Benamkan Sikap Kepemudaan Para Pemuda

Korupsi sering diibaratkan sebagai tikus berdasi yang membawa lari tumpukan uang-uang yang dicuri dari berangkas Bank Rakyat. Merajalelanya tindakan korupsi sudah bukan barang asing lagi karena perbuatan tersebut telah banyak dilakukan oleh hampir dari semua kalangan masyarakat, baik dari kalangan masyarakat awam sampai kepada orang-orang yang berpendidikan tinggi yang duduk di pemerintahan. Menariknya hukuman buat para pelaku korupsi yang telah merampas uang rakyat masih tampak belum adil dan memberikan efek jera agar tidak satupun masyarakat terutama para generasi muda mengikuti perbuatan tersebut. Sehingga nilai-nilai yang berbudi luhur dapat terus terealisasi di tengah masyarakat kita.

Adalah dari seringnya tampak perbuatan korupsi yang tayang di televisi dan media cetak memberikan satu asumsi bahwa prilaku korupsi dikatakan bagian dari budaya di negeri kita –Indonesia-. Tentu yang demikian tidak ada yang menginginkannya karena bagaiamanapun kerusakan yang diakibatkan dari banyaknya yang korupsi ialah terciptanya ketidak adilan kepada masyarakat dan menjadikan lambannya pembangunan nasional guna mensejahterakan rakyat. Membudayanya korupsi di negeri kita sejatinya telah merusak dan membenamkan jiwa kepemudaan yang diwarisi oleh para pendiri bangsa kepada generasi penerus. Sikap-sikap kepemudaan para pendiri bangsa adalah sikap sedia untuk mengayomi rakyat, sikap untuk menjaga dan mengelola kekayaan alam dengan baik, dan tidak menjadi pengkhianat negara. Perbuatan korupsi dapat dikatakan sebagai pengkhianat negara yang sudah menguras habis uang-uang negara, menjual kekayaan alam demi kepentingan pribadi, dan menghilangkan jiwa kepemudaan yang luhur.

Dari pada itu kita sebagai para pemuda tentu tidak menginginkan ‘korupsi’ menjadi bagian dari gaya berbudaya masyarakat kita karena kebangkrutan dan kehancuran bangsa ini bisa terwujud dari merebaknya prilaku korupsi. Para pemuda di mata Bung Karno bagai pilar yang menjulang tinggi dan mampu untuk menjaga Indonesia serta menghembuskan angin segar perubahan yang membawa kemajuan bagi masyarakat kita. Kepercayaan Bung Karno tersebut dapat dilihat dalam perkembangannya setelah kemerdekaan Indonesia tahun 1945 dengan terus lahirnya pemuda-pemuda yang menunjukkan eksistensinya sebagai pembawa perubahan seperti BJ Habibi, Nur Kholis Madjid, Adiwarman Karim, M. Syafi’i Antonio, dan lainnya. Kesemuanya adalah pemuda-pemuda yang tidak sedikit menyumbangkan prestasinya untuk memajukan pembangunan dari bidang IPTEK, Ekonomi, Pemikir Sosial dan lainnya sehingga bisa dijadikan contoh oleh para pemuda di zaman ini yang akan tumbuh untuk esok hari agar berbuat yang sama seperti mereka.

Jiwa Kepemudaan
Menurut laporan ICW yang dilangsir oleh www.okezone.com pada tanggal 28 agustus 2013 tercatat bahwa dalam 10 tahun terakhir jumlah kerugian negara akibat korupsi di bidang Pendidikan mencapai 619 Miliar Rupiah. Kerugian tersebut hanya dari satu bidang saja yakni pendidikan bila ditanya dari bidang-bidang yang lain seperti olah raga, kekayaan alam negara, pembangunan daerah, dan sebagainya jumlah kerugian tercatat lebih dari ratusan triliyun rupiah. Uang tersebut bila dialokasikan sepenuhnya guna untuk mensejahterakan rakyat dari berbagai sisi maka dapat tercapai dan jumlah pengangguran dapat dikurangi, jumlah orang miskin dapat terkikis sampai keakarnya, dan jumlah orang yang berpendidikan dapat meningkat drastis. Tentunya semua itu tercapai bila tidak ada yang korupsi tetapi karena banyaknya yang korupsi kebalikannya yang ditemui dari tingginya angka kemiskinan, angka pengangguran yang tidak menurun secara signifikan, dan orang-orang yang tidak mendapatkan pendidikan semakin banyak saja.

Yakinnya sebagai pemuda yang diharapkan untuk membawa perubahan kita merasa khawatir akan seperti apa bangsa ini dimasa depan dan telah terbenamnya rasa kemepudaan yang berbudi luhur disebabkan korupsi. Banyaknya kasus korupsi tersebut tidak hanya dilakukan oleh orang-orang yang berumur uzur atau sudah tua tetapi beberapa kasus yang diungkap oleh KPK tersangkanya ada juga dari kalangan pemuda. Tersangka dari kalangan pemuda itu adalah M. Nazaruddin yang terlibat kasus korupsi Hambalang, Gayus Tambunan yang terlibat korupsi di kantor Pajak, dan beberapa orang lainnya dari berbagai intansi pemerintahan. Membaca itu kita menyadari bahwa jiwa kepemudaan hampir terbenam sepenuhnya ke dalam lembah hitam karena hanya untuk mementingkan pribadinya sendiri.

Jiwa pemuda yang hampir lenyap tersebut adalah bagian dari tanggung jawab kita untuk mengamalkannya kembali dengan memudarkan budaya korupsi yang begitu lumrahnya dilakukan oleh semua orang. Menghilangkan budaya korupsi oleh para pemuda saat ini dapat dilakukan dari diri sendiri dengan menyandarkan hidup kepada nilai-nilai agama yang membimbing ummatnya ke arah yang benar dan bersikap mendahulukan kepentingan umum dari pada hanya memenuhi kepentingan pribadi semata. Dengan mendekatkan kehidupan dengan ajaran agama sejatinya dapat membenamkan rasa untuk mengambil uang yang bukan hak.

Membangkitkan Semangat Kepemudaan
Semangat kepemudaan penting dimiliki oleh setiap orang terutama bagi para pemuda sendiri. Hadirnya semangat kepemudaan menunjukkan bahwa para pemuda adalah orang-orang yang kritis terhadap kezholiman yang terjadi akibat tindakan korupsi, orang-orang yang membela orang-orang teraniaya karena haknya dicuri oleh para pelaku korupsi, dan orang-orang yang memperbaiki prilakunya agar tidak mencontoh prilaku korupsi tersebut. Banyaknya para pemuda yang memiliki semangat kepemudaan sama halnya dengan telah meruntuhkan cara pandang orang-orang yang begitu akrab untuk berkorupsi.

Membaca dari data yang disuguhkan di bagian para pemuda terlibat kasus korupsi sesungguhnya telah menohok perasaan hati para pemuda saat ini karena telah menurunkan semangat bagi para pemuda untuk memajukan bangsa Indonesia tanpa korupsi. Sehingga dilihat di sekitar kita banyak sudah dari pemuda-pemudi tidak peduli dengan negaranya mau berjaya atau kembali dijajah disebabkan korupsi sudah dijadikan bagian dari prilaku yang dibudidayakan saat ini. Dilihat juga terjerumusnya Indonesia menjadi negara yang cukup lamban pertumbuhan ekonominya di antara negara-negara ASEAN sejak krisis moneter 1998 lalu dan juga Indonesia menduduki peringkat 58 negara terkorup di dunia. Penyebab dari kedua hal tersebut tak lain adalah karena korupsi.

Menurunkan semangat para pemuda-pemudi menjadi gebrakan perubahan sangat dikhawatirkan tidak akan memberikan perubahan berarti untuk menurunkan kasus korupsi yang lagi marak-maraknya dibasmi oleh para elite penegak hukum dari Kepolisian, KPK, dan Kejaksaan. Karena korupsi tidak akan habis diberantas sampai keakarnya bila hanya menopangkan pada ketiga penagak hukum tersebut. Perlu bagi pemuda memberikan sokongannya yang kokoh turut serta menghapuskan korupsi dari sendi-sendi kehidupan karena semangat pemuda adalah moral suci yang perlu dipertahankan untuk menghapuskan prilaku korupsi sebagai moral buruk yang tak patut untuk ditiru.

Penutup
Pada bagian paragraf terakhir ini adalah pesan bagi kita bahwa sikap kepemudaan perlu untuk ditegakkan dan itu bagian dari perjuangan untuk menjadikan kita insan yang berakhlakul karimah. Sehingga benar kata Bung Karno: “Perjuanganku lebih mudah karena hanya mengusir para penjajah, tetapi perjuanganmu jauh lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri”.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Penulis adalah Pemuda dan Mahasiswa Jurusan Ekonomi Islam, IAIN-SU)

Tuesday, April 15, 2014

Mengenal Manfaat Tersenyum

Mengenal Manfaat Tersenyum

Manusia adalah makhluk yang terlahir penuh dengan emosi, gejolak amarah yang itu bisa dilihat pada raut setiap wajah manusia. Takkala marah maka emosi benci, kesal dan tak suka maka akan diketahui dari wajahnya juga, tetapi tak kala bahagia maka emosi tertawa, senang, ramah, dan suka tersenyum akan menjadi pagelaran yang bisa dilihat pada wajah setiap manusia. Karena semua itu ada pada diri kita. Namun dalam artikel ini akan dipaparkan beberapa hal yang penting dari manfaat tersenyum bagi kita yang membiasan untuk tersenyum. 
Baik, akan dipaparkan satu persatu dari arti penting dari manfaat tersenyum bagi kita, diantaranya :
  • Tersenyum dalam dampak kesehatannya diketahui bahwa dapat menambah kekebalan sistem tubuh kita, adalah alasannya dikarenakan dari kerileksasian tubuh akan beban pikiran yang berkurang dengan tersenyum.
  • Tersenyum juga dari kesehatannya dapat menyembuhkan rasa sakit yang dialami oleh tubuh kita. Sadarilah dari itu akan meningkatnya hormon endorfin yang dapat menghilangkan rasa sakit yang diderita oleh tubuh kita.
  • Kecantikan dan ketampanan wajah akan terjaga keawetannya dari mudah tersenyum terhadap sesuatu maupun terhadap orang lain. Adanya terjaganya keawetan tubuh dikarenakan otot-otot wajah akan terangkat dan membuat kejenuhan akan pergi.
  • Mengatakan juga dari tersenyum dapat mengurangi tekanan darah yang dialami oleh kita.
  • Dalam bisnis diperlukan sikap untuk tersenyum dalam menjaga hubungan bisnis untuk memperlancar urusan dalam bisnis dengan tersenyum dan membiasakannya.
  • Mengurangi stress, salah satu faedah tersenyum untuk bisa dilakukan oleh setiap kita dalam menghadapi hidup yang tidak sesuai dengan keinginan namun akan menimbulkan rasa untuk berusaha dalam memperbaiki yang dilakukan.
  • Senyum adalah sedekah, ingatkan tentang kata ini. Iya manfaat salah satunya dilirik dalam agama bahwa senyum merupakan sedekah karena bentuk sedekah tidak berpatokkan kepada harta namun tersenyum adalah bentuk sedekah yang bisa diberikan kepada orang lain.
  • Tersenyum adalah ibadah, iya. Bahwa diketahui dari kita ketika bertemu dengan saudara kita maka tersenyumlah karena itu akan mempererat tali silaturrahmi antara kita.
  • Tersenyum bermanfaat untuk menghargai usaha orang lain, benar. Dalam pandangan Islam, penting untuk menghargai setiap usaha yang dilakukan oleh orang lain sedari itu dengan tersenyum oleh kita nampak terlihat penghargaan telah kita berikan untuk apa yang dikerjakan dalam motivasi untuk giat bekerja. Hal ini penting dilakukan oleh atasan kepada bawahan dalam tetap membina hubungan baik antara bos dan staffnya.
Inilah beberapa dari manfaat penting dari tersenyum, karena penting setiap manusia untuk tetap tersenyum dalam mengkondisikan diri menjadi lebih baik dan mampu melihat kesulitan bukan tak mungkin untuk teratasi dari tersenyum itu dilakukan. Dikatakan juga bahwa dari kesemua manfaat tersenyum yang dituliskan di atas dalam praktiknya jika diterapkan tidaklah mungkin menjadikan kekecewaan tetapi melukiskan semua yang baik-baik karena agamapun menyuruh ummatnya untuk tersenyum kepada sesama.

Oleh : Satria Dwi Saputro
Sumber :
1. http://www.omdading.com/2012/03/manfaat-senyum-yang-perlu-diketahui.html
2. http://www.downest.com/2013/03/3-peran-senyum-dalam-islam.html
3. http://www.jelajahunik.us/2013/04/5-manfaat-tersenyum-bagi-kesehatan-anda.html

Friday, April 11, 2014

Korupsi dan Tingkat Kemiskinan Rakyat

Korupsi dan Tingkat Kemiskinan Rakyat

Korupsi tampaknya sudah bagai budaya yang lumrah terjadi di negara kita Indonesia. Setiap hari pemberitaan yang dirilis oleh media selalu berkaitan mengenai korupsi dan penyuapan yang menyeret para petinggi pejabat negara. Tentunya itu bukanlah budaya yang patut ditiru oleh siapapun sebab korupsi yang terjadi di negera kita telah menyebabkan kemelaratan kemiskinan yang harus dipikul rakyat. Korupsi yang terjadi menyedot uang rakyat tidak hanya terjadi pada satu instansi saja tetapi telah terjadi diberbagai instansi seperti kesehatan, pendidikan, olah raga, pangan rakyat, dan lain-lain. Kerugian yang dihitung-hitung pun mencapai ribuan trilliunan rupiah.

Menjadi pusat perhatian kita bersama bahwa korupsi yang tumbuh bagai dimusim penghujan yang begitu tak terhitung jumlahnya telah menyebabkan kemiskinan yang banyak menyeret rakyat Indonesia. Betapa tidak berdasarkan berita yang ditulis oleh Sindonews.com yang mengatakan bahwa jumlah kemiskanan di Indonesia pada Maret 2013 lalu mencapai 28,07 juta jiwa yang dikutip dari BPS. Banyaknya jumlah masyarakat miskin di Indonesia salah satu penyebabnya ialah sempitnya lapangan pekerjaan yang bisa dibuka untuk menampung para rakyat yang telah matang untuk bekerja. Yang akibatnya menjadikan tingginya tingkat pengangguran setiap tahunnya diberbagai daerah.

Tapi penyebab utama dari berbagai alasan membludaknya rakyat Indonesia yang terpuruk dalam kemiskinan adalah masih maraknya tindakan korupsi yang terus menelan uang rakyat. Disebabkan berdasarkan data yang diungkap oleh KPK bahwa selama 2004 sampai akhir 2013 jumlah kasus korupsi yang telah berhasil diungkap mencapai 353 kasus yang diberitakan oleh Surat Kabar Waspada pada 10 Januari 2014. Dapat dibayangkan betapa banyaknya jumlah uang rakyat yang telah ditelan oleh para tersangka korupsi sehingga patutlah itu menjadi penyebab utama atas tingginya rakyat miskin di Indonesia. 

Biangnya Korupsi
Dikatakan tadi bahwa jumlah rakyat miskin yang dirilis oleh BPS yang mencapai 28,07 juta jiwa orang pada Maret 2013 menghasilkan tingkat pertumbuhan ekonomi pun menjadi sangat lambat ditambah dengan naiknya harga BBM yang diikuti naiknya berbagai harga komoditi makanan pokok. Banyaknya jumlah rakyat miskin yang disebabkan oleh berbagai faktor sangatlah menghimpit kehidupan banyak rakyat yang masuk dalam jurang kemiskinan sebab hal tersebut menjadi penghambat bagi mereka untuk meningkatkan taraf kehidupannya. Seperti banyaknya rakyat miskin yang anaknya terkena penyakit busung lapar dikarenakan keterbatasan ekonomi untuk membeli makanan yang sehat dan bergizi. Yang juga dalam kasus berbeda banyaknya anak-anak yang memilih tidak sekolah atau putus sekolah yang faktornya tidak mempunyai biaya dan memilih untuk bekerja. Hal ini tentunya menjadi renungan pada kita untuk membuka mata melihat rakyat miskin yang meningkat tak lepas mempunyai korelasi dengan tingginya angka korupsi yang terus diungkap oleh KPK.

Jadi, jika disebut biangnya adalah korupsi rasa-rasanya sangatlah tepat karena jika para tersangka korupsi tidak melakukan korupsi dan membelanjakan uang rakyat untuk memakmurkan rakyat hasilnya mungkin berbeda. Jumlah rakyat miskin akan berkurang tiap tahun dimana terbukanya ribuan lapangan pekerjaan yang mampu menyerap jutaan orang akan menurunkan tingkat rakyat miskin di semua daerah.

Banyaknya orang yang korupsi dengan memanipulasi uang rakyat menggunakan berbagai cara membuat proyek yang sudah diagendakan buat meningkatkan taraf hidup untuk rakyat menjadi terhambat sebab dananya telah raib masuk ke dalam kantong masing-masing. Dari itu penting untuk menyelamatkan uang rakyat dari tangan koruptor untuk digunakan kembali pada jalan yang semestinya yaitu buat rakyat. 

Selamatkan rakyat miskin.
Jumlah rakyat miskin yang begitu banyak di negara Indonesia menunjukkan kepada kita betapa para pemangku jabatan di pemerintahan masih menutup matanya untuk menjalankan tugas buat kemakmuran rakyat. Tertindasnya rakyat disebabkan haknya telah dirampas oleh pejabat dengan korupsi haruslah menyadarkan diri kita semuanya untuk menyelamatkan rakyat dari jurang kemiskinan. Berdirinya para penegak hukum seperti kepolisian, kejaksaan, KPK dan lain-lain adalah sebagai bukti masih hidupnya negara ini untuk memberantas para koruptor yang masih bergentayangan di pemerintahan.

Terbabat habisnya para koruptor dengan terkembalinya uang negara dapat menjadi angin segar kepada seluruh masyarakat untuk bisa mendapatkan hidup yang layak tanpa ada satupun yang terkucilkan. Karena menurunnya tindakan korupsi di semua lembaga pemerintahan baik dari tingkat eksekutif, yudikatif, dan legislatif berarti telah tersadarnya para pemimpin untuk serius membenahi nasib rakyat yang makin terpuruk akibat korupsi yang merajalela.

Kita semua harus sadar dan dapat berubah dengan korupsi tak ada satupun yang akan bahagia sebab korupsi adalah merampas hak orang lain dan membuatnya sengsara. Maka dari itu, mendewasakan diri kita dengan membenahi prilaku akhlak agar tak melakukan korupsi sejatinya telah menyelamatkan jutaan rakyat dari jurang kemiskinan untuk bisa hidup layak.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, IAIN-SU)
Ngasong dan Korupsi

Ngasong dan Korupsi

Geliat korupsi yang sudah merambat kemana-kemana dan pelakunya pun yang telah terungkap jumlahnya tak kalah banyak dengan jumlah rupiah yang dicuri mereka sehingga menyebabkan kerugian yang harus ditanggung negara ini. Kerugian yang terjadi akibat korupsi berdampak serius terhadap kelambanan kemajuan negara ini dari segi perbaikan finansial masyarakatnya, mapannya pendidikan, dan kelayakan kerja yang belum dirasakan sama-sama. Masih ditemukannya disejumlah kota-kota besar seperti Medan, Jakarta, Bandung, dan lainnya orang-orang yang bekerja belum memiliki penghasilan yang cukup ataupun masih terdapat berpenghasilan masih dibawa gaji rata-rata yang ditentukan pada masing-masing provinsi.

Ya, pekerjaan yang masih banyak dilakoni oleh orang-orang Indonesia dengan pendapatan yang tidak menentu adalah berdagang asongan. Berdagang asongan adalah jenis pekerjaan yang laris manis digeluti oleh sebagian besar masyarakat ibu kota yang tidak punya pekerjaan tetap dengan gaji yang layak. orang-orang yang menggeluti berdagang asongan ini berjualan pada tempat-tempat yang ramai dikunjungi oleh orang-orang seperti gerbong kereta api, di jalan raya, halte bus, dan tempat-tempat lainnya. Dan produk-produk yang dijual pun hanya sebatas rokok, koran, mie instan, permen, tisu, nasik, cofee instans, dan produk lainnya yang harganya tak lebih dari Rp. 10.000. Menariknya sebagian kecil dari para pekerja yang berjualan asongan adalah anak-anak yang seharusnya duduk manis di bangku sekolahan untuk menimba ilmu bukan seharusnya berjemur diterik matahari dan bergumul di tengah sesaknya keramaian demi mencari sesuap nasi untuk hari ini.

Orang-orang yang bekerja sebagai pedagang asongan adalah orang-orang yang berstatus miskin dan perlu mendapatkan sokongan pelatihan kerja agar mampu mandiri membuka usaha nyata bukan seharusnya mengasong diperempatan lampu merah ataupun di kereta api. Himpitan ekonomi yang terus meningkat apalagi seringnya Indonesia mendapatkan serangan inflasi dari anjloknya nilai tukar rupiah terhadap asing yang catatan terbaru yang dilansir oleh metrotvnews.com bahwa pada tanggal 28 November 2013 mata uang Indonesia anjlok sampai Rp 12.000 terhadap dollar amerika. Anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dollar sejatinya memukul pasar-pasar yang ada di Indonesia karena berbagai harga bahan pokok dapat naik yang menghantam kehidupan rakyat yang berpenghasilan minim. 

Biangnya Korupsi
Adalah jumlah pedagang asongan yang kian tahun terus meningkat di berbagai kota hal ini disebabkan ketidakmampuan untuk membuka usaha dengan layak karena keterbatasan keterampilan dan modal sehingga arti pemerintah diperlukan disini untuk memberdayakan pedagang asongan agar beralih profesi ke arah yang lebih baik. Korupsi yang menggeliat di berbagai lini pemerintahan menyebabkan kelambanan untuk memajukan berbagai lini penting menjadi terhambat sehingga harus mengorbankan rakyat kecil yang lintang pukang mencari pekerjaan apa saja untuk menafkahi hidupnya. Dari yang disuguhkan harian tribunnews.com pada juli 2013 bahwa hilangnya uang negara yang dicuri oleh koruptor sebanyak Rp 250 trilliun dan uang yang berhasil dikembalikan untuk kas negara hanya sebesar Rp 15,09 Trilliun atau sekitar 8 persen dari jumlah semuanya Rp. 250 Trilliun.

Besarnya jumlah uang yang dicuri oleh koruptor menjadikan rakyat yang semestinya bisa hidup layak dan sejahtera harus disuruh puasa dulu dan bersabar disebabkan keterbatasan uang untuk memberikan subsidi dalam bidang pendidikan dan ekonomi yang menjadikan jumlah orang miskin di Indonesia mencapai 28,07 juta jiwa. Sebagian besar orang miskin tersebutlah hidup dalam keterbatasan ekonomi sehingga memaksa mereka harus bekerja sebagai pedagang asongan yang terkadang bentrok dengan aparat hukum yang ingin menertibkan para pedagang asongan. Dalam satu sisi keberadaan pedagang asongan memang mengganggu kelancaran aktivitas masyarakat di jalan raya, stasiun, dan bandara tapi dilihat dari sisi yang berbeda adanya pedagang asongan bukti mereka ingin berjuang untuk keluar dari jurang kemiskinan yang bisa mengubur mereka jika tidak bekerja.

Itulah yang menjadi pilihan masyarakat yang hidupnya tercatat oleh BPS sebagai masyarakat kelas miskin yang harus tetap bekerja demi mendapatkan seonggok rupiah yang tak terbilang jumlahnya. Tidak sebanding jumlah uang negara yang dikorupsi dan dikembalikan pada kas negara yang juga kadar hukuman yang diputuskan untuk terpidana korupsi pun masih banyak yang tidak membuat jera para pejabat lain untuk tidak korupsi dan adapula terpidana korupsi yang kabur keluar negeri dengan membawa uang curiannya.

Benarnya adalah korupsi yang menjamur di birokrasi pemerintah negara kita menjadi biang kerok ambruknya negara ini menjadi negara yang sulit mendapatkan kepercayaan dari luar negeri. Apalagi tersangka korupsi yang sering bermuculan di layar televisi dan koran kebanyakan adalah orang-orang penting di pemerintahan yang diamanahkan untuk mengurusi hajat hidup orang banyak agar bisa sejahtera. Adalah seperti gubernur, bupati, walikota, anggota DPR RI dan DPRD, ketua MK, Kepolisian, ketua SKK Migas dan institusi lainnya dicatat rapi sebagai terpina korupsi yang menguras uang rakyat dan membunuh rakyat secara perlahan-lahan. 

Lebih Baik Ngasong daripada Korupsi
Iya, jika ditanyakan pada hati nurani masing-masing mana lebih baik bekerja sebagai pengasong atau duduk dipemerintahan tapi korupsi. Jawabannya jika dipakai hati nurani yang paling dalam tentunya adalah berdagang asongan. Terhormat mereka yang tercatat dalam catatan BPS sebagai orang miskin tapi masih mau bekerja keras sebagai pedagang asongan yang menjual barang-barang kepada para masyarakat umum dengan harga yang murah dan keuntungan alakadarnya. Terhormat mereka tak sampai menjadi peminta-minta di jalanan dan tak menjadi pencuri uang rakyat tapi masih berkeinginan merubah hidupnya keluar dari lubang kemiskinan dengan berdagang asongan dalam keterbatasan modal untuk membuka usaha yang lebih layak.

Dibanyak media di Indonesia tampak pedagang asongan yang jumlahnya tak terhitung lagi di berbagai provinsi dan kota sering bertengkar dan kejar-kejaran dengan aparat hukum yang melakukan razia terhadap pedagang asongan. Tentunya kita melihat ini merasa sedih karena seharusnya yang ditangkap oleh aparat hukum adalah koruptor dan bukan malah pedagang asongan. Yang diharapkan adalah penyuluhan dan aturan yang bijak agar mengarahkan para pedagang asongan ini berdagang pada koridornya sehingga para aparat hukum tidak harus turun tangan menangkapi mereka yang tidak punya usaha lagi selain mengasong.

Mencari rezeki yang halal adalah sebaiknya tujuan hidup kita karena rezeki halal yang didapatkan dan dimakan oleh diri sendiri dan orang yang diberi akan mendatangkan keberkahan dari pada dapat uang banyak tapi korupsi sehingga harus mendapat dua hukuman yakni penjara di dunia dan azab di akhirat kelak. Tentunya inilah yang menjadi perbandingan dari para pedagang asongan yang mencari rezeki yang halal dengan keuntungan yang tidak seberapa tapi mereka tampak masih bisa tersenyum dan tertawa lepas dari capainya bekerja seharian penuh. Dan inilah yang tentunya menjadi pelajaran kita bersama bahwa berdagang asongan dengan penghasilan rendah jauh lebih berkah dari pada harus korupsi untuk memenuhi nafsu semata.

Masalah pedagang asongan yang dirazia guna untuk memberantas mereka tentu tidak akan pernah habis karena keberadaan mereka akibat dari kemiskinan yang diderita sebab itulah ngasong sebagai pilihan hidup dari pada korupsi. Masih gemarnya yang korupsi adalah semakin memperparah meningkatnya jumlah orang miskin dan mengikis jumlah orang yang sejahtera karena uang yang dikorupsi yang sejatinya diperuntuhkan bagi kemakmuran rakyat sudah habis dan yang ingin dimakmurkan tidak mendapatkan apa-apa lagi. Jadi, saran penulis bahwa artikel ini mengajak kita bersama agar tak sampai jadi koruptor karena kerugian yang timbul bukan hanya pada diri sendiri saja tapi juga pada orang lain yang salah satunya meningkatnya jumlah pengasong di Indonesia.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, IAIN SU dan anggota Universal Islamic Economic (UIE) IAIN SU)