Monday, September 25, 2017

Cica Matahari, Si Burung Ocehan Endemik Yang Dilindungi

 Jenis burung ocehan yang hidup di alam liar tidak semuanya bebas untuk diperdagangkan maupun dipelihara. Hal ini dikarenakan banyak di antara jenis burung ocehan tersebut sudah semakin langka di temukan di alam liar. Selain itu, luas lahan yang menjadi habitat hidupnya terus tergerus dengan maraknya pembalakan liar ataupun kebakaran hutan. Jenis burung ocehan yang populasinya kian langka tersebut ada di antaranya yang merupakan burung endemik dengan persebaran hanya terbatas di wilayah hutan kita. Dan pada artikel ini coba mengulik salah satu jenis burung ocehan endemik yang populasinya kian terancam dan dilindungi undang-undang. Adapun nama burung ocehan tersebut adalah burung Cica Matahari.

Burung Cica Matahari merupakan burung endemik yang persebarannya hanya terbatas di wilayah Provinsi Jawa Barat saja. Di habitat aslinya burung ini biasanya hanya menampati area dataran tinggi yang ada di Jawa Barat sepertu Gunung Papandayan dan Gunung Ciremai. Selain itu, burung Cica Matahari tergolong cukup pemalu dengan suka menyembunyikan dirinya dibalik lebatnya dedaunan pohon dan lebih sering mengeluarkan bunyi kicauannya dibanding harus menampakkan dirinya. Hal ini mengingat bahwa area pegunungan masih jarang dihuni manusia dan ditambah banyak pohon yang ada di hutan sehingga burung lebih suka berinteraksi dengan sesama jenisnya.
Gambar: Ilustrasi Burung Cica Matahari
Ciri fisik burung yang bernama latin Crocias albonotatus ini memiliki ukuran tubuh yang tergolong sedang dengan panjang dapat mencapai 20 cm. Tubuhnya tampak diselimuti oleh beragam warna yang terlihat agak gelap tapi tidak kusam. Variasi warna yang ada di tubuh burung Cica Matahari cukup beragam yang di antaranya adalah hitam, merah kecokelatan, dan putih. Warna hitam tampak dibagian atas kepala, sisi pinggir sayap, ekor, dan paruhnya. Warna merah kecokelatan terlihat dibagian atas tubuhnya yang meliputi area punggung, sisi bawah sayap, dan dekat pangkal ekornya. Warna putih tampak dibagian atas dan bawah tubuhnya yang meliputi area punggung berupa bintik-bintik mirip sisik, sisi pinggir sayap, tenggorokan, dan perutnya.

Tubuh burung Cica Matahari tampak sedikit gemuk dengan kepala yang berukuran agak besar dengan paruh pendek dan tebal. Burung ini memiliki ekor yang cukup panjang yang terdiri dari beberapa helai bulu. Pupil matanya terlihat berwarna hitam dengan area sekitar pupil berwarna merah saga. Bila sekilas melihat tampilan burung Cica Matahari tentu terdapat kemiripan dengan burung Cendet atau Bentet. Kemiripan tersebut tampak dari corak warna yang ada dibagian atas kepala dan area punggungnya yang cenderung mirip.
Baca juga:
Di alam liar, burung Cica Matahari biasanya bergerak secara sendirian ataupun terkadang bergabung dalam satu kelompok. Saat mencari makanan seringnya burung ini menyantap aneka jenis serangga dan buah-buahan yang banyak terdapat di hutan pegunungan. Selain itu, bila waktu musim berbiak tiba tepatnya pada saat bulan Desember hingga Maret biasanya sang indukan mampu mengerami telur hingga sebanyak dua butir. Terbatasnya wilayah persebaran burung Cica Matahari membuatnya rentan mengelami kepunahan dan agar kelestariannya tetap terjaga maka pemerintah pun melindunginya dari perburuan, perdagangan, dan pemeliharaan.

Adapun ciri kicauan burung Cica Matahari sebenarnya tidak terlalu merdu dan bervariasi seperti burung Cendet. Tapi volume kicauannya tergolong cukup tinggi dan keras sehingga terdengar agak melengking di telinga. Selain itu, kicauannya cenderung monoton dengan sering melakukan pengulangan nada secara terus menerus. Bunyi nada kicauannya yang terdengar keras dan serak ini mirip seperti “briioww... briioww... briioww” dengan durasi waktu hingga mencapai 30 detik.

Yup, itulah ulasan tentang burung Cica Matahari yang merupakan burung endemik di Jawa Barat yang populasinya kian terancam. Untuk itu pemerintah pun memasukkan burung Cica Matahari sebagai salah satu jenis satwa liar yang keberadaannya dilindungi undang-undang sehingga tidak boleh ada yang menangkap maupun memperdagangkannya termasuk juga memeliharanya. Okey.

Sumber Tulisan:
1. http://www.kutilang.or.id/2014/04/03/cica-matahari/
2. https://omkicau.com/2013/04/05/cica-matahari-karena-mirip-cendet-dijuluki-cendet-kembang-atau-cendet-matahari/
Sumber Gambar:
https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Crocias_albonotatus_1838.jpg

Sunday, September 24, 2017

Mengenali Khasiat Gabah Bangkok Bagi Burung Lovebird

Mengenali Khasiat Gabah Bangkok Bagi Burung Lovebird

Berbicara tentang jenis biji-bijian yang sering diberikan kepada burung Lovebird umumnya hanya terbatas pada biji millet, jawawut, dan biji matahari saja. Pemberian biji-bijian tersebut biasanya dilakukan setiap hari dengan diselingi jenis pakan lainnya berupa buah-buahan dan sayuran. Padahal masih terdapat jenis biji lainnya yang memiliki khasiat tak kalah bagus dibanding jenis biji yang biasa disantap burung Lovebird. Adapun bentuk jenis biji tersebut sedikit berbeda dari jenis biji biasanya dengan rupa masih berwujud gabah. Dan nama gabah tersebut adalah Gabah Bangkok.

Gabah Bangkok telah lama dikenal sebagai pakan tambahan yang biasa diberikan kepada burung pemakan biji-bijian termasuk burung Lovebird. Jenis gabah bangkok memiliki bentuk melonjong pada masing-masing ujungnya. Ukuran gabah ini tidak terlalu panjang hanya tampak gemuk mengingat di dalamnya terdapat bulir beras. Begitu pula dengan warnanya yang terdiri dari dua jenis warna yakni putih dan merah. Kedua jenis gabah bangkok tersebut dimanfaatkan sebagai pakan yang diberikan mulai dari burung kecil sampai dengan dewasa.

Dikatakan bahwa gabah bangkok merupakan jenis pakan yang mengandung banyak nutrisi yang apik bagi burung Lovebird. Kandungan nutrisi yang ada di tiap butir gabah berupa Vitamin (A, B1, B2, B6, C, dan E), Fosfor, Natrium, Kalsium, Magnesium, dan Zat Besi. Selain itu, khasiat yang diterima burung Lovebird memakan gabah bangkok tergolong bervariasi mulai dari menjaga staminanya agar tidak mudah lelah saat latihan ataupun bertanding. Khasiat lainnya membantu menyeimbangkan tingkat birahinya agar tetap stabil dan mampu memperbaiki kualitas suaranya supaya terdengar lebih kencang serta agak kasar.

Pemberian gabah bangkok kepada burung Lovebird dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti mencampurkannya ke dalam pakan yang sedang disantap burung sebanyak 10 sampai 20 butir. Selain itu, bisa juga memberikannya langsung dengan diletakkan dalam  wadah atau cepuk pakannya. Gabah bangkok yang disantap burung Lovebird dapat diberikan sebagai upaya untuk memperindah kualitas kicauannya. Bila kicauan burung Lovebird sudah terdengar kencang dengan suara yang keras maka pemberian gabah bangkok dapat dihentikan untuk sementara waktu.

Disamping itu, gabah bangkok yang sebaiknya diberikan kepada burung Lovebird yang memiliki kualitas bagus. Ciri gabah bangkok yang layak dimakan burung paruh bengkok umumnya terdapat isi di dalam gabah tersebut. Untuk menguji gabah bangkok memiliki isi atau biji di dalamnya dapat diuji dengan memasukkannya ke air. Bila gabah tersebut terendam saat dimasukkan pertanda boleh diberikan kepada burung. Dan bila sebaliknya gabah tersebut mengapung di atas air pertanda isinya tidak ada atau dikenal kopong. Selain itu saat gabah bangkok dilihat dalam kondisi basah maka sebaiknya segera menjemurnya sampai kering. Sebab gabah dikenal mudah berjamur saat berada dalam kondisi lembab atau terkena air.

Karenanya bagi Anda yang ingin menjaga kesehatan dan memperbaiki kualitas suara burung Lovebird kesayangan Anda. Maka tak ada salahnya memberikan pakan gabah bangkok kepada burung Lovebird milik Anda. Selain itu, gabah bangkok ini juga telah banyak dijual dalam bentuk kemasan bermerek dengan harga yang bersahabat. Jadi, Anda hanya perlu mendatangi pasar burung ocehan untuk mencari gabah bangkok yang banyak tersedia disana. Okey.

Sumber Tulisan:
1. http://www.mediaronggolawe.com/manfaat-gabah-burung-lovebird.html
2. https://omkicau.com/2017/05/07/manfaat-gabah-untuk-lovebird-kontrol-birahi-dongkrak-stamina-suara-lebih-kencang-dan-kasar/

Friday, September 22, 2017

Ancaman Kepunahan Mengintai Gajah Sumatera

Gajah Sumatera yang bernama latin Elephas Maximus Sumatranus adalah satwa endemik asli Indonesia yang keberadaannya hanya berada di Pulau Sumatera. Keberadaan Gajah Sumatera dianggap sebagai icon kebanggan bagi Indonesia terkhusus sumatera sebagai satwa terbesar di darat yang perlu untuk di lindungi. Disebabkan maraknya perburuan liar terhadap Gajah Sumatera dan menipisnya hutan tempat mereka tinggal. Sehingga jumlahnya tiap tahun selalu berkurang dan mendapatkan tanda merah dari Lembaga Konservasi Dunia (IUCN) bahwa Gajah Sumatera merupakan satwa liar yang perlu dilindungi sebab jumlahnya sudah semakin kritis.

Berdasarkan data yang disampaikan oleh World Wildlife Fund (WWF) mengatakan bahwa 76 gajah sumatera mati terbunuh di Riau selama lima tahun. Yang rincian data kematian gajah sumatera dalam lima tahun terakhir adalah pada tahun 2010 saja tercatat sudah 13 ekor gajah yang mati, di tahun 2011 diketahui 10 ekor yang mati, pada tahun 2012 tercatat juga ada 15 ekor yang mati, di tahun 2013 sebanyak 14, dan pada tahun 2014 tercatat pula 24 ekor gajah mati terbunuh (tempo.co/13/02/2015). Dan gajah-gajah yang mati tersebut alasannya ada yang sebagai objek perburuan untuk diambil gadingnya yang bernilai puluhan juta rupiah, ada pula yang diracun karena dianggap hama atau perusak tanaman warga, ada juga yang mati karena usia atau sakit. Namun kebanyakan gajah yang mati tersebut lebih sering disebabkan dari pembunuhan yang motifnya bisa bertujuan untuk mengambil gadingnya atau karena dianggap hama.
Gambar: Gajah Sumatera yang ada di kebun Ragunan
Dengan banyaknya jumlah gajah yang mati selama ini menunjukkan betapa malangnya nasib kawanan gajah sumatera ini yang seakan-akan sudah tidak lagi memiliki rumah di tanah kelahirannya sendiri. Dan bergelimpangannya jasad-jasad gajah sumatera tidak hanya terfokus di hutan Riau namun juga diberbagai daerah di Pulau Sumatera. Yang alasannya matinya gajah itu sama yakni perburuan terhadap gadingnya yang biasanya menyosor gajah sumatera jantan yang sudah dewasa. Namun dalam temuan di lapangan bahwa anakan gajah pun ikut dibunuh oleh para pemburu untuk diambil beberapa organ penting guna dijual di pasar gelap seperti yang terjadi di Taman Nasional Tesso Nillo, Riau.

Lindungi Gajah Sumatera
Seperti yang diulas pada paragraf sebelumnya bahwa nasib Gajah Sumatera memang sungguh malang sebab mereka memiliki gading yang katanya dapat digunakan sebagai obat dan hiasan rumah sehingga harganya begitu mahal. Alasan itulah membuat puluhan Gajah Sumatera harus meregang nyawanya ditangan para pemburu yang menginginkan gading mereka. Disamping itu juga, minimnya lahan hutan tempat mereka tinggal karena habis dikonversi menjadi pemukiman dan lahan perkebunan membuat Gajah Sumatera turut berkonflik dengan warga di sekitar hutan. Hal ini terjadi di Kabupaten Aceh Jaya, dimana kawanan gajah turun kepemukiman masyarakat desa untuk mencari makanan yang juga merusak tanaman pertanian masyarakat yang dilewatinya (antaranews.com/27/01/2013).

Dan juga, perlu diketahui bahwa jumlah Gajah Sumatera yang tersisa berdasarkan data dari Kementrian Kehutanan dan Workshop Forum Gajah menunjukkan jumlah gajah sumatera yang tersisa hanya sekitar 1724 ekor saja. Dan dalam penyebarannya di hutan Aceh jumlahnya menurut catatan Balai Konservasi Sumber Daya Alam pada agustus 2014 lalu ada sekitar 460 ekor. Serta di Taman Nasional Tesso Nillo, Riau, jumlah Gajah Sumatera yang ada hanya sekitar 73 ekor gajah saja yang disampaikan oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman pada oktober 2014.

Makin menurunnya jumlah populasi Gajah Sumatera yang disebabkan oleh berbagai hal akan sangat ditakutkan bila tidak ada gerak cepat dari pemerintah untuk menjaga kelestarian Gajah Sumatera dan tempat tinggalnya maka populasinya akan punah. Sedari itu prioritas perlindungan terhadap Gajah Sumatera sebagai hewan yang terancam bakal punah tidak boleh lagi ditungu-tungu.

Perlu juga diketahui bahwa hutan sebagai tempat tinggal Gajah Sumatera setiap harinya habis terkikis puluhan hektar akibat dari pengembangan lahan perkebunan dan alih fungsi untuk pembangunan rumah serta pabrik. Sehingga fungsi hutan tidak hanya sebagai rumah bagi satwa liar termasuk Gajah Sumatera tetapi juga bagi manusia untuk terhindar dari marabahaya banjir dan longsor. Yang akhirnya kelestarian hutan menjadi pokok untuk dijaga guna juga dapat melestarikan populasi Gajah Sumatera yang hampir punah.

Sebab menurut World Wildlife Fund (WWF) Program Riau menyatakan bahwa selama 10 tahun terakhir antara tahun 2004 sampai 2014 sudah tercatat 145 ekor Gajah Sumatera yang mati (antaranews.com/13/02/2015). Angka yang signifikan tersebut bila merujuk kepada jumlah Gajah Sumatera yang tersisa pada awal tahun 2014 sekitar 1700-an ekor saja tidak lagi bisa dipastikan jumlahnya tetap atau menaik melainkan sudah mengalami penurunan. Sehingga bila angka kematian Gajah Sumatera pada tiap-tiap tahun terus bertambah maka pada akhirnya dalam beberapa tahun kedepan maka gajah sumatera tidak lagi ada di hutan belantara atau sudah punah melainkan hanya ada di kebun binatang dan buku-buku bacaan.

Dan sangat malu bagi kita sebagai masyarakat Indonesia untuk mengenalkan satwa liar kebanggan kita pada pihak luar atau dunia internasional yakni Gajah Sumatera yang populasinya sudah hampir punah. Sehingga untuk merubahnya perlu adanya keseriusan bersama antara pemerintah dengan berbagai elemen masyarakat untuk bisa merubah nasib malang yang menimpa gajah sumatera menjadi nasib baik.  Yang pada akhirnya keberadaan Gajah Sumatera tidak hanya sampai pada dua atau sepuluh tahun ke depan saja melainkan selamanya di bumi pertiwi Indonesia. Semoga.

Sumber Gambar:
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/2a/Sumatra_elephant_Ragunan_Zoo_3.JPG/800px-Sumatra_elephant_Ragunan_Zoo_3.JPG

Mari Menjaga Kelestarian Sungai

Sungai bagi berbagai makhluk hidup seperti manusia, binatang, dan tumbuhan merupakan tempat yang mampu untuk memenuhi berbagai kebutuhan yang diperlukan semua makhluk hidup. Sehingga keberadaan sungai sangatlah penting guna dapat membantu berbagai urusan yang dilakukan oleh makhluk hidup yang menggunakannya. Sedari itu juga keasrian sungai perlu untuk dijaga dan dengan tidak dikotori oleh tumpukan sampah atau limbah yang dibuang ke sungai.

Menurut fungsinya sungai sangat membantu dalam memudahkan berbagai urusan manusia yang menggunakan sungai. Berbagai macam fungsi dari sungai tersebut di antaranya adalah sebagai pusat air untuk diolah menjadi air mineral yang higenis dan layak dikonsumsi, dapat membantu dalam pengairan sawah atau ladang masyarakat, bisa sebagai tempat untuk pembangkit tenaga listrik, dan masih banyak lagi. Begitu banyak fungsi dari sungai tersebut sejatinya jika dengan benar dikelola maka seluruh masyarakat akan hidup sejahtera dan terhindar dari bencana seperti banjir.
Gambar: Sungai yang lestari
Fungsi sungai tersebut sama bermanfaatnya juga bagi makhluk hidup yang lain seperti binatang dan tumbuhan yang hidup di sana. Contohnya saja adalah ikan yang merupakan spesies dari makhluk yang jumlahnya paling banyak yang mendiami sungai sebagai tempat tinggalnya. Di sungai berbagai jenis ikan dapat hidup dengan nyaman dan bisa berkembang biak dengan aman serta tersedia makanan yang jumlahnya sangat banyak. Begitu juga bagi tumbuh-tumbuhan yang hidup disekitar sungai yang membantu memberikan pengairan bagi tumbuhan tersebut agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Semua fungsi tersebut dapat berlaku untuk manusia dan makhluk hidup bila keasrian dari sungai dapat terjaga dan tidak tercemar.

Sungai yang tercemar baik oleh sampah organik dan an-organik maka fungsi yang dijelaskan demikian akan sirna dan beralih fungsi sebagai ladang yang mendatangkan banjir kepada masyarakat yang hidup di sekitarnya dan memunculkan penyakit dari sampah yang menumpuk di sana. Sehingga dampak buruk yang diterima manusia dari sungai yang tercemar sangat besar sekali begitu juga bagi ikan-ikan dan tumbuhan yang ada disekitar sungai pun akan terkena imbasnya seperti mati keracunan dan terpaksa harus migrasi ke tempat yang lain.

Menurut berita yang dilangsir oleh surat kabar Kontan dalam websitenya kontan.co.id mengatakan bahwa hampir 80% sungai di Indonesia sepanjang tahun 2008-2013 telah tercemar (25/03/2014). Kabar tersebut dikutip langsung dari pernyataan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) tentang pemantaun sungai-sungai di seluruh provinsi di tanah air. Sungai-sungai yang terlah tercemar tersebut disebabkan oleh prilaku buruk sebagian dari masyarakat yang tidak menghargai betapa besarnya peran sungai dalam mengatur kestabilan hidup kita. Penyebab sungai-sungai menjadi tercemar diakibatkan banyaknya yang membuang sampah di sungai sehingga jumlah sampah tersebut kian hari samakin banyak dan akibatnya banjir serta penyakitlah yang datang menghampiri kita semuanya.

Kebiasaan buruk tentang membuang sampah sembarangan ke sungai merupakan masalah klasik yang sangat sulit untuk dirubah. Orang-orang yang hidup dekat bantaran sungai dalam pengelolaan limbah rumah tangganya seringkali malas untuk membuangnya ke tempat sampah, alhasil sungai sebagai tempat yang dekat dengan rumahnya dijadikan tempat sampah instan yang berkapasitas besar. Sedari itu kampanye tentang penyelematan sungai sangat dibutuhkan sekali guna menyelamatkan sungai dari pencemaran yang lebih parah lagi.

Berbagai elemen masyarakat harus sadar dan mampu berintegrasi untuk bekerja sama dalam melindungi sungai yang mempunyai peran vital bagi kehidupan manusia. Penyelematan yang bisa dilakukan adalah dengan ramai-ramai ikut dalam pelestarian sungai dengan membersihkannya dari sampah yang menumpuk di atasnya. Dan selanjutnya dapat memasang papan pemberitahuan dengan menuliskan kata-kata bijak tentang pentingnya arti sungai bagi kita semua. Lalu secara bersama-sama memberikan didikan atau pengajaran kepada seluruh masyarakat tentang arti sungai bagi kita sehingga secara perlahan-lahan kesadaran cinta lingkungan akan muncul.

Adanya kontribusi bersama dari semua elemen masyarakat menandakan telah lahirnya kepedulian yang besar untuk mengasrikan sungai kembali dari sampah yang mencemarinya. Karena dampak nyata dari sungai yang tercemar oleh sampah itu akan terlihat jelas bila musim hujan tiba. Sungai yang sudah disesaki oleh tumpukan beragam jenis sampah dan limbah akan lebih mudah meluap dan membanjiri area yang ada di sekitarnya. Hal ini sudah sangat sering terjadi di pedesaan maupun perkotaan yang mempunyai sungai yang telah tercemar oleh sampah.

Tentunya dengan seringnya terjadi bencana banjir yang dikarenakan meluapnya air sungai sejatinya dapat menyadarkan kita bahwa kelestarian perlu untuk dijaga. Sedari itu mari agar tidak ada lagi yang membuang sampah di sungai. Sehingga fungsi sungai yang amat berharga bagi seluruh makhluk hidup disekitarannya bisa terus mencicipinya sampai kapanpun dengan tetap menjaga kelestariannya.

Sumber Gambar:
https://pixabay.com/en/flowing-creek-water-stream-nature-1029885/

Thursday, September 21, 2017

Mengenali Mitos Saat Melatih Burung Jalak Bicara

Jenis burung Jalak termasuk salah satu dari sederet ragam jenis burung ocehan yang cukup banyak digemari orang-orang diberbagai negara termasuk Indonesia. Ramainya orang-orang yang menggilai jenis burung Jalak untuk dipelihara disebabkan kemampuan kicauannya yang terdengar merdu dan bervariasi ditandai dari mampunya meniru suara manusia. Selain itu, metode melatih burung Jalak agar berkicau dengan suara nyaring dan bervariasi tergolong cukup beragam hingga menimbulkan mitos yang berkembang di antara para penghobies. Mitos-mitos yang berkembang dalam melatih burung Jalak berkicau atau berbicara terkait dengan cara melatihnya yang cukup sulit dijelaskan memakai logika. Padahal bila salah dalam melatih burung Jalak berkicau tentu dampak akan serius termasuk membuatnya tidak bisa lagi mengeluarkan suara.

Karenanya pada tulisan ini sengaja untuk mengulik terkait mitos saat melatih burung Jalak berbicara. Adapun pembahasannya dapat disimak penjelasannya di bawah ini:
Gambar: Burung Jalak Suren
1. Menggosokkan cincin emas dibagian lidah burung Jalak
Salah satu mitos dalam melatih burung Jalak agar kicauannya merdu dan bervariasi adalah dengan menggunakan cincin emas yang digosokkan pada bagian lidahnya. Agak sulit bagaimana menjelaskan terkait pengaruh cincin emas secara langsung dengan apiknya suara burung Jalak saat berkicau. Padahal mampunya burung Jalak menirukan ragam jenis suara burung ataupun manusia dikarenakan mendapatkan pelatihan secara terus-menerus dari pemiliknya. Pelatihan tersebut tentu saja dengan rutin mengajarinya berkicau melalui rekaman suara burung Jalak yang sudah gacor yang diletakkan dekat sangkarnya.

2. Mengoleskan cabai dibagian lidah burung Jalak
Mitos lainnya yang dipercayai dapat membuat burung Jalak bersuara merdu dan gacor adalah dengan mengoleskan cabai dibagian lidahnya. Sekilas cara yang satu ini memang dapat berpengaruh baik terhadap kualitas kicauan burung sebab banyak jenis burung yang hidup di alam sering mengkonsumsi cabai dan suaranya lumayan merdu dan bervariasi. Tapi pengaruh cabai tersebut bukan secara instan dapat membuat burung Jalak mampu menirukan beragam jenis suara tanpa perlu latihan. Sebab agar burung gacor dan kicauannya bervariasi tentu harus sering melatihnya dengan rekaman suara burung ataupun sesekali mendekatkan burung Jalak yang sudah pandai berkicau.

3. Pada bagian ujung lidah burung Jalak dipotong
Cara terakhir yang mengandung mitos agar burung Jalak bisa jago berkicau dan menirukan suara ini tergolong beresiko tinggi dan sebaiknya jangan sesekali mencobanya. Hal ini dikarenakan lidah memiliki daging yang lunak dan mudah sekali terluka saat terkena suhu panas ataupun gesekan tajam. Selain itu, lidah burung mempunyai bentuk yang cukup tipis dan menjadi rawan saat salah dalam memotongnya. Sebab bila salah dalam memotong bagian ujung lidah dapat membuat pendaharan yang sulit dihentikan. Dan dampaknya tentu burung Jalak pun akan mengalami kesulitan dalam berkicau dan bahkan membuatnya bisa macet bunyi sama sekali.

Untuk itu dalam melatih burung Jalak agar kicauannya merdu dan bervariasi perlu memperhatikan dampaknya nanti dan jangan terlalu mudah percaya dengan mitos yang berkembang. Sebab burung Jalak yang dapat berkicau dengan baik tentunya dilatih dalam waktu yang tidak sebentar dan menggunakan cara-cara yang rasional termasuk memperhatikan perawatan hariannya dan kebersihan sangkarnya. Okey.

Sumber Tulisan:
https://omkicau.com/2013/09/15/mudahnya-melatih-jalak-nias-bicara/
http://www.burungocehan.link/2016/06/sepenggal-mitos-melatih-bicara-burung.html

Sumber Gambar:
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/3/3a/Asian_Pied_Starling_%28Sturnus_contra%29_calling_at_Kolkata_I_IMG_8809.jpg

Wednesday, September 20, 2017

Mengulik Segudang Manfaat Buah Pisang Bagi Burung Ocehan

Ketika berbicara tentang buah Pisang mungkin tidak ada di antara kita yang tidak mengenalnya. Sebab buah yang satu ini cukup mudah dijumpai diberbagai pasar baik pasar tradisional maupun modern. Harga buah Pisang pun tergolong cukup murah dengan memiliki berbagai jenis dan rasa yang manis. Selain itu, orang-orang yang menyantapnya tidak hanya berfungsi sebagai buah pencuci mulut tapi juga berkhasiat dalam menjaga kesehatan tubuh kita. Buah Pisang yang dikonsumsi pun ternyata juga dapat dijadikan pakan utama atau tambahan yang diberikan kepada burung ocehan peliharaan di rumah. Untuk itu pada tulisan ini coba menguliknya agar dapat menambah wawasan kita sekalian.

Buah Pisang yang memiliki ciri berwarna kekuningaan saat sudah matang ini termasuk jenis tumbuhan yang daunnya berukuran cukup panjang dan lebar. Tanaman ini juga tergolong mudah tumbuh baik di dataran rendah hingga area perbukitan. Selain itu, buah Pisang yang sering dimakan orang-orang umumnya mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan tubuh mulai dari Kalium, Kalsium, Karbohidrat, Vitamin (A, B6, C, D, dan K), Magnesium, Fosfor, Seng, Mangan, Selenium, dan ragam nutrisi lainnya. Begitu juga dengan khasiat buah Pisang yang cukup beragam seperti meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menjaga stamina agar tidak mudah lelah, menaikkan berat badan, menjaga tekanan darah tetap normal, baik memelihara ketahanan tulang agar tidak keropos, dan dapat melancarkan sistem pencernaan dalam tubuh.
Gambar: Buah Pisang
Ragamnya kandungan nutrisi yang ada pada buah Pisang tidak hanya dapat dirasakan manfaatkan oleh manusia tapi juga bagi makhluk hidup lainnya yang menyantapnya termasuk burung ocehan. Pemberian buah Pisang untuk burung ocehan sebenarnya sudah lama dikenal dan dilakukan para penghobies di tanah air. Hal ini tak terlepas dari minat burung ocehan yang memang tidak menolak untuk memakan buah Pisang yang digantung dalam sangkarnya. Nah, adapun manfaat yang diperoleh burung ocehan saat memakan buah Pisang tergolong lumayan banyak mulai dari mampu menjaga sistem pencernaannya dari sembelit atau susah buang kotoran. Selain itu, buah Pisang juga cukup baik dalam menjaga kekebalan tubuhnya agar tidak mudah sakit dan mampu menaikkan berat badannya supaya lebih tampak proporsional.

Burung ocehan yang dapat memakan buah Pisang pun cukup beragam baik pemakan tumbuhan (herbivora) maupun pemakan serangga (karnivora). Hanya saja, sebelum buah Pisang diberikan kepada burung ocehan kesayangan Anda di rumah dapat memperhatikan beberapa hal berikut ini, yakni:

  1. Buah Pisang yang dijadikan makanan burung ocehan sebaiknya berjenis Barangan atau Kepok yang sudah matang tapi jangan terlalu tua.
  2. Sebelum diberikan terlebih dahulu dapat membersihkan kulit bagian luarnya dan mencucinya hingga bersih. Tujuannya agar tidak ada sisa karbit yang nanti menempel di daging buah.
  3. Bila buah Pisang yang ada di sangkar tampak sudah berlendir dan ditempeli kotoran sebaiknya menggantinya dengan pisang yang baru.
  4. Pemberian buah Pisang kepada burung ocehan juga jangan berlebihan atau terlalu sering sebab dampakya dapat membuat tubuh burung menjadi gemuk dan malas bergerak.

Nah, demikianlah ulasan tentang buah Pisang yang ternyata baik diberikan kepada burung ocehan asal jangan terlalu berlebihan. Untuk itu dengan membaca artikel ini sampai tuntas kiranya dapat menambah pemahaman kita seputar pangan burung ocehan beserta manfaatnya. Karenanya, bagi Anda yang belum pernah memberikan buah Pisang kepada burung peliharaan di rumah mungkin tak ada salahnya untuk mencoba nanti. Okey.

Sumber Tulisan:
1. https://omkicau.com/2015/02/22/pisang-kepok-untuk-cucak-hijau-usahakan-steril-dan-pilihlah-jenis-saba/
2. https://www.amazine.co/23221/ketahui-7-nutrisi-penting-kandungan-kalori-dalam-pisang/

Sumber Gambar:
https://pixabay.com/en/banana-good-food-healthy-fruit-1949166/

Tuesday, September 19, 2017

Pentingnya Merawat Burung Cucak Hijau Agar Tampil Optimal Saat Lomba

Pentingnya Merawat Burung Cucak Hijau Agar Tampil Optimal Saat Lomba

Mengikuti perlombaan burung ocehan merupakan impian tersendiri bagi para pengobies burung Cucak Hijau untuk menonjolkan kelebihan burung peliharaannya. Sebab dengan mengikuti perlombaan tersebut maka burung Cucak Hijau yang tampil akan dikenal oleh para penghobies burung lainnya. Apalagi saat burung memenangi perlombaan dengan mendapat juara satu maka biasanya akan ada yang membelinya dengan harga mahal. Akan tetapi untuk memperoleh juara dalam perlombaan tentu burung Cucak Hijau diminta tampil optimal dengan mampu mengeluarkan kicauannya yang bervariasi, fisik dalam kondisi sehat, dan mental yang stabil. Karenanya, agar burung bisa tampil maksimal memang dibutuhkan perawatan yang tidak mudah.

Perawatan yang diberikan kepada burung Cucak Hijau agar tampil optimal saat mengikuti perlombaan perlu mencakup berbagai sisi seperti kicauan, pakan, kebersihan, dan tingkat birahinya. Selain itu burung Cucak Hijau yang dirawat tidak hanya berhenti pada satu atau minggu pertama tapi secara berkelanjutan walaupun perlombaan sudah selesai diikuti. Untuk itu pada artikel ini coba menguraikan masing-masing perawatan yang dibutuhkan burung Cucak Hijau. Adapun penjelasannya dapat dibaca sebagai berikut:

1. Terkait dengan kicauannya
Agar kicauan burung Cucak Hijau terdengar merdu dan bervariasi dapat melatihnya dengan memperdengarkan suara kicauan dari burung sejenis dan burung lain. Dengan rutinnya burung Cucak Hijau dimaster memakai suara burung lain yang sudah mumpuni dapat menambah variasi kicauannya. Selain itu, bisa pula menggantangnya bersama burung lain atau sejenis yang dapat dilakukan beberapa kali dalam seminggu. Untuk itu, bila burung Cucak Hijau rajin dilatih kicauannya tidak hanya membuatnya memiliki suara bervariasi tapi juga mampu mengeluarkan gaya khasnya yang dapat berkicau sambil membuka paruhnya tanpa menutup. Gaya khas ini biasanya dikenal oleh para penghobies burung Cucak Hijau sebagai ngentrok.

2. Terkait dengan pakannya
Burung Cucak Hijau yang diikutkan berlomba dalam kontes burung ocehan perlu diberikan asupan nutrisi yang cukup. Sebab dengan diberikannya pakan yang mengandung banyak gizi tidak hanya menjaga burung terhindar dari penyakit tapi juga membantu tingkat kecerdasannya agar semakin berkembang dan memperhatankan staminanya agar tidam udah capai. Untuk itu burung Cucak Hijau dapat diberikan pakan yang berasal dari beraneka jenis buah-buahan dan juga serangga. Selain itu bisa pula ditambahkan dengan pemberian multvitamin yang banyak dijual di pasar burung ocehan.

3. Terkait dengan kebersihan
Menjaga kebersihan burung Cucak Hijau tidak hanya sebatas rutin memandikan dan menjemurnya saja. Tapi juga mesti rajin membersihkan sangkar dan tempat pakannya dengan mencuci memakai air dan juga deterjen. Selain itu, pakan yang diberikan kepada burung Cucak Hijau juga perlu diperhatikan kebersihannya dengan cara dicuci bersih ataupun mengupas kulit luarnya. Tujuan dari menjaga kebersihan ini agar burung Cucak Hijau tidak mudah terserang penyakit dari kuman ataupun bakteri yang banyak menempel pada tempat pakan ataupun di sela-sela sangkarnya. Manfaat lainnya mampu menjaga mentalnya agar tidak mudah stres sebab kondisi sangkar yang dipenuhi kotoran cenderung membuat burung mudah tertekan.

4. Terkait dengan tingkat birahinya
Merawat burung Cucak Hijau agar mampu tampil optimal saat mengikuti perlombaan perlu memperhatikan tingkat birahinya. Bila birahi burung sedang dalam kondisi meningkat ataupun menurun dapat menggangu performanya tampil. Biasanya birahi burung yang sedang tidak stabil dapat membuatnya berperilaku liar dengan menabrakkan dirinya ke jeruji sangkar. Selain itu, burung pun menjadi malas berkicau dengan hanya mengeluarkan suara ngeriwik seperti hendak kawin mencari pasangannya. Untuk itu, agar birahi burung Cucak Hijau tetap stabil dapat mengatur pemberian pakannya yang tidak terlalu banyak mengandung protein, menggantangnya di tempat tenang, dan bisa mengkerodong sangkarnya saat hendak istirahat.

Nah, itulah ulasan terkait perawatan yang perlu dilakukan kepada burung Cucak Hijau agar bisa tampil optimal saat mengikuti perlombaan. Semoga dengan membaca artikel ini sampai tuntas dapat membantu bagi para penghobies yang ingin burung Cucak Hijau kesayangannya bisa tampil optimal saat ikut kotes burung ocehan. Okey.

Sumber Tulisan:
1.    https://omkicau.com/2017/02/03/tips-menjaga-kondisi-burung-cucak-hijau-agar-tampil-maksimal/
2.    http://www.situsburung.com/cara-perawatan-cucak-ijo-gacor/