Saturday, April 12, 2014

Buah Manggis dan Khasiatnya Bagi Kesehatan

Pernahkah anda memakan buah manggis nan segar rasanya? Pastinya sudah. Karena buah manggis sudah cukup familiar bagi kita yakni masyarakat Indonesia. Ya, dari penelitian menjelaskan bahwa buah manggis adalah buah asli dari Indonesia yang tumbuh subur di semua kepulauan nusantara dari sabang sampai marauke sehingga sudah lumrah dikenal oleh semua lapisan masyarakat. Sanking menjamurnya buah manggis di Indonesia membuat buah ini dijuluki sebagai “rajanya buah” dan juga dikenal luas oleh orang-orang luar negeri yang tahu bahwa buah manggis mengandung kadar antioksidan tinggi yang mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan.

Pohon manggis yang hidup subur di Indonesia biasanya memiliki tinggi 7 sampai 25 meter tergantung tekstur tanah di masing-masing daerah dan tiba musim berbuah umumnya pohon manggis bisa menghasilkan ratusan buah manggis yang siap untuk di panen. Bagi anda yang belum pernah melihat buah manggis maka ciri-ciri dari buah manggis ialah berwarna merah keunguan ketika matang, meskipun ada pula varian yang kulitnya berwarna merah.

Gambar: Buah Manggis
Nah, tahukah anda bahwa buah manggis mempunyai kandungan gizi tinggi yang bermanfaat bagi kesehatan. Kandungan gizi yang terkandung dalam buah manggis itu ada bermacam-macam di antara ialah vitamin C, Serat, Kalsium, Katekin dan Proanthocyanidins. Sedangkan untuk kulit buah manggis juga terkandung banyak gizi di antaranya antioksidan yang bernama Xanthones yang bisa dimanfaatkan sebagai penyangkal anti kanker, anti inflamasi, anti virus, anti bakteri, anti jamur dan juga antioksida. Maka dari itu sejak dulu banyak masyarakat di dunia seperti Indonesia, Cina, dan India telah memanfaatkan buah manggis dan kulitnya sebagai obat tradisional yang ampuh menyembuhkan berbagai penyakit disamping rasa buahnya yang memang enak.

Menguak lebih jelas mengenai khasiat yang terkandung dari buah manggis maka saya menuliskan semua khasiat yang ada pada buah manggis. Nah inilah khasiat-khasiatnya:
  • Mampu memerangi infeksi virus, bakteri, dan demam.
  • Melindungi kesehatan otak dan saraf sehingga terhindar dari kepikunan.
  • Dapat mengurangi gula darah pada diabetes tipe II dengan mengarahkan insulin lebih aktif. 
  • Mampu untuk meningkatkan energi tanpa stimulan.
  • Meningkatkan sistem kekebalan pada tubuh sehingga terhindar dari penyakit alergi disebabkan oleh cuaca ataupun makanan.
  • Mampu meringankan penyakit diare, menjaga kesehatan usus, dan menstimulasi kesehatan usus normal. 
  • Mampu mengurangi lemak tubuh sehingga tepat digunakan bagi anda yang ingin diet atau yang ingin mengurangi berat badan.
  • Baik digunakan pada kulit dan wajah anda yang bisa untuk memberantas jerawat dan mempercepat proses penyembuhan luka di kulit.
  • Bisa mengurangi kerusakan radikal bebas dan inflamasi di tubuh dengan terjaganya kesehatan pembuluh darah, mengatur kadar kolestrol, melindungi otot jantung, dan menurunkan tekanan darah tinggi.

Nah, tahu sudahkan khasiat-khasiat yang terkandung pada buah manggis yang bisa menyembuhkan berbagai penyakit dan bermanfaat untuk menjaga kesehatan. Sehingga bagi anda yang belum pernah memakan buah manggis satu kalipun, saya sarankan setelah membaca artikel ini mulailah makan buah manggis. Oke.

Oleh : Satria Dwi Saputro
Sumber:
1. http://www.gakbasi.com/10-manfaat-buah-manggis-untuk-kesehatan.html
2. http://id.wikipedia.org/wiki/Manggis

Gambar:
1. http://www.internet.web.id/2012/05/gambar-buah-manggis-segar.html

Friday, April 11, 2014

Menumbuhkan Rasa Peduli Terhadap Lingkungan

Menumbuhkan Rasa Peduli Terhadap Lingkungan

Semua media di Indonesia sedang sibuk-sibuknya memberitakan bencana yang menimpa hampir semua daerah di Indonesia. Seperti banjir, tanah longsor, gempa bumi, dan erupsi gunung adalah berbagai jenis bencana yang melanda tempat-tempat diberbagai daerah di Indonesia. Kerugianpun bukan main-main menimpa masyarakat yang tertimpa bencana yaitu hilangnya rumah sebagai tempat berlindung, sawah dan ladang lenyap ditutupi oleh abu erupsi, harta benda hilang terbawa arus banjir. Tentunya semua mengerti bahwa bencana itu datang dari berbagai sebab dan alasan. Tapi salah satunya kelalaian manusia yang merusak lingkungan dapat jadi penyebab bencana itu muncul.

Laiknya banjir yang menimpa bebarapa daerah di provinsi Sumatera Utara pada bulan desember 2013 tahun lalu yang merugikan masyarakat karena merendam perumahan dan sawah ladang masyarakat. Beberapa daerah di Sumut yang terendam banjir seperti Medan, Tebing Tinggi, Labuhan Batu Utara, Asahan dan Langkat diakibatkan oleh meluapnya sungai-sungai yang ada di daerah tersebut. Dan faktor pendukung menjadikan sungai yang meluap cepat melahap perumahan warga ialah hilangnya pepohonan penyangga dan tumpatnya selokan sebagai aliran air oleh sampah. Disadari bahwa dengan hadirnya pepohonan penyangga yang ditanam di pinggiran sungai, tepian laut dan perbukitan dapat menjadi tameng selain tanggul untuk meresap air saat air hujan turun dalam kurun waktu yang lama.

Ini salah satu cara alternatif yang dirasa cukup ampuh untuk menahan luapan air saat musim hujan tiba dan pasang air laut tapi menipisnya jumlah hutan membuat debit air yang meluap dari sungai tak bisa diserap oleh hutan yang jumlahnya sangat sedikit. Sehingga akibatnya tanggul yang dibangunpun terkadang tak mampu menampung semua air yang dihantarkan oleh sungai. Dengan dibangunnya rasa kepedulian terhadap lingkungan hasilnya mungkin akan sebaliknya. Dimana jumlah hutan di tanah Sumatera Utara hanya tersisa 3,7 juta hektar saja yang jumlah tersebut setiap tahun akan terus menyusut dimana terjadinya pembalakan liar yang menebang pohon dalam jumlah yang besar tanpa melakukan reboisasi kembali. Alhasil yang siap dinanti oleh masyarakat yang tinggal di dekat bantaran sungai dan tepian perbukitan adalah bencana yang datang secara tiba-tiba karena hutan sebagai penyangga telah tiada.

Maka dari itu menimbulkan rasa peduli terhadap lingkungan dengan kembali menanam pohon dapat menyelamatkan lingkungan dari bencana yang datang. Rasa kepedulian untuk menyelamatkan hutan dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti bergotong royong menanam bibit pohon, menjaga hutan dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab, atau ikut mengkampanyekan dalam berbagai cara untuk menjaga hutan tetap lestari.

Adapun selain gundulnya hutan yang menjadi salah satu penyebab mudahnya bencana seperti banjir dan tanah longsor menimpa pemukiman masyarakat, ada juga penyebab lain yang acap kali sudah sangat sering dibahas yaitu mengenai tumpukan sampah. Tingginya jumlah penduduk di perkotaan menyebabkan jumlah produk yang dikonsumsi juga tinggi dan penanganan limbahnya yang menjadi kendala. Keseringan dari masyarakat sangat mudahnya menjadikan selokan dan tepian sungai sebagai tempat sampah instan tanpa mau repot-repot membuang limbahnya di tempat sampah. Alhasil, ketika hujan deras turun di perkotaan menyebabkan selokan yang ada diperkotaan tumpat oleh sampah dan air tak dapat ditampung lagi oleh selokan sehingga menyebabkan banjir dan muncul beragam penyakit.

Seperti yang dilangsir oleh Harian Medan Bisnis pada 27 Mei 2013 bahwa kota Medan menghasilkan sampah per hari yakni 1700 ton dan itu jumlahnya meningkat dibanding waktu sebelumnya hanya sekitar 1300 ton sampah per hari. Sampah yang membeludak tersebut ada sebagian yang tidak terangkut oleh petugas pembersih sampah dan mengendap di selokan selama berahari-hari bahkan bertahun-tahun menyebabkan saat hujan turun sebagian daerah di kota Medan terendam oleh banjir. Dalam pandangan bersama hal seperti ini harus menjadi wacana untuk menyegarkan selokan dari sampah-sampah yang mengisi selokan di kota-kota besar seperti Medan. Karena lancarnya selokan dalam mengalirkan air maka kemungkinan daerah-daerah yang terendam air akan berkurang drastis.

Tetap menjadi solusi agar menjauhkan bencana untuk tak terjadi ialah dengan menumbuhkan rasa kepedulian terhadap lingkungan. Sampah yang menggentayang di selokan dan di tempat-tempat yang tidak semestinya ditempati oleh sampah menyadarkan kita untuk segera membersihkannya dari selokan ataupun paling tidak kita jangan ikut-ikutan membuang sampah di selokan ataupun di sungai. Karena kerugian yang ditimbulkan oleh bencana akibat ulah tangah manusia sendiri tidak hanya dari sisi ekonomi saja tetapi juga memakan korban jiwa yang tidak sedikit.

Oleh karena itu penulis mencoba mengajak para pembaca semuanya untuk menunjukkan rasa kepedulian terhadap lingkungan dengan berbagai cara yang itu berdampak langsung terhadap perbaikan lingkungan ke arah yang lebih baik. Sehingga apa yang disebut banjir dan tanah longsong tidak lagi menyerang masyarakat karena lingkungannya telah dijaga dan dirawat dengan bijak.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Penulis adalah Mahasiswa IAIN-SU)
Korupsi dan Tingkat Kemiskinan Rakyat

Korupsi dan Tingkat Kemiskinan Rakyat

Korupsi tampaknya sudah bagai budaya yang lumrah terjadi di negara kita Indonesia. Setiap hari pemberitaan yang dirilis oleh media selalu berkaitan mengenai korupsi dan penyuapan yang menyeret para petinggi pejabat negara. Tentunya itu bukanlah budaya yang patut ditiru oleh siapapun sebab korupsi yang terjadi di negera kita telah menyebabkan kemelaratan kemiskinan yang harus dipikul rakyat. Korupsi yang terjadi menyedot uang rakyat tidak hanya terjadi pada satu instansi saja tetapi telah terjadi diberbagai instansi seperti kesehatan, pendidikan, olah raga, pangan rakyat, dan lain-lain. Kerugian yang dihitung-hitung pun mencapai ribuan trilliunan rupiah.

Menjadi pusat perhatian kita bersama bahwa korupsi yang tumbuh bagai dimusim penghujan yang begitu tak terhitung jumlahnya telah menyebabkan kemiskinan yang banyak menyeret rakyat Indonesia. Betapa tidak berdasarkan berita yang ditulis oleh Sindonews.com yang mengatakan bahwa jumlah kemiskanan di Indonesia pada Maret 2013 lalu mencapai 28,07 juta jiwa yang dikutip dari BPS. Banyaknya jumlah masyarakat miskin di Indonesia salah satu penyebabnya ialah sempitnya lapangan pekerjaan yang bisa dibuka untuk menampung para rakyat yang telah matang untuk bekerja. Yang akibatnya menjadikan tingginya tingkat pengangguran setiap tahunnya diberbagai daerah.

Tapi penyebab utama dari berbagai alasan membludaknya rakyat Indonesia yang terpuruk dalam kemiskinan adalah masih maraknya tindakan korupsi yang terus menelan uang rakyat. Disebabkan berdasarkan data yang diungkap oleh KPK bahwa selama 2004 sampai akhir 2013 jumlah kasus korupsi yang telah berhasil diungkap mencapai 353 kasus yang diberitakan oleh Surat Kabar Waspada pada 10 Januari 2014. Dapat dibayangkan betapa banyaknya jumlah uang rakyat yang telah ditelan oleh para tersangka korupsi sehingga patutlah itu menjadi penyebab utama atas tingginya rakyat miskin di Indonesia. 

Biangnya Korupsi
Dikatakan tadi bahwa jumlah rakyat miskin yang dirilis oleh BPS yang mencapai 28,07 juta jiwa orang pada Maret 2013 menghasilkan tingkat pertumbuhan ekonomi pun menjadi sangat lambat ditambah dengan naiknya harga BBM yang diikuti naiknya berbagai harga komoditi makanan pokok. Banyaknya jumlah rakyat miskin yang disebabkan oleh berbagai faktor sangatlah menghimpit kehidupan banyak rakyat yang masuk dalam jurang kemiskinan sebab hal tersebut menjadi penghambat bagi mereka untuk meningkatkan taraf kehidupannya. Seperti banyaknya rakyat miskin yang anaknya terkena penyakit busung lapar dikarenakan keterbatasan ekonomi untuk membeli makanan yang sehat dan bergizi. Yang juga dalam kasus berbeda banyaknya anak-anak yang memilih tidak sekolah atau putus sekolah yang faktornya tidak mempunyai biaya dan memilih untuk bekerja. Hal ini tentunya menjadi renungan pada kita untuk membuka mata melihat rakyat miskin yang meningkat tak lepas mempunyai korelasi dengan tingginya angka korupsi yang terus diungkap oleh KPK.

Jadi, jika disebut biangnya adalah korupsi rasa-rasanya sangatlah tepat karena jika para tersangka korupsi tidak melakukan korupsi dan membelanjakan uang rakyat untuk memakmurkan rakyat hasilnya mungkin berbeda. Jumlah rakyat miskin akan berkurang tiap tahun dimana terbukanya ribuan lapangan pekerjaan yang mampu menyerap jutaan orang akan menurunkan tingkat rakyat miskin di semua daerah.

Banyaknya orang yang korupsi dengan memanipulasi uang rakyat menggunakan berbagai cara membuat proyek yang sudah diagendakan buat meningkatkan taraf hidup untuk rakyat menjadi terhambat sebab dananya telah raib masuk ke dalam kantong masing-masing. Dari itu penting untuk menyelamatkan uang rakyat dari tangan koruptor untuk digunakan kembali pada jalan yang semestinya yaitu buat rakyat. 

Selamatkan rakyat miskin.
Jumlah rakyat miskin yang begitu banyak di negara Indonesia menunjukkan kepada kita betapa para pemangku jabatan di pemerintahan masih menutup matanya untuk menjalankan tugas buat kemakmuran rakyat. Tertindasnya rakyat disebabkan haknya telah dirampas oleh pejabat dengan korupsi haruslah menyadarkan diri kita semuanya untuk menyelamatkan rakyat dari jurang kemiskinan. Berdirinya para penegak hukum seperti kepolisian, kejaksaan, KPK dan lain-lain adalah sebagai bukti masih hidupnya negara ini untuk memberantas para koruptor yang masih bergentayangan di pemerintahan.

Terbabat habisnya para koruptor dengan terkembalinya uang negara dapat menjadi angin segar kepada seluruh masyarakat untuk bisa mendapatkan hidup yang layak tanpa ada satupun yang terkucilkan. Karena menurunnya tindakan korupsi di semua lembaga pemerintahan baik dari tingkat eksekutif, yudikatif, dan legislatif berarti telah tersadarnya para pemimpin untuk serius membenahi nasib rakyat yang makin terpuruk akibat korupsi yang merajalela.

Kita semua harus sadar dan dapat berubah dengan korupsi tak ada satupun yang akan bahagia sebab korupsi adalah merampas hak orang lain dan membuatnya sengsara. Maka dari itu, mendewasakan diri kita dengan membenahi prilaku akhlak agar tak melakukan korupsi sejatinya telah menyelamatkan jutaan rakyat dari jurang kemiskinan untuk bisa hidup layak.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, IAIN-SU)
Ngasong dan Korupsi

Ngasong dan Korupsi

Geliat korupsi yang sudah merambat kemana-kemana dan pelakunya pun yang telah terungkap jumlahnya tak kalah banyak dengan jumlah rupiah yang dicuri mereka sehingga menyebabkan kerugian yang harus ditanggung negara ini. Kerugian yang terjadi akibat korupsi berdampak serius terhadap kelambanan kemajuan negara ini dari segi perbaikan finansial masyarakatnya, mapannya pendidikan, dan kelayakan kerja yang belum dirasakan sama-sama. Masih ditemukannya disejumlah kota-kota besar seperti Medan, Jakarta, Bandung, dan lainnya orang-orang yang bekerja belum memiliki penghasilan yang cukup ataupun masih terdapat berpenghasilan masih dibawa gaji rata-rata yang ditentukan pada masing-masing provinsi.

Ya, pekerjaan yang masih banyak dilakoni oleh orang-orang Indonesia dengan pendapatan yang tidak menentu adalah berdagang asongan. Berdagang asongan adalah jenis pekerjaan yang laris manis digeluti oleh sebagian besar masyarakat ibu kota yang tidak punya pekerjaan tetap dengan gaji yang layak. orang-orang yang menggeluti berdagang asongan ini berjualan pada tempat-tempat yang ramai dikunjungi oleh orang-orang seperti gerbong kereta api, di jalan raya, halte bus, dan tempat-tempat lainnya. Dan produk-produk yang dijual pun hanya sebatas rokok, koran, mie instan, permen, tisu, nasik, cofee instans, dan produk lainnya yang harganya tak lebih dari Rp. 10.000. Menariknya sebagian kecil dari para pekerja yang berjualan asongan adalah anak-anak yang seharusnya duduk manis di bangku sekolahan untuk menimba ilmu bukan seharusnya berjemur diterik matahari dan bergumul di tengah sesaknya keramaian demi mencari sesuap nasi untuk hari ini.

Orang-orang yang bekerja sebagai pedagang asongan adalah orang-orang yang berstatus miskin dan perlu mendapatkan sokongan pelatihan kerja agar mampu mandiri membuka usaha nyata bukan seharusnya mengasong diperempatan lampu merah ataupun di kereta api. Himpitan ekonomi yang terus meningkat apalagi seringnya Indonesia mendapatkan serangan inflasi dari anjloknya nilai tukar rupiah terhadap asing yang catatan terbaru yang dilansir oleh metrotvnews.com bahwa pada tanggal 28 November 2013 mata uang Indonesia anjlok sampai Rp 12.000 terhadap dollar amerika. Anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dollar sejatinya memukul pasar-pasar yang ada di Indonesia karena berbagai harga bahan pokok dapat naik yang menghantam kehidupan rakyat yang berpenghasilan minim. 

Biangnya Korupsi
Adalah jumlah pedagang asongan yang kian tahun terus meningkat di berbagai kota hal ini disebabkan ketidakmampuan untuk membuka usaha dengan layak karena keterbatasan keterampilan dan modal sehingga arti pemerintah diperlukan disini untuk memberdayakan pedagang asongan agar beralih profesi ke arah yang lebih baik. Korupsi yang menggeliat di berbagai lini pemerintahan menyebabkan kelambanan untuk memajukan berbagai lini penting menjadi terhambat sehingga harus mengorbankan rakyat kecil yang lintang pukang mencari pekerjaan apa saja untuk menafkahi hidupnya. Dari yang disuguhkan harian tribunnews.com pada juli 2013 bahwa hilangnya uang negara yang dicuri oleh koruptor sebanyak Rp 250 trilliun dan uang yang berhasil dikembalikan untuk kas negara hanya sebesar Rp 15,09 Trilliun atau sekitar 8 persen dari jumlah semuanya Rp. 250 Trilliun.

Besarnya jumlah uang yang dicuri oleh koruptor menjadikan rakyat yang semestinya bisa hidup layak dan sejahtera harus disuruh puasa dulu dan bersabar disebabkan keterbatasan uang untuk memberikan subsidi dalam bidang pendidikan dan ekonomi yang menjadikan jumlah orang miskin di Indonesia mencapai 28,07 juta jiwa. Sebagian besar orang miskin tersebutlah hidup dalam keterbatasan ekonomi sehingga memaksa mereka harus bekerja sebagai pedagang asongan yang terkadang bentrok dengan aparat hukum yang ingin menertibkan para pedagang asongan. Dalam satu sisi keberadaan pedagang asongan memang mengganggu kelancaran aktivitas masyarakat di jalan raya, stasiun, dan bandara tapi dilihat dari sisi yang berbeda adanya pedagang asongan bukti mereka ingin berjuang untuk keluar dari jurang kemiskinan yang bisa mengubur mereka jika tidak bekerja.

Itulah yang menjadi pilihan masyarakat yang hidupnya tercatat oleh BPS sebagai masyarakat kelas miskin yang harus tetap bekerja demi mendapatkan seonggok rupiah yang tak terbilang jumlahnya. Tidak sebanding jumlah uang negara yang dikorupsi dan dikembalikan pada kas negara yang juga kadar hukuman yang diputuskan untuk terpidana korupsi pun masih banyak yang tidak membuat jera para pejabat lain untuk tidak korupsi dan adapula terpidana korupsi yang kabur keluar negeri dengan membawa uang curiannya.

Benarnya adalah korupsi yang menjamur di birokrasi pemerintah negara kita menjadi biang kerok ambruknya negara ini menjadi negara yang sulit mendapatkan kepercayaan dari luar negeri. Apalagi tersangka korupsi yang sering bermuculan di layar televisi dan koran kebanyakan adalah orang-orang penting di pemerintahan yang diamanahkan untuk mengurusi hajat hidup orang banyak agar bisa sejahtera. Adalah seperti gubernur, bupati, walikota, anggota DPR RI dan DPRD, ketua MK, Kepolisian, ketua SKK Migas dan institusi lainnya dicatat rapi sebagai terpina korupsi yang menguras uang rakyat dan membunuh rakyat secara perlahan-lahan. 

Lebih Baik Ngasong daripada Korupsi
Iya, jika ditanyakan pada hati nurani masing-masing mana lebih baik bekerja sebagai pengasong atau duduk dipemerintahan tapi korupsi. Jawabannya jika dipakai hati nurani yang paling dalam tentunya adalah berdagang asongan. Terhormat mereka yang tercatat dalam catatan BPS sebagai orang miskin tapi masih mau bekerja keras sebagai pedagang asongan yang menjual barang-barang kepada para masyarakat umum dengan harga yang murah dan keuntungan alakadarnya. Terhormat mereka tak sampai menjadi peminta-minta di jalanan dan tak menjadi pencuri uang rakyat tapi masih berkeinginan merubah hidupnya keluar dari lubang kemiskinan dengan berdagang asongan dalam keterbatasan modal untuk membuka usaha yang lebih layak.

Dibanyak media di Indonesia tampak pedagang asongan yang jumlahnya tak terhitung lagi di berbagai provinsi dan kota sering bertengkar dan kejar-kejaran dengan aparat hukum yang melakukan razia terhadap pedagang asongan. Tentunya kita melihat ini merasa sedih karena seharusnya yang ditangkap oleh aparat hukum adalah koruptor dan bukan malah pedagang asongan. Yang diharapkan adalah penyuluhan dan aturan yang bijak agar mengarahkan para pedagang asongan ini berdagang pada koridornya sehingga para aparat hukum tidak harus turun tangan menangkapi mereka yang tidak punya usaha lagi selain mengasong.

Mencari rezeki yang halal adalah sebaiknya tujuan hidup kita karena rezeki halal yang didapatkan dan dimakan oleh diri sendiri dan orang yang diberi akan mendatangkan keberkahan dari pada dapat uang banyak tapi korupsi sehingga harus mendapat dua hukuman yakni penjara di dunia dan azab di akhirat kelak. Tentunya inilah yang menjadi perbandingan dari para pedagang asongan yang mencari rezeki yang halal dengan keuntungan yang tidak seberapa tapi mereka tampak masih bisa tersenyum dan tertawa lepas dari capainya bekerja seharian penuh. Dan inilah yang tentunya menjadi pelajaran kita bersama bahwa berdagang asongan dengan penghasilan rendah jauh lebih berkah dari pada harus korupsi untuk memenuhi nafsu semata.

Masalah pedagang asongan yang dirazia guna untuk memberantas mereka tentu tidak akan pernah habis karena keberadaan mereka akibat dari kemiskinan yang diderita sebab itulah ngasong sebagai pilihan hidup dari pada korupsi. Masih gemarnya yang korupsi adalah semakin memperparah meningkatnya jumlah orang miskin dan mengikis jumlah orang yang sejahtera karena uang yang dikorupsi yang sejatinya diperuntuhkan bagi kemakmuran rakyat sudah habis dan yang ingin dimakmurkan tidak mendapatkan apa-apa lagi. Jadi, saran penulis bahwa artikel ini mengajak kita bersama agar tak sampai jadi koruptor karena kerugian yang timbul bukan hanya pada diri sendiri saja tapi juga pada orang lain yang salah satunya meningkatnya jumlah pengasong di Indonesia.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, IAIN SU dan anggota Universal Islamic Economic (UIE) IAIN SU)
Mempesonanya si Danau Toba

Mempesonanya si Danau Toba

Dalam perjalan sejarah dari dongeng mencuatkan abadinya tersendiri bagi danau toba yang terletak di Sumatera Utara, Indonesia. Eksotis yang menjadi pesona eloknya alam Danau Toba menghantarkan jutaan orang tergila-gila ingin mengunjunginya untuk meninjau apiknya alam yang membentang dan di tengah Danau Toba ada pulau kecil yang bernama Pulau Samosir yang juga menjadi tujuan para wisataan untuk menyaksikan fauna dan flora serta bersuka cita dengan tersedianya banyak penginapan di sekitar danau tersebut.

Merujuk bahwa danau Toba telah ada sejak 73 ribu tahun yang lalu diakibatkan letusan gunung supervulcano yang menyebabkan cekungan pada daerah tersebut yang berdiameter panjangnya yang mencapai 100 km serta lebarnya kisaran pada 30 km dicakup juga bahwa kedalamannya mencapai 529 m. Dari letusan supervulcanologi tersebut yang membentuk kawah dalam pembentukan danau toba tercipta juga satu pulau kecil di tengah danau tersebut yang sudah di atas ialah Pulau Samosir dari endapan magma yang tak sempat meletus dalam ledakan dahsyat tersebut.

Danau Toba adalah danau Vulcanologi terbesar di Benua Asia yang berarti dikatakan bahwa danau Toba termasuk tataran danau terbesar di dunia dari danau-danau yang terkenal lainnya seperti danau Superior, danau Victoria dan danau-danau lainnya. Melanjutkan juga bahwa eksotis alam yang dipunyanya adalah pohon pinus yang tumbuh subur mengelilingi danau tersebut menjadikan hawa sejuk mampu merefleksikan para touris yang berkunjung kesana, disamping itu juga jikalau berkunjung ke pulau samosir maka akan dimanjakan dengan air terjun besar yang menyejukkan hati. Takkala heboh juga aroma adat batak yang kental membawa tempat pelestarian budaya Indonesia semakin kental untuk dikenal para turis yang terutama dari luar negeri. Dan etnis yang mendiami areal danau toba selain suku batak ialah toba, karo, simalungun, pak-pak, dairi, angkola dan mandailing sehingga dapat ditemui adanya rumat adat membawa budaya lokal hidup di danau toba. Menakjubkan sekali alam yang dipunyai danau toba, juga diketahui danau toba menyimpan banyak kekayaan alam disamping pohon pinus yang tumbuh subur di areal danau tersebut adalah flora yang bisa dijumpai seperti Edelwis atau kantong semar yang masih banyak di pulau samosir. Fauna yang melingkup jenis reptil, burung, dan mamalia serta ikan menghuni areal danau toba menjadi simpanan kekayaan yang dilestarikan serta diolah oleh masyarakat setempat.

Menjiwai hal tersebut memberikan gambaran bahwa alam surga yang menanti di Indonesia ialah danau Toba yang dapat menjadi objek travelling orang-orang dari penjuru dunia datang untuk melihat alamnya, fauna, flora serta adat istiadat yang ada di danau Toba. Banyak masyarakat di sekitar danau tersebut memanfaatkan kekayaan alam yang terhampar di danau tersebut seperti menjaring ikan yang beragam baik untuk dikonsumsi juga untuk dijual kepada wisatawan yang berkunjung. Dan dikatakan jenis flora yang beragam di danau toba membawa kreativitas masyarakat mengolahnya untuk pengobatan tradisional juga untuk bahan kuliner dalam memadukan masakan yang lezat. Inilah yang menjadi pesonanya danau toba yang mungkin tidak dipunyai danau-danau terbesar lainnya di belahan dunia.

Itulah menjadi banyak alasan untuk dapat mengunjungi danau toba yang menyuguhkan keceriaan bagi para wisatawan dengan menghayutkan denyut kebahagiaan akan budaya lokal yang merajut hati wisatawan betah berada di danau terbesar di Asia ini.

Oleh : Satria Dwi Saputro
Sumber:
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Danau_Toba
2. http://medanartikel.wordpress.com/2012/12/08/dukung-danau-toba-jadi-geopark/
3. http://www.anneahira.com/kedalaman-danau-toba.htm

Kantong Semar: Tumbuhan Karnivora

Tahukah anda bahwa ada tumbuhan yang bisa menangkap serangga dengan meranjaunya masuk ke dalam kelopaknya lalu memakannya. Nah, jenis tumbuhan tersebut ialah dinamai dengan sebutan Kantong Semar atau Nepenthes. Kantong Semar adalah jenis tanaman yang tumbuh subur di daerah tropis dengan penyebarannya ada di Indonesia, China, Malaysia, India, Srilanka dan dibeberapa Negara beriklim tropis lainnya di Asia. Namun, untuk penyebarannya yang paling banyak tentu berada di Indonesia dengan dapat dijumpai di daerah Borneo, Sumatera, Papua, dan Maluku.  

Kantong Semar pada umumnya memiliki ciri-ciri dengan pertumbuhan mencapai 15 sampai dengan 20 meter dengan cara melingkar pada batang pohon. Sedangkan pada ujung daunnya terdapat sejenis sulur yang berbentuk seperti kantong yang memiliki fungsi sebagai perangkap yang digunakan untuk menjebak para serangga masuk ke dalam kantong tersebut. Sementara untuk bisa meranjau mangsanya, kantong semar memiliki cairan untuk membunuh mangsa yang berada di dalam kantong perangkap tersebut. Disamping itu untuk memikat para mangsanya terutama serangga biasanya tanaman kantong semar mengeluarkan bau yang wangi-wangian sehingga para mangsa yang masuk ke dalamnya akan segera dibunuh menggunakan cairan yang berada di dalam kantong tersebut.
Gambar: Tanaman Kantong Semar
Kantong Semar di Indonesia
Tanaman Kantong Semar yang berada di Indonesia tidaklah terkenal begitu saja tetapi ada sebab yang menjadikan tanaman ini begitu dikenal oleh masyarakat sekarang ini. Bahwa orang yang pertama kali mengenalkan tanaman ini ialah J.P Breyne pada tahun 1689. Untuk Indonesia sudah tak begitu asing dengan tanaman Kantong Semar ini dengan diberbagai daerah berbeda-beda dalam penyebutan namanya. Bagi masyarakat yang tinggal di daerah Riau menyebutnya dengan nama Periuk Monyet, lain pula sebutannya untuk daerah Jambi yang menamainya Kantong Beruk, sedangkan untuk masyarakat Bangka menyebutnya Ketakung. Dari nama-nama tersebut sejatinya penyebutan untuk Kantong Semar begitu banyak namanya sehingga tepat bila dikatakan tanaman ini adalah jenis tanaman yang eksotis.

Dari jenisnya bahwa Kantong Semar terdapat 103 jenis yang tersebar di penjuru negara-negara asia termasuk sebagian besarnya berada di Indonesia. Namun tanaman Kantong Semar sekarang ini telah digolongkan ke dalam jenis tanaman langka yang patut untuk dilindungi. Perburuan secara berlebihan terhadap Kantong Semar dikarenakan tanaman ini begitu banyak manfaatnya bagi kehidupan manusia sehingga menyebabkan masyarakat dari pedalaman maupun perkotaan memburunya dengan tidak memperhatikan populasinya yang semakin sedikit.

Membicarakan manfaatnya bahwa Kantong Semar biasanya digunakan sebagai obat batuk dengan mengambil cairan air yang berada di dalam kantong yang masih tertutup. Manfaat lainnya ialah ketika orang sedang melakukan perjalanan di tengah hutan dan menemukan tanaman Kantong Semar maka biasanya airnya diminum oleh penjelah hutan ataupun pendaki gunung. Bagi pecinta tanaman hias biasanya menggunakan tanaman Kantong Semar sebagai tanaman hias yang tergolong langka dan harganya tergolong mahal. 

Tanaman Langka
Bahwa dikatakan tadi tanaman Kantong Semar tergolong ke dalam jenis tanaman langka yang butuh perlindungan untuk dilestarikan agar tidak punah. Karena tanaman unik seperti kantong semar merupakan kekayaan alam yang patut untuk disyukuri dengan tidak mengeksploitasinya secara berlebihan sehingga tanaman Kantong Semar tetap lestari di habitat aslinya. Sehingga generasi mendatang bisa melihatnya secara langsung tidak hanya berupa gambar

Yups, itulah informasi mengenai tanaman Kantong Semar yang bisa menambah pengetahuan kita bahwa tanaman ini termasuk tanaman pemangsa serangga yang begitu unik bentuknya. Dan semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semuanya. Terimakasih.

Oleh : Satria Dwi Saputro
Sumber:
1. http://www.ksdasulsel.org/artikel/134-flora/137-kantong

Sumber Gambar:
1. http://www.biologipedia.com/wp-content/uploads/2014/10/Ciri-khusus-pada-tumbuhan-k.jpg
Budaya Indonesia Bukanlah Budaya Korupsi

Budaya Indonesia Bukanlah Budaya Korupsi

Korupsi dewasa ini sudah menjadi sesuatu yang begitu lumrah terjadi di mana-mana. Banyak instansi di pemerintahan terlibat kasus korupsi yang meraup keuntungan miliaran rupiah dan membuat KPK sibuk setiap hari untuk menangkapi mereka satu per satu. Sulit dipahami mengapa begitu mudahnya banyak orang-orang di pemerintahan terlibat kasus korupsi yang merampas uang rakyat hingga banyak rakyat menjadi menderita. Dari situlah telah menimbulkan indikasi bahwa korupsi bak sebuah budaya yang ngtrend di abad ini.

Menyimak bahwa korupsi di negeri ini sudah menjadi jamuan bak makanan sehari-hari bagi masyarakat dengan dipertontonkan di media cetak dan media electronic. Para terduga ataupun tersangka korupsi yang tertangkap oleh KPK masih bisa untuk tersenyum lepas tanpa ada rasa bersalah telah mengambil uang rakyat secara zhalim dan membuat kesengsaraan bagi rakyat. Hal inilah perlu digaris bawahi untuk dapat membenahi diri pada setiap rakyat Indonesia agar tidak membudayakan korupsi karena besar dampaknya kepada Indonesia sendiri adalah mendapat pamor negatif dimata dunia internasional.

Bahwa Indonesia dengan banyaknya kasus korupsi terjadi sampai sekarang ini membawa Indonesia mendapat peringkat 56 negera terkorup di dunia menurut analisis Transparansi Internasional yang dilangsir oleh Harian Republika.  Menyayangkan hal demikian dengan berdampak kepada masyarakat yang masih banyak hidup dalam kemiskinan, banyaknya pengangguran dan anak-anak bangsa hidup tanpa mengenyam pendidikan yang layak. Sehingga dapat meyakinkan banyak rakyat akan meniru tindakan korupsi yang seharusnya diperbaiki dengan memperdalam agama dan santun dalam menerima amanah ketika menjabat. 

Budaya Yang Salah
Disandarkan tadi di atas bahwa korupsi yang menjamur di Indonesia telah menjadi sebuah budaya yang trend harus dilakukan oleh setiap pejabat negara sehingga menimbulkan pembelajaran yang tidak benar bagi masyarakat. Hal yang demikian bila diamini oleh semua lapisan masyarakat maka akan membawa kehancuran terhadap negeri Indonesia. Bayangkan saja kasus korupsi yang berhasil diungkap oleh KPK sampai saat ini telah tercatat kerugian negara mencapai trilliunan rupiah yang mengakibatkan ekonomi masyarakat tidak mengalami pertumbuhan dan meningginya angka subsidi yang harus ditanggung oleh negara. Apalagi bila semua masyarakat melakukan korupsi yang akibatnya entah bagaimana lagi.

Itulah mengapa negeri ini tak pernah lepas dari krisis ekonomi yang telah mengahantui cukup lama sekali sehingga sepatutnya mengarahkan pemikiran kita menghilangkan budaya korupsi adalah solusinya. Melihat negara-negara yang maju di belahan dunia seperti Cina dan Korea Selatan adalah dua negara yang pernah dijejaki oleh korupsi yang merajalela di birokrasinya sehingga merugikan negara dan memiskinkan rakyatnya. Tetapi perubahan besar ditunjukkan oleh cina dan korea selatan dengan melakukan perombakan keseluruhan dalam birokrasinya dan menerapkan hukum tegas bagi para pejabat yang terlibat kasus korupsi. Hal tersebut sangat manjur ternyata yang membawa Cina menguasai ekonomi dunia dengan produk-produk yang sudah menyebar kemana-mana. Sama halnya dengan Korea Selatan setelah perbaikan di Institusi pemerintahannya membawa perubahan besar bagi Korea Selatan untuk membangun kembali ekonominya yang sempat terpuruk jatuh dan sekarang Korea Selatan menjadi salah satu magnet ekonomi dunia yang patut ditiru oleh negara-negara asia.

Mengetahui warta tersebut rasanya sangat miris membandingkan negeri kita dengan kedua negeri raksasa tersebut. Melihat para pejabat negeri kita yang hampir dari semua intansi melakukan korupsi, hal tersebut tentu bisa dilihat bersama di layar televisi dan surat kabar yang mempertontonkan tingkah pejabat kita yang menyalahgunakan jabatannya hanya untuk memperkaya diri sendiri dengan mengorbankan jutaan rakyat. Pastinya belum basi di telinga kabar dari Ketua Mahkamah Konstitusi kita yang baru terpilih Akil Mochtar yang ditangkap KPK karena diduga disuap untuk memenangkan sengketa pilkada diberbagai daerah. Sejatinya memang diakui penyakit untuk korupsi memang tidak bisa hilang padahal sudah banyak yang tertangkap semenjak didirikannya KPK tahun 2004. Dan juga pastinya di antara orang-orang yang prihatin menatap Indonesia masih saja dipenuhi dengan budaya-budaya korupsi yang memenjarakan harapan rakyat untuk hidup sejahtera dan bertanya-tanya: mengapa masih terjadi? 

Menerapkan Hukuman Mati
Laiknya negara Tiongkok yang menerapkan hukuman mati kepada para pejabat negara yang terlibat kasus korupsi termasuk kepada kepala negeranya sendiri juga mendapat hukuman yang sama jika terlibat kasus korupsi. Dengan diterapkan aturan hukum yang tegas untuk kasus korupsi menjadikan rakyat Tiongkok dapat hidup sejahtera dan menurunkan angka kemiskinan serta merebaknya pembangunan perumahan layak huni di berbagai penjuru daerah terpencil di Tiongkok karena banyaknya subsidi yang diberikan negara. Mungkin kita berharap bahwa jikalau Indonesia juga melakukan hukuman yang sama terhadap koruptor mungkin nasib rakyat kita akan lebih sejahtera dan tak ada satu orang anakpun yang tak mendapat pendidikan.

Dengan adanya hukuman mati kepada para koruptor akan membuat jera para pejabat publik dengan tidak lagi berani mengambil uang rakyat yang diamanahkan untuk dikelola dengan baik guna membantu kehidupan masyarakat untuk keluar dari lobang kemiskinan. Tetapi menatap itu hanya sekedar khayalan semata mungkin akan sia-sia bila perubahan undang-undang untuk koruptor tidak dilakukan pembenahan sehingga menciptakan budaya di masyarakat untuk tidak lagi melakukan kegiatan-kegiatan yang menjurus kepada korupsi dapat terealisasi.

Karena kita mengetahui bahwa para pejabat yang dipilih oleh rakyat dapat dikatakan juga sebagai panutan bagi jutaan masyarakat kita untuk berprilaku baik dan berbudaya santun sehingga sendi-sendi keinginan untuk korupsi akan hilang dan lenyap. Dari itu mengamati hukuman mati untuk koruptor yang ada di Cina dapat menjadi renungan kita agar keseriusan para pejabat publik akan memerangi tindakan korupsi tidak hanya omongan belaka tetapi benar serius adanya dari membenahi Undang-Undang untuk terpidana korupsi.

Sehingga di akhir tulisan ini penulis meyakini bahwa suatu hari nanti negeri kita –Indonesia- akan mempunyai pemimpin yang benar-benar menghapuskan korupsi di instansi pemerintahan dengan aturan hukuman yang tegas dan mengarahkan pemikiran masyarakat untuk mempunyai budaya yang anti korupsi. Semoga.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, IAIN-SU)