Showing posts with label burung. Show all posts
Showing posts with label burung. Show all posts

Tuesday, January 24, 2017

Burung Jalak Bali yang Terancam Punah

Spesies burung jalak yang ramai dipelihara oleh orang-orang termasuk salah satu jenis burung yang keberadaannya hampir terancam punah. Memang tidak semuanya akan tetapi beberapa jenisnya dimasukkan ke dalam daftar fauna yang dilindungi negara dari aksi perburuan dan perdagangan. Salah satunya menimpa burung Jalak Bali yang merupakan burung endemik di pulau dewata Bali. Langkanya populasi burung Jalak Bali sudah sangat lama terjadi terlihat dari didirikannya tempat penangkaran di Bali pada tahun 1995. Untuk itu pada saat ini status burung Jalak Bali sampai sekarang pun masih dilindungi karena aksi perburuan dan perdagangan tetap terjadi.

Burung Jalak Bali yang bernama latin Leucopsar rothschildi sedikit mirip dengan jenis burung Jalak Putih. Deksripsinya berukuran lumayan besar yang sekitar 25 cm dengan terdapat jambul dibagian atas kepalanya. Jambul tersebut akan naik saat burung Jalak Bali merespon gerakan dengan berkicau atau menggerakkan tubuhnya saat hendak terbang. Warna bulunya didominasi warna putih yang hampir menyelimuri semua tubuhnya. Warna hitam pekat terdapat dibagian ujung sayap dan ekor bagian atas dan bawahnya. Didekat matanya atau area pipinya terdapat kulit yang tidak ditumbuhi satu helai pun bulu dan warnanya biru terang. Sebagainya jenis jalak lainnya yang ukuran kaki lumayan panjang sama halnya bagi burung Jalak Bali yang panjang kakinya mirip seperti burung Jalak Putih.
Gambar I: Burung Jalak Bali
Curik Bali yang merupakan nama panggilan lainnya tergolong hewan yang mudah beradaptasi dengan hewan lainnya. Sewaktu mencari makanan biasanya burung Jalak Bali akan bersama kawanannya dalam jumlah kecil dan saat berjumpa dengan burung jalak jenis lain maka kawanan burung endemik Bali inipun ikut berbaur untuk mencari makan bersama. Sifat adaptasi yang apik ini memang tergolong karakter alamiah semua jenis burung jalak yang ada di Indonesia. Pulau Bali yang menjadi satu-satunya habitat asli burung Jalak Bali biasanya berada di daerah dataran rendah yang hutannya masih lebat. Biasanya burung ini akan mencari makan di pepohonan dan atas tanah dengan memakan serangga kecil, reptil, buah-buahan, dan biji-bijian. 

Sewaktu musim kawin tiba, biasanya burung Jalak Bali akan membangun sarangnya dari rumput dan ranting yang disusun di pohon yang berlubang. Dalam sekali masa pembiakan pasangan burung ini dapat menghasilkan 2 sampai 3 butir terlur dengan masa eram maksimal 16 hari. Selain dikenal sebagai burung yang mudah beradaptasi perlu diketahui pula bahwa Jalak Bali tergolong hewan yang setia dengan satu pasangannya sampai akhir hidupnya. Tentunya sifat monogami ini tidak dipunyai oleh semua jenis burung yang ada di hutan alam Indonesia. 
Status burung Jalak Bali menurut International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) berada dalam status krisis. Status yang memprihatinkan tersebut membuat burung Jalak Bali sangat rentan sekali mengalami kepunahan bila sampai lengah untuk melestarikannya dengan menangkarnya. Untuk mencegah burung yang dijadikan fauna identitas Provinsi Bali ini telah dilakukan penangkaran yang tidak hanya terfokus di Bali melainkan dibuat juga tempat penangkaran lainnya di daerah Jawa agar mampu secara perlahan-lahan populasinya dapat meningkat kembali.

Dengan status kritis yang masih dimiliki oleh burung Jalak Bali membuat keberadaannya selalu dalam perlindungan agar terhindar dari aksi perburuan dan perdagangan gelap. Perlindungan untuk burung Jalak Bali pun diatur dalam UU Nomor 5 tahun 1999 dan PP Nomor 7 tahun 1999. Sehingga dengan kita tahu bahwa nasib burung Jalak Bali pun yang rentan punah dapat membuat kita semakin peduli dengan hutan yang menjadi habitat hidupnya untuk menjaganya dari aksi pembalakan dan kebakaran hutan. 

Sumber Tulisan:
1. http://www.kutilang.or.id/2012/04/24/curik-bali-jalak-bali/
2. https://alamendah.org/2009/10/16/jalak-bali-nyaris-punah-di-habitat-asli/comment-page-6/#comments 

Sumber Gambar:
1. https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Balispreeuw_(8374473584).jpg

Monday, January 23, 2017

Mengenal Burung Jalak Putih yang Kian Terancam

Burung endemik Indonesia banyak di antaranya yang hidup dalam ketakutan lantaran keberadaannya yang kian teracam. Terancamnya populasi burung endemik dikarenakan maraknya perburuan untuk diperjualbelikan dengan harga tinggi. Selain itu, tingginya jumlah hutan yang rusak dapat menyebabkan populasi burung endemik pun terus menurun setiap tahunnya. Dari sekian banyaknya jenis burung endemik yang mengalami kepunahan salah satunya dialami dari keluarga burung jalak. Nah, pada kesempatan kali ini penulis mengulas dan menjabarkan mengenai jenis burung jalak tersebut yang nasibnya kian memperihatinkan. Adapun nama burung tersebut adalah burung Jalak Putih.
Spesies burung jalak sudah sangat familiar bagi masyarakat kita karena sifatnya yang mudah beradaptasi dengan jenis hewan lain. Selain itu, bunyi kicauannya pun terdengar merdu dan lantang serta variatif atau beraneka ragam kicauan. Karenanya tak khayal untuk beberapa jenis burung jalak seperti Jalak Suren dan Kerbau terkadang dimanfaatkan untuk memaster burung kicauan. Akan tetapi tidak seperti burung Jalak Putih yang keberadaannya dilindungi oleh undang-undang tentunya dilarang untuk dipelihara sebab populasinya kian menyusut.
Gambar I: Burung Jalak Putih
Burung Jalak Putih yang benama latin Stumus Melanopterus adalah jenis burung jalak yang keberadaannya hanya terdapat dibeberapa daerah di Indonesia. Tepatnya daerah yang menjadi habitat burung yang warna bulunya hampir semua berwarna putih ini adalah Pulau Jawa, Bali, dan Lombok. Selain itu, spesies ini pun mempunyai tiga sub-spesies yang diantaranya bernama laitin Melanopterus, Tricolor, dan Tertius. Sewaktu hidup di hutan biasanya kawanan burung Jalak Putih akan membentuk kelompok kecil untuk mencari makanan berupa nektar bunga, buah-buahan, dan serangga kecil. Bagi burung Jalak Putih yang hidup di hutan Bali terkadang berbaur dengan jenis burung Jalak Bali sebagai ciri sifatnya yang mudah beradaptasi bersama jenis burung atau hewan lainnya.
Baca juga:
Saat memperhatikan ciri fisiknya, kita akan melihat warna putih terang yang menyelimuti hampir keseluruhan tubuhnya. Warna putih tersebut terdapat dibagian atas kepala, tenggorokan, dada, perut, pangkal sayap, punggung, dan bagian atas dekat pangkal ekornya. Sedangkan ada warna hitam yang menutupi bulu dibagian setengah sayapnya, pangkal sampai ujung ekor, dan atas kepalanya yang bercampur warna putih. Terdapat kulit yang tak ditumbuhi bulu apapun dibagin dekat matanya yang berwarna kuning terang. Paruh burung Jalak Putih agak panjang dan kakinya pun berukuran lumayan panjang dengan warna yang mirip seperti paruhnya. Ukuran fisik burung Jalak Putih tergolong sedang yang sekitar 23 cm mulai pangkal paruh sampai ujung ekornya. 

Adapun burung Jalak Putih tergolong jenis burung yang sulit dibedakan antara yang jantan dan betinanya. Akan tetapi dengan memperhatikan secara teliti lagi dapat dipakai untuk membedakan jenis kelaminnya. Umumnya bagi Jalak Putih jantan dapat dilihat dari ukuran fisiknya yang cenderung lebih besar dan panjang dibandingkan betinanya. Warna putih tampak lebih mengkilap dibagian kepala, punggung, dan dadanya. Sewaktu mendengarkan kicauannya terdengar lebih variatif dan nadanya tinggi. Sedangkan bagi burung betina umumnya memperhatikan ukuran tubuhnya yang agak bulat dan tidak setinggi yang jantan. Warna putih yang menutupi bulunya terlihat agak kusam atau sedikit bercampur warna hitam. Saat mendengarka kicauanya terdengar tidak sekencang yang jantan dan variasi kicauannya pun tergolong terbatas. 

Disebutkan bahwa spesies burung Jalak Putih memang tergolong burung yang dilindungi undang-undang keberadaannya. Ini dikarenakan populasinya mengalami penyusutan akibat perdagangan gelap, perburuan liar, dan rusaknya hutan menjadi habitatnya. Akibatnya saat ini kawanan burung Jalak Putih sudah sangat sulit sekali diketemukan di alam liar. Untuk mengembalikan populasinya agar stabil kembali diupayakan dengan menangkarnya di Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Sehingga saat burung ini mampu berkembnang biak dapat dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya dan tentunya mengedukasi masyarakat agar jangan mengusik burung Jalak Putih termasuk hutan yang menjadi tempat hidupnya.

Sumber Tulisan:
1. http://www.kutilang.or.id/2012/04/25/jalak-putih/
2. https://alamendah.org/2012/01/16/jalak-putih-marak-di-sangkar-langka-di-alam/

Sumber Gambar:
1. https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Acridotheres_(or_Sturnus)_melanopterus_(13004772804).jpg

Mengenal Burung Luntur Sumatera Yang Dilindungi

Jenis burung yang masuk dalam daftar perlindungan oleh pemerintah terbilang cukup banyak jumlahnya. Kebanyakan burung yang dilindungi tersebut yang habitatnya hanya berada di kawasan Indonesia atau terbatas dibeberapa daerah saja. Burung yang populasinya terfokus di hutan yang ada di nusantara dikenal sebagai burung endemik yang rentan kepunahannya sangat mudah terjadi. Hal ini dikarenakan burung endemik bukanlah jenis burung migrasi yang dapat dengan mudah berpindah dari satu daerah ke daerah atau lintas negara yang jaraknya jauh. Untuk itu bila hutan yang menjadi habitatnya rusak dapat membuat burung endemik rentan terkena stres dan mati bersama dengan hutan yang rusak tersebut. Pada artikel kali ini, penulis mengenalkan kepada para pembaca sekalian tentang salah satu jenis burung endemik asal Sumatera yang keberadaannya dilindungi oleh undang-undang. Nama burung tersebut adalah burung Luntur Sumatera.
Gambar I: Burung Luntur Sumatera
Burung Luntur Sumatera yang dikenal sebagai burung endemik dari Sumatera merupakan jenis burung yang habitatnya mendiami hutan di dearah pegunungan atau dataran tinggi. Dataran tinggi yang ditinggali oleh burung Luntur Sumatera kebanyakan berada di daerah Bukit Barisan mulai pangkal Sumatera sampai ujungnya. Selain itu, sewaktu mencari makanan biasanya burung Luntur Sumatera akan berdiam diri di atas ranting pohon sembari melihat mangsanya berupa serangga kecil. Akan tetapi terkadang burung ini pun memakan buah-buahan yang berukuran kecil dari pohon yang tumbuh di hutan.
Sekilas memperhatikan burung Luntur Sumatera terdapat kemiripan dengan kerabatnya dari Jawa yakni burung Luntur Jawa. Kemiripan fisik tersebut tampak dari ukuran tubuh, warna bulu yang variasi, dan bulu ekor yang berukuran cukup panjang. Nah, pada burung Luntur Sumatera ukuran tubuhnya hanya sekitar 30 cm saja sedikit lebih kecil dibanding Luntur Jawa. Warna bulunya yang variasi terdiri dari warna hijau kebiruan, abu-abu, kuning, dan merah. Pada bagian punggung, sayap, dan ekornya terlihat berwarna hijau kebiruan yang agak kegelapan. Dibagian tenggorokan, dada, dan perutnya tampak berwarna bercak kekungingan. Kepalanya ditutupi warna hijau zaitun yang agak kegelapan dan pada bagian belakang punggungnya dekat dengan ekor berwarn kungungan. Warna abu-abu tampak dibagian tengah sayap dan paruhnya berukuran kecil dengan dibalut warna merah muda.
Baca juga:
Apiknya tampilan burung Luntur Sumatera yang kaya dengan variasi warna membuat siapapun yang melihatnya pasti terkesima. Selain itu kicauan burung Luntur Sumatera terdengar lumayan indah dan khas atau tidak ada pada jenis burung lainnya. Kicauannya terdengar kurang variatif tapi mampu mengeluarkan kicauannya dengan lantang dan berulang-ulang. Tentunya bagi siapapun yang hendak mendengarkan kicauannya dapat mengunjungi habitatnya secara langsung disekitaran bukit barisan ataupun mendengar melalui internet.
Apalharpactes Mackloti yang merupakan nama latinnya juga mempunyai nama lain dalam bahasa Inggris yang disebut dengan nama Sumatran Trogon dan Blue-tailed Tragon. Keberadaan burung Luntur Sumatera di alam liar tidak diketahui jumlahnya dengan pasti akan tetapi nasibnya dibawah perlindungan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 dan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999. Dengan dilindunginya burung Luntur Sumatera dalam aturan hukum negara maka siapapun tidak ada yang boleh memburu dan memperdagangkannya. Adanya upaya perlindungan spesies burung Luntur Jawa membuat populasinya dapat lestari di hutan dan mampu mengurangi tindak perburuannya di alam liar.

Sumber Tulisan:
1. https://alamendah.org/2015/07/14/luntur-sumatera-apalharpactes-mackloti-burung-endemik-sumatera/
2. http://www.kutilang.or.id/2013/02/04/luntur-sumatera-2/

Sumber Gambar:
1. https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Apalharpactes_mackloti-20040821.jpg

Sunday, January 15, 2017

Mengenal Burung Kakatua Putih sebagai Burung Endemik Indonesia

Spesies burung kakatua cukup banyak dijumpai penyebarannya di Indonesia. Setidaknya terdapat tujuh jenis kakatua yang ada tersebar di berbagai wilayah yang diantaranya adalah Kakatua Jambul Kuning, Kakatua Goffin, Kakatua Sanguinea, Kakatua Maluku, Kakatua Raja, Kakatua Kecil Jambul Kuning, dan Kakatua Putih. Sebagian besar dari jenis burung kakatua tersebut tercatat sebagai burung endemik yang keberadaannya hanya ada di Indonesia. Selain itu spesies burung kakatua rentan terhadap kepunahan disebabkan maraknya eksploitasi yang memperdagangkannya dengan mengambilnya langsung dari alam. Pada artikel ini penulis menerangkan tentang salah satu jenis burung kakatua yang nasibnya sedang rentan akan kepunahan. Nama burung kakatua itu adalah Kakatua Putih.

Burung Kakatua Putih merupakan burung endemik yang habitatnya hanya ada di daerah Kepulauan Maluku Utara. Daerah yang menjadi habitat burung yang bulunya didominasi warna putih ini terdapat di pulau Halmahera, Ternate, Tidore, Mandiole, Bacan, Kasiruta, dan Obi. Habitat yang dijadikan tempat tinggal bagi burung Kakatua Putih adalah hutan primer dan sekunder yang masih ditumbuhi pepohonan lebat. Selain itu, tempat lainnya yang didiami burung Kakatua Putih hutan dari hasil budidaya ataupun tempat yang dulunya ditumbuhi banyak pepohonan. Dalam kesehariannya jenis burung kakatua yang satu ini akan hidup dalam kawanan kecil dengan bertengger di atas ranting pohon sambil mencari makanan berupa biji-bijian kecil, buah-buahan, dan kadang memakan serangga kecil.

Gambar: Sepasang Burung Kakatua Putih dari Maluku Utara
Berbicara akan ciri-cirinya yang paling jelas adalah warna bulunya yang hampir semuanya diselimuti warna putih terang. Terdapat warna kuning cerah dibagian pangkal bawah ekornya dan bagian belakang sayapnya. Burung Kakatua Putih memiliki jambul yang lumayan tinggi dan biasanya sewaktu burung berkicau ataupun merespon sesuatu maka jambul tersebut akan naik ke atas. Paruhnya berwarna hitam pekat dan ukurannya berukuran agak besar yang bentuknya melengkung ke bawah sedikit dibagian paruh atasnya. Ukuran tubuh burung Kakatua Putih terbilang besar sekiat 45 cm.

Cacatua Alba yang merupakan nama latin burung Kakatua Putih bukanlah sebagai satwa liar yang masuk daftar dilindungi undang-undang. Akan tetapi sejak tahun tahun 2001 tidak dibenarkan burung Kakatua ditangkap sesuai dengan aturan yang dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutan. Walaupun dilarang untuk menangkapi burung Kakatua Putih tetap saja populasinya menjadi rentan karena mengalami penurunan dari waktu ke waktu. Penurunan populasi tersebut ditenggarai maraknya penangkapan spesies burung kakatua yang satu ini dihabitat aslinya dan menyebabkan di beberapa daerah tempat nya berada sudah mulai sulit diketemukan. Penangkapan yang dilakukan kepada burung Kakatua Putih tak lain untuk diperdagangkan kepada yang menggemari burung paruh bengkok untuk dipelihara. Selain itu harga per ekornya terbilang mahal mulai dari 500 ribuan sampai menyentuh angka 2 juta disesuaikan dengan wilayah tempat diperdagangkannya.

Terancamnya populasi burung Kakatua Putih di alam bebas tentunya membuat kita semua takut bahwa dimasa mendatang sekitar sepuluh atau dua puluh tahun lagi bisa jadi nasib burung yang memesona ini benar-benar terancam punah. Untuk itu dengan naiknya status burung Kakatua Putih sebagai satwa liar endemik yang dilindungi membuat perlindungannya semakin maksimal dan sesiapapun tidak ada yang berani lagi menangkapi dan memperdagangkan secara bebas. Sebab kebanyakan burung endemik yang tidak hanya dari keluarga burung paruh bengkok sangat rentan akan populasinya yang mudah habis. Ini dikarenakan burung endemik adalah burung penetap yang jarak jelajahnya tidak pernah jauh dan tipikal burung yang mudah stres saat habitatnya dirusak. Jadi, sama halnya pula dengan burung Kakatua Putih yang mesti selalu dijaga kelestariannya agar tetap ada di hutan.

Sumber Tulisan:
  1. http://www.mongabay.co.id/2016/04/20/opini-sulitnya-melindungi-kakatua-putih/
  2. http://www.kutilang.or.id/2011/10/21/kakatua-putih/

Sumber Gambar:
  1. https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Cacatua_alba_-Binder_Park_Zoo,_Battle_Creek,_Michigan,_USA_-two-8a_(1).jpg

Thursday, January 12, 2017

Mengenal Indahnya Burung Perkici Oranye

Ragam burung paruh bengkok yang ada di Indonesia terbilang sangat banyak sekali jumlahnya. Keberadaan burung paruh bengkok itu pun tidak semuanya persebarannya ada di negara lain. Akan tetapi banyak pula diantanya hanya bisa diketemukan di beberapa daerah saja di Indonesia. Terbatasnya daerah teritorial persebaran beberapa jenis burung paruh bengkok hanya di negeri ini membuat kita bangga karena kekayaan satwa ini perlu dijaga kelestariannya agar tidak sampai punah. Nah, pada artikel ini penulis coba mengenalkan kepada para pembaca sekalian mengenai salah satu jenis burung paruh bengkok yang merupakan burung endemik di Indonesia. Nama burung tersebut adalah burung Perkici Oranye.

Perkici Oranye merupakan jenis burung paruh bengkok yang habitat hidupnya hanya ada di kepulawan Nusa Tenggara Timur (NTT). Daerah yang ditinggali spesies burung Perkici Oranye terdapat di daerah Sumba, Timor, dan Wetar. Selan itu, burung ini hidup pada dataran hutan yang kaya dengan pepohonan dan bentuk datarannya bukanlah dataran tinggi dengan ketinggian hanya sekitar 500 sampai 950 meter dari permukaan laut. Makanan utama burung paruh bengkok yang satu ini adalah buah-buahan yang manis, nektar bunga, biji-bijian, dan sesekali menyantap serangga. Sama seperti jenis burung paruh bengkok lainnya sewaktu mengitari alam biasanya burung Perkici Oranye akan pergi berpasangan. Selain itu, sifatnya agak agresif dengan berani menyerang siapapun baik itu kawanan sejenisnya maupun burung lain yang memasuki terotorial daerah kekuasannya. Sifat agresif ini sebagai tanda kehati-hatiannya dari setiap ancaman yang datang dan bisa membahayakan dirinya dan pasangannya.
Gambar Burung Perkici Oranye
Trichoglossus Capistratus yang merupakan nama latin burung Perkci Oranye mempunyai ukuran tubuh yang terbilang besar yang sekitar 27 cm. Paruhnya tidaklah panjang akan tetapi besar dan melengkung serta warnanya oranye sesuai namanya. Warna hijau yang mendominasi tubuhnya tampak dibagian sayap, punggung, tenggorokan, ekor bagian atas, dan atas kepalanya. Terdapat warna biru gelap dibagian pipi dan atas kepalanya berbatasan langsung dengan paruhnya. Perut burung Perkici Oranye berwarna kuning keungunan dan bagian leher atas sampai kebagian bawah terlihat warna hijau muda. Cakarnya tergolong berukuran agak besar yang difungsikan untuk mencengram dahan pohon tempatnya biasanya berdiri sambil memperhatikan lingkungannya. 

Dalam penggolongannya burung Perkici Oranye tergolong sepesies burung beo yang identik sebagai burung peniru dan sanggup berbicara mirip manusia. Tidak tahu persis mengenai burung Perkici Oranye tentang kemampuan kicauannya yang mirip seperti burung beo atau hanya mampu mengulangi suara yang sering didengarnya. Akan tetapi yang pasti dikatakan suaranya terdengar agak besar dengan nada yang penuh irama dan juga sewaktu berkicau mampu melengkingkan suaranya yang mirip seperti burung Nuri Kelam.
Baca juga:
Tidak diketahui pula mengenai status populasi burung Perkici Oranye yang merupakan burung endemik di NTT. Yang jelas kita mesti menjaga kelestariannya dengan tidak memburu atau bahkan memperdagangkannya. Karena biasanya nasib burung paruh bengkok yang mempunyai variasi warna dan tampak indah sering menjadi sasaran empuk perburuan untuk diperdagangkan tanpa peduli lagi nasibnya di hutan. Begitu pula dengan burung Perkici Oranye yang tak perlu untuk memeliharanya atau cukup mendengarkan kicauannya dari internet dan pergi langsung ke habitatnya di NTT agar bisa menyaksikan spesies burung paruh bengkok ini. Sehingga populasinya sampai kapan pun tetap terjaga dan semua generasi dimasa mendatang masih bisa melihatnya langsung di alam bebas.

Sumber Tulisan:
http://www.kutilang.or.id/2011/11/01/perkici-oranye/
Sumber Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Trichoglossus_haematodus_capistratus_-Lion_Country_Safari-6-3c.jpg

Thursday, May 1, 2014

Mengenal Jenis-jenis burung hantu di Indonesia-2

Mengenal Jenis-jenis burung hantu di Indonesia-2

6. Celepuk
Nama latin dari burung hantu celepuk ialah Otus Bakkamoena yang aktif di malam hari dan sangat sulit menemukan di siang hari. Burung hantu celepuk adalah salah satu burung hantu terbesar dari spesies Scop Owl dengan ukuran tubuhnya antara 23-25 cm. Hewan yang aktif di malam hari ini menyukai serangga sebagai makanannya sehari-hari dan juga memakan binatang-binatang kecil yang tingggal di tanah. Burung hantu celepuk mempunyai kemampuannya bersembunyi di balik-balik pohon besar yang bertujuan untuk mengkelabui para pemangsa yang memburunya di siang hari. Burung hantu celepuk raja cukup banyak populasi yang terbesar tidak hanya di Indonesia tetapi juga menyebar di bagian timur asia sampai ke India.

7. Hingkik
Memiliki nama latin bubo sumatranus yang juga dikenal dengan nama Beluk Jampuk. Burung hantu hingkik sangat unik karena gaya berdirinya tegak lurus dan lebih suka memicingkan matanya dalam waktu yang lama. Penyebaran burung hantu Hingkik di Indonesia ada di Pulau Keeling, hutan Sumatera, dan Kalimantan. Sedangkan di luar negeri burung hantu hingkik penyebarannya ada di Malaysia, Singapura, Brunei, Myanmar dan juga di Thailand.

8. Bloketupu
Burung hantu bloketupu dikenal juga dengan nama Ketupa Ketupu atau Bubo Ketupu atau Beluk ketupa. Burung hantu Bloketupu mampu hidup di hutan yang beriklim tropis dan juga di hutan yang beriklim subtropis. Penyebarannya tidak hanya ada di Indonesia tetapi menyebar di berbagai negara yakni Brunie, Laos, Malaysia, Myanmar, Thailand, Singapura, dan Vietnam.

9. Beluk Watu Jawa
Burung hantu yang mempunyai nama latin Glaucidium Castanopterum ini adalah burung hantu yang habitatnya ada di Indonesia. Burung hantu Beluk Watu Jawa adalah binatang endemik dari pulau jawa dan bali dan menjadi kebanggaan Indonesia. Biasanya burung hantu ini tinggal di hutan-hutan dataran rendah dan perbukitan tetapi ada juga dari burung hantu beluk watu jawa tingga di pekarangan desa, hutan primer dan juga hutan sekunder.

10. Punggok Cokelat
Burung hantu yang memiliki nama latin ninox sculata mempunyai ukuran tubuh yang besar mencapai 32 cm. Burung hantu punggok cokelat banyak hidup di hutan-hutan Indonesia yang menyukai hutan sebagai tempat tinggalnya. Di luar negeri burung punggok cokelat terdapat di daerah Sri lanka, India, dan Cina.

11. Seloputo
Burung hantu yang nama latinya Strix Seloputo adalah jenis burung hantu yang mempunyai ukuran badan yang sangat besar yang mencapai 47 cm. Jenis burung hantu seloputo mempunyai tiga sub-spesies yang tersebar tidak hanya di Indonesia. Ketiga sub-spesies dari jenis burung hantu seloputo itu ialah Strix Seloputo wiepkini (Filipina), Strix Seloputo-seloputo (Myanmar, Thailand tengah, Singapura, Jambi dan jawa), dan Strix Seloputo Baweana (endemik pulau Bawean).

12. Kokok Beluk
Burung Hantu kokok belok mempunyai nama latin Strix leptogrammica yang berbadan besar. Burung hantu kokok beluk tinggi tubuhnya antara 45-47 cm dan menyukai hutan sebagai tempat hidupnya. Burung hantu kokok bekuk penyebarannya tidak hanya di Indonesia tetapi terdapat juga Srilanka, India dan Cina.

13. Beluk Telinga Pendek
Burung hantu beluk telinga pendek mempunyai 10 sub-spesies yang penyebarannya tidak hanya ada di Indonesia tetapi terdapat juga di seluruh benua kecuali benua Australia dan antartika. Nama latin dari burung hantu beluk telinga pendek ialah Asio Flammeus dan dikenal juga dengan nama Short-eared owl.

14. Celepuk Reban
Burung hantu celepuk reban penyebarannya terdapat di pulau Kalimantan, Jawa, Sumatera dan Bali serta diluar negeri burung hantu celepuk reban terdapat juga di hutan Filipina. Nama dari burung hantu celepuk raja sangatlah banyak yakni di sunda disebut dengan nama beuek, di jawa tengah disebut dengan nama manuk kuwek, dan dalam bahasa inggris disebut dengan nama sunda scops-owl.

Nah, itulah paparan dari jenis-jenis burung hantu yang ada di Indonesia dan menjadi kebanggaan bagi kita bahwa Indonesia kaya akan satwa-satwa yang jarang ditemui di negara lain. Sedari itu tak salah bagi kita menjaga populasi dari kesemua jenis-jenis burung hantu ini agar tidak punah.

Oleh : Satria Dwi Saputro
Sumber :
1. http://burungue.blogspot.com/2013/07/14-jenis-burung-hantu-yang-ada-di.html

Wednesday, April 30, 2014

Mengenal Jenis-Jenis Burung Hantu Di Indonesia-1

Burung hantu adalah burung yang aktifnya di malam hari untuk mencari makan dan di waktu siang hari memilih untuk tidur. Burung hantu mempunyai keunikan yang burung-burung lain tidak memilikinya yakni keunikan itu ialah kemampuannya memutarkan kepalanya sampai 180o kebelakang. Membicarakan mitos yang ada pada burung hantu ialah seringnya disangkutpautkan dengan hal-hal yang mistik sehingga ketika melihat secara langsung burung hantu membuat bulu kuduk menjadi merinding. Nah, menariknya dari burung hantu adalah jenisnya yang banyak sekali dan jenisnya secara keseluruhan mencapai 222 jenis tetapi penyebarannya di Indonesia mencapai 14 jenis burung hantu.

Artikel ini hanya memaparkan jenis-jenis burung hantu yang ada di Indonesia sehingga dapat menambah wawasan kita mengenai burung hantu. Sedari itu inilah jenis-jenis dari burung hantu yang terdapat di Indonesia:
Gambar Burung Hantu
1. Burung Hantu Tito Alba
Burung hantu tito adalah burung hantu yang habitatnya di hutan Indonesia. Biasanya burung tito dikenal juga dengan sebutan Serak Jawa atau Barn Owl. Ukuran tubuhnya besar dengan tubuh di bagian atasnya berwarna kuning tua kecokelatan dengan bercak halus sedangkan bagian bawah berwarna putih dengan bintik berwarna hitam. Dan untuk ukuran panjang tubuh dari burung hantu tito ialah mencapai 34 cm sedangkan wajahnya sendiri berbentuk seperti bentuk hati yang berwarna putih. Burung hantu tito alba biasanya tinggal di pepohonan dekat tepi hutan, perkebunan, sampai di taman-taman kota. Populasinya selain bisa ditemui di Indonesia terdapat juga diberbagai negara tetapi burung hantu tito tidak hidup di daerah antartika.

2. Wowo-wiwi
Burung hantu wowo adalah jenis burung hantu yang habitatnya ada di Indonesia. Melihat bentuk wajahnya yang tampak unik dan mirip dengan ular sendok. Burung ini aktif dimalam hari dan biasanya makanannya tikus atau hewan-hewan kecil yang hidup di tanah. Tinggi badan dari burung hantu wowo mencapai 27 cm dengan warna coklat yang mewarnai bulu tubuhnya.

3. Celepuk merah
Jenis burung hantu celepuk merah adalah burung hantu yang berukuran tubuh yang kecil dibanding jenis-jenis burung hantu yang lain. Ukuran tubuhnya rata-rata hanya sekitar 15-18 cm saja dan merupakan burung hantu asli dari Indonesia. Biasanya burung hantu celepuk merah tinggal di dataran rendah dengan pepohonan yang rindang dan merupakan hewan yang aktif di malam hari untuk berburu makanan. Untuk penyebarannya di Indonesia burung hantu celepuk merah dapat ditemui di Sumatera, Jawa, Kalimantan. Dan penyebarannya di luar negeri dapat ditemui di Thailand dan semenanjung Malaysia.

4. Celepuk gunung
Burung hantu celepuk gunung disebut juga dengan nama Javan Cops Own dan nama latinnya angelinae. Burung hantu celepuk gunung mempunyai ciri yang khas yakni kedua bola matanya yang berwarna merah saga dengan pupil yang hitam pekat. Ukuran tubuhnya terbilang kecil hanya 20 cm saja dan kawanan burung hantu celepuk gunung tidak mempunyai sub-spesies. Burung hantu celepuk gunung tergolong primata yang langka dan dilindungi oleh pemerintah karena penyebarannya hanya ada di hutan Indonesia saja.

5. Celepuk Raja
Burung hantu celepuk raja memiliki nama latin Otus Brookei yang habitatnya hanya ada di hutan Indonesia. Ukuran tubuhnya tidak terlalu besar dengan panjang tubuh hanya 23 cm saja dan jenis burung hantu ini tidak begitu dikenal oleh orang-orang di Indonesia. Spesies burung hantu celepuk raja di Indonesia bisa ditemui di hutan sumatera, jawa timur, dan Kalimantan.

Oleh : Satria Dwi Saputro
Sumber:
1. http://burungue.blogspot.com/2013/07/14-jenis-burung-hantu-yang-ada-di.html

Gambar:
1. http://www.rimanews.com/read/20120615/65967/populasi-burung-hantu-di-lebak-mulai-punah

Monday, April 14, 2014

BURUNG PENGUIN

Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Aves
Infrakelas : Neognathae
Ordo : Sphenisciformes
Family : Spheniscidae

Tahukah anda mengenai burung yang hidupnya di tempat bersalju dan tidak dapat terbang?. Ya,  jawabnya ialah burung penguin. Penguin adalah salah satu dari 10 jenis burung yang tidak bisa terbang tetapi menjadi perenang ulung yang tidak terkelahkan di lautan. Populasi dari burung penguin dapat dengan mudah ditemukan di bagian selatan dari bumi yakni Antartika yang hampir semua spesies dari Penguin menetap disana. Uniknya dari burung penguin ialah sikap berani untuk mendekati manusia tanpa ada rasa takut. Hal ini banyak dijumpai di antartika ketika kawanan mereka yang diteliti oleh para ilmuan tidak takut tetapi mereka malah mendekat dan terlihat senang.

Gambar Burung Penguin
Burung penguin jumlah spesiesnya mencapai 16 spesies yang tersebar di seluruh penjuru dunia dengan tinggi rata-rata yang hanya 1,1 meter saja dan jenis burung penguin yang mencapai tinggi 1.1 meter itu adalah jenis penguin Kaisar dengan berat badan 35 kilogram. Penyebaran burung penguin tidak hanya mentok di daratan kutub selatan saja tetapi menyebar di bebarapa tempat termasuk di antaranya yang beriklim tropis seperti di kepulauan Galagapos dan melewati daerah katulistiwa untuk sekedar mencari makan.

Laut bagi penguin adalah tempat satu-satunya untuk mencari makan karena di lautlah banyak terdapat ikan-ikan kecil dan cumi-cumi. Dari itu sekitar 75% dari waktunya sehari-hari dihabiskan untuk berburu makanan di lautan yang dingin. Burung penguin yang dikatakan sebagai perenang ulung itu tepat sekali karena kemampuannya berenang mencapai kecepatan 12km/jam  dengan kemampuan menyelam sampai 20 menit lamanya sehingga dapat cepat menyergap gerombolan ikan-ikan dan cumi-cumi yang sedang berenang. Nah, untuk menghindarkan dari para pemangsanya, biasanya burung penguin memanfaatkan warna hitam pekat di punggung tubuhnya yang difungsikan sebagai penyamaran yang efektif saat berenang di lautan lepas dan yang menjadi pemangsa aktif mereka ialah anjing laut dan paus pembunuh.

Alaminya kalau burung itu jarang ada yang mampu hidup di daerah yang daratannya dipenuhi oleh bongkahan es yang besar tetapi untuk burung penguin itu tidak berlaku. Burung penguin satu-satunya jenis burung yang mampu hidup daerah bersalju seperti kutub selatan karena timbunan lemak yang padat dan bulu anti air yang menjaga suhu tubuhnya agar tidak dingin. Diwaktu berenang di laut burung penguin terkadang meminum air laut dengan sengaja dan itu tidak menjadi persoalan. Air laut yang diminumnya itu akan disaring melalui kelenjar supraorbital yang memisahkan garam yang terkandung di air laut. Garam yang sudah dipisahkan itu berupa cairan seperti air biasa yang dikeluarkan melalui saluran pernapasannya.

Memahami karakteristik dari burung penguin adalah kesetiaannya. Burung penguin hanya kawin sekali dalam seumur hidupnya untuk membuktikan kesetiannya terhadap pasangannya. Ketika menjaga anaknya biasanya burung penguin melakukannya secara bergantian dan yang tidak menjaga anaknya mencari makanan di laut untuk dimakan sendiri dan diberikan kepada anaknya. Disamping karakteristiknya yang menjaga kesetiannya penting juga diketahui kemampuannya yakni mempunyai pendengaran yang tajam. Diwaktu burung penguin berenang yang diandalkannya untuk mencari mangsa adalah matanya yang difokuskan untuk melihat ikan dan pendengarannya yang difungsikan untuk alarm ketika sedang dalam bahaya. Ketajaman pendengaran telinganya membuat para predator pemangsa burung penguin sering ketahuan deluan sebelum berhasil menyergapnya.

Yups, itulah informasi yang detail mengenai burung penguin. Bahwa burung penguin termasuk kelas aves yang bertelur dan hidupnya di daerah kutub selatan yang bersuhu di bawah 0 derajat celcius. Terimakasih.

Oleh : Satria Dwi Saputro
Sumber:
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Penguin
2. http://www.amazine.co/150/apa-saja-informasi-fakta-menarik-tentang-penguin/

Gambar:
1. http://fotohewan.info/wp-content/uploads/2013/12/Pinguin.jpg