Monday, May 28, 2018

Mengenal Lebih Dekat Burung Tukik Tikus

Berbicara tentang jenis burung Pelatuk mungkin sebagian besar dari para pembaca sekalian sudah mengenal ataupun pernah melihatnya. Ya, jenis burung Pelatuk yang dikenal akrab dalam film kartun Woody Woodpecker diketahui memiliki jambul panjang berwarna merah dengan paruh panjang yang dipergunakan untuk mematuki batang pohon sebagai sarangnya. Selain itu, jenis burung Pelatuk yang terdapat di wilayah hutan Indonesia tergolong lumayan banyak dengan ukuran mulai kecil sampai besar. Hanya saja, pada tulisan ini coba mengenalkan salah satu jenis burung Pelatuk yang ukuran tubuhnya sangat kecil. Dan nama burung tersebut adalah burung Tukik Tikus.

Burung Tukik Tikus merupakan salah satu jenis burung Pelatuk yang berasal dari keluarga Picidae. Area persebaran burung Tukik Tikus diketahui hanya terbatas di kawasan Asia Tenggara yang meliputi negara Myanmar, Thailand, dan Indonesia saja. Selain itu, daerah di Indonesia yang terdapat populasi burung pelatuk mungil ini tersebar di Sumatera, Belitung, Pulau Nias, Kalimantan, dan Jawa. Terbatasnya area persebaran burung Tukik Tikus mungkin dipengaruhi oleh jumlah sub-spesiesnya yang hanya sebanyak dua jenis yakni Abnormis dan Magnirostris.
Burung Tukik Tikus
Perlu diketahui bahwa di alam liar biasanya burung Tukik Tikus terdapat di dataran rendah hingga perbukitan dan pegunungan dengan ketinggian mencapai 800 meter dpl. Area alam lias yang menjadi habitatnya berupa hutan primer, hutan sekunder, dan rumpun bambu yang letaknya cukup jauh dari pemukiman masyarakat. Kebiasaannya saat mencari makanan dilakukan dengan mematuki batang dan cabang pohon sambil mengeluarkan suara. Santapan makanan yang biasa dicarinya berupa tempayak, ulat, jangkrik, dan larva semut. Selain itu, saat memasuki masa berkembangbiak yang terjadi sekitar bulan Mei hingga Agustus biasanya sang indukan akan membangun sarang di batang pohon yang sudah mati dengan mematuki sehingga berbentuk lubang yang berukuran sedang.
Baca juga:
Seperti disinggung pada akhir paragraf pertama bahwa ukuran tubuh burung Sasia Abnormis yang dipanggil dalam bahasa latin ini tergolong cukup kecil dengan panjang hanya sekitar 10 cm saja. Dan ciri fisik lainnya bisa dibaca ulasannya di bawah ini:

  1. Berwarna hijau tua zaitun yang tampak menutupi bagian atas tubuhnya seperti mahkota kepala, tengkuk, punggung, sayap, dan ekornya.
  2. Berwarna kuning tua kemerahan yang menutupi sebagian besar bagian tubuhnya mulai dari kening kepala, sisi wajah, tenggorokan, dada, perut, hingga tunggirnya.
  3. Paruhnya yang berukuran agak panjang tampak berwarna hitam dibagian atas dan hijau muda di area bawahnya yang terlihat cukup tebal.
  4. Matanya berwarna hitam kecokelatan yang berukuran sedang dengan sorot yang tidak terlalu tajam
  5. Ekornya yang berwarna hijau terlihat berukuran sangat pendek dan seperti tidak memiliki ekor.
  6. Lalu kakinya berwarna kuning oranye yang berukuran sedang dengan cakar yang tajam.

Nah, setelah membahas terkait ciri-ciri fisik burung Tukik Tikus maka kita pun juga perlu mengulik tentang karakter suara kicauannya. Ya, suara burung Tukik Tikus tergolong nyaring dan agak melengking di telinga. Volume kicauannya tidak terlalu tinggi dengan tempo yang cukup rapat. Nada kicauannya pun berupa: “tsitttt” dan “kihhh....kihhh....kihhh” yang berbunyi secara berulang-ulang dengan durasi hampir setengah menit.

Yup, begitulah kiranya penjelasan seputar burung Tukik Tikus yang satu-satunya jenis burung Pelatuk dengan ukuran tubuh paling mungil. Selain itu suara kicauannya pun terdengar lumayan merdu dan nyaring. Hanya saja, mengingat masih sangat jarangnya yang memelihara burung Tukik Tikus maka ada baiknya kita tidak perlu memaksakan untuk merawatnya karena bisa jadi berujung pada matinya burung pelatuk tersebut. Untuk itu, bagi Anda yang tertarik dengan suara kicauannya maka bisa mengunduhnya dari internet. Okey.

Referensi Tulisan:
1. http://www.kutilang.or.id/2013/04/05/tukik-tikus/
2. https://omkicau.com/2014/06/27/tukik-tikus-burung-pelatuk-terkecil-di-dunia-itu-ada-di-indonesia/
3. https://www.hbw.com/species/rufous-piculet-sasia-abnormis

Referensi Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Sasia_abnormis.jpg

0 komentar:

Post a Comment